Seperti biasa Bobby menutupi sebagian wajahnya dengan tudung Hoodienya selama ia harus melakukan aksinya.
Untuk Malam ini bukan karena tugas dan misi tapi karena gelang yang ia cari belum juga didapatkan, itu semua karena Jung Chanwoo.
Kemarin saat ia masuk keruangan Kim Jisoo ternyata gadis itu tidak ada.
Itu semua juga bukan 100% kesalahan Chanwoo.. Yaa setidaknya 50%:50% lah.
Saat Chanwoo ingin memberitahu pada Bobby bahwa Jisoo tidak ada diruangannya justru Bobby mematikan earphonenya.
Karena sebelumnya memang Chanwoo banyak bicara jadi Bobby mematikannya.
Dan malam ini dia harus berhasil mengambil gelangnya.
Bobby memicingkan matanya ketika sesuatu bergerak dari balik semak-semak disana tepat didepan rumah Jisoo.
Kucing?
Tikus?
Atau...Hantu?
Buru-buru Bobby mengendap kedalam rumah Jisoo.
Biarpun ini sudah malam dan juga sepi tapi dia juga harus tetap waspada, barang kali ada seseorang yang mengikuti untuk menangkapnya? Siapa yang tahu, bukan.
Semua lampu dirumah Kim Jisoo masih menyala dan itu tidak menandakan jika pemiliknya sudah tidur.
Tidak seperti saat pertama kali Bobby kemari. Saat itu seluruh ruangan sudah gelap jadi dengan mudah dia melakukan aksinya bersama Hanbin.
Rumah ini sangat besar tapi juga sangat sepi. Bobby bahkan dapat merasakan hawa dingin diseluruh tubuhnya.
Apa dia tinggal sendirian? Dimana orangtuanya?
Baru saja ia berbatin dan saat itu juga dia berhenti tepat di depan bingkai foto besar diruang tamu.
Terlihat seorang gadis berseragam SMA tersenyum lebar sembari merangkul lengan ayahnya.
Dia selalu tersenyum.
Jelas Bobby tahu gadis itu adalah Kim Jisoo. Wajah itu sangat mirip dengan foto yang ia ambil malam itu.
Tapi, tunggu dulu.
manik matanya membesar melihat seorang yang Jisoo rangkul di foto itu.
Orang itu.
Saat itu juga.
Dorrrrr~
Telinganya sudah peka dengan Bunyi itu.
Secepat kilat Bobby pergi dari tempat ia berdiri tadi.
Andwae.
Gumamnya selama ia menaiki tangga.
Jantungnya berdegub kencang, bukan karena ia lelah menaiki tangga. Itu karena ia sangat mengkhawatirkan Jisoo.
Suara tembakan itu bukan pertanda Baik.
Bobby langsung mendobrak daun pintu kamar Jisoo.
Didepannya sudah ada Jisoo yang tengah berdiri membelakanginya sembari menutup telinga dan matanya.
Lirikan Bobby berpaling pada sosok diluar jendela yang tengah membidik kearah Jisoo.
Andwae.
Batinnya.
Entah kenapa waktu yang ia rasakan sekarang begitu sangat lambat.
Tangannya sudah terjulur untuk meraih tubuh Jisoo untuk sekedar menariknya menjauh dari peluru yang sudah orang itu tembakan sekarang.
Prankkk~~
"Akkhhhhhh~"
Pekik Jisoo
Sebuah vas bunga disudut sana pecah berkeping.
KAMU SEDANG MEMBACA
NONAGON (The Black Hunter) Completed
FanfictionNonagon, sebuah sebutan untuk kelompok yang menjalankan misi-misi rahasia dengan teknik meretas yang handal Mereka terbiasa untuk menyamar atau melompat dari gedung satu ke gedung lainnya. Namun siapa sangka diantara mereka terdapat cinta yang tumbu...
