Pagi tadi aku bercerita pada langit
Alasan dibalik senyumku yang tak tahan untuk melejit
Aku sudah lelah untuk berpura-pura biasa saja
Aku tak tahan untuk tak berbagi apa yang ku rasa
Memendam rasa penasaran yang semalaman melanda
Menahan gejolak penuh harapan yang sesakkan dada
Tentang dirimu yang kembali datang bagaikan hantu
Yang kembali membuka gembok besi ruang rinduku padamu
Seharian aku tak pernah absen menengadahkan kepalaku
Berharap ceritaku tidak diabaikan
Namun, langit tak bergeming sedikitpun
Tak ada satupun tanda yang ia berikan padaku
Bahwa ia benar-benar menyimak curhatan yang aku sampaikan
Namun, seketika rintikan hujan berhamburan turun
Tepat dimana rasa bahagiaku kembali menguap
Menerima tamparan dari realita yang buatku sesak
Yang membuat butiran di mataku tak kuasa untuk tak merebak
Yang membuat paru-paruku terasa begitu pengap
Tanpa kata kau datang bagai udara
Yang tak bersuara namun kudapat merasakan sejuk desirannya
Tanpa kata kau t'lah mengajariku apa itu cinta
Yang diam-diam tetap mengasihi, walau t'lah mengorek banyak luka
Tanpa kata kau menunjukkan rasa sayangmu
Yang selama ini diam-diam mengiringi langkahku
Tanpa kata pula, kau kembali menjauhiku
Yang sedang sesak-sesaknya dilanda rindu
— lex
KAMU SEDANG MEMBACA
Him
PoetryKumpulan sajak berirama Yang terinspirasi dari mereka Yang tanpa disadari Menyumbang deretan kisah penuh arti Dalam perjalanan waktu Aku dengan diriku
