Dia bukan Gabriel
Yang murni, tak berdosa
Seperti lili dalam genggamannya
Yang senantiasa membawa kabar gembira
Dan belas kasihan bagi seluruh jiwa
Bukan Rafael
Yang menyembuhkan luka
Memulihkan duka dan nestapa
Yang melindungi jiwa dari iblis yang berkuasa
Dan mengurapi para pengaku dosa
Bukan pula Mikael
Yang dengan gagah dan hebatnya
Memimpin balatentara surga
Memerangi ketidakadilan yang memperdaya
Dan mempertahankan iman dari iblis yang berkelana
Atau Uriel
Yang dengan pedang menyala
Menjaga Taman Eden dengan waspada
Dengan bara dan api di tangannya
Membakar hati dengan cinta tersuci pada-Nya
Maupun Yehudiel
Yang membawa mahkota yang membara
Sebagai tanda penebusan Tuhan pada manusia
Dan kemenangan yang menanti di kehidupan selanjutnya
Atas derita manusia yang ditanggung-Nya
Atau bahkan Barachiel
Sang pangeran dari Surga Tingkat Dua
Yang menerima segala bentuk pengakuan dosa
Yang menawan dengan mawar putih di antara dada
Yang dengan hormat menjaga Takhta Sang Pencipta
Apalagi Sealtiel
Yang menyimpan misteri surga
Dibalik Misa Kudus yang ia jaga
Yang membawa dupa dimanapun ia berada
Melambangkan doa dan penyerahan pada-Nya
Dia adalah malaikat ke delapan
Yang rapuh tak bersayap, tanpa apa-apa di tangan
Menyalurkan kasih nan tulus yang menghangatkan, dan
Menumbuhkan pengharapan yang tak dapat terperikan
Di sepanjang langkahku dalam berjalan
KAMU SEDANG MEMBACA
Him
PoesieKumpulan sajak berirama Yang terinspirasi dari mereka Yang tanpa disadari Menyumbang deretan kisah penuh arti Dalam perjalanan waktu Aku dengan diriku
