8

2K 287 4
                                        

Rose memasukan beberapa lembar pakaian ke dalam koper hitamnya sementara Junhoe sedang mengeringkan rambut dengan handuk kecil.

Hari ini Junhoe sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani beberapa hari tahap penyembuhan luka di distrik perbatasan kota seoul.

Ya, setelah kejadian penembakan itu Yunhyeong dan Rose langsung membawa Junhoe ke sana untuk penanganan oleh seorang ahli bedah yang memang sudah berkerjasama dengan nonagon, tentu saja itu juga rahasia.

Bukan rumah sakit melainkan sebuah rumah biasa seperti rumah pemukiman pada umumnya. Dari luar rumah ini nampak seperti rumah biasa tapi siapa yang sangka jika didalam rumah itu terdapat pelaratan medis yang sangat lengkap.

Rose berjalan kearah Junhoe.

"Benar sudah lebih baik?" Tanya Rose yang langsung mengambil alih handuk dari tangan Junhoe.

Rose mengusap rambut hitam Junhoe dengan Handuk, Jarak mereka begitu dekat.

Mereka sudah berbaikkan setelah kejadian itu, Roselah yang meminta maaf dan dia sadar atas sikap cemburunya yang berlebihan.

Junhoe menarik pinggang kecil Rose sehingga mereka sekarang berpelukan.
"Apa aku terlihat seperti orang sakit sekarang?"

Rose memukul punggung Junhoe.
"Ani...jangan membuatku khawatir lagi, aku mohon".

"Arraseo".
Junhoe melepaskan pelukan mereka.
"Ayo kita pamit pada Jongsuk Hyung" lanjut Junhoe.

*anggep aja dokternya itu Lee Jongsuk ya😍*

"Chaeyoung-ah, kau harus lebih memperhatikan Junhoe saat ini. Dari luar memang dia sudah membaik tapi luka didalamnya masih butuh waktu untuk penyembuhan". Kata Jongsuk pada Rose.

Junhoe mengedipkan satu matanya pada Jongsuk sebagai kode untuk berterima kasih karena dengan Lee Jongsuk berkata seperti itu pasti Rose akan lebih perhatian pada Junhoe.

"Ahh, Ne. Aku mengerti"

"Kalau begitu ini salep untuk mengeringkan bekas luka jahitannya. Di oleskan ketika habis mandi dan mau tidur".

Rose mengambil kantong berisi obat itu dari Lee Jongsuk.

"Kalau begitu sebaiknya kalian pergi sekarang. Ini sangat bahaya jika ada seekor lalat yang mengintai".

"Baiklah, Hyung. Terima kasih banyak".

***

Pandangan Rose tidak beralih pada jalan didepannya, dia hanya terlalu fokus sampai-sampai hanya suara radio lah yang terdengar karena mereka berdua saling diam.

Karena tadi kata Jongsuk luka Junhoe belum pulih total maka Roselah sekarang yang harus mengemudi.

Sebenarnya Junhoe bukan tipikal orang yang banyak bicara tapi untuk situasi seperti sekarang Junhoe benar-benar tidak tahan untuk tidak berbicara pada rose.

Junhoe tahu itu akan menggganggu fokus Rose yang sedang mengemudi, tapi Junhoe adalah orang yang sangat jahil pada Rose akhirnya dia memutuskan untuk mengambil satu tangan Rose dari setir mobil.

"Yak! Yak! Apa yang kau lakukan?"

Junhoe hanya tersenyum menatap genggaman mereka.
"Sudah lama ya?"

"Maksudmu?"
Rose menatap Junhoe sekilas.

"Tanganmu dingin sekali"

"Tentu saja, sekarang sudah masuk musim dingin, aku rasa sebentar lagi salju akan turun"

"Chagi-ya, aku mohon lepaskan. Aku sedang menyetir".

"Chagi?" tanya Junhoe dengan nada sedikit menggoda.

NONAGON (The Black Hunter) Completed Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang