23

1.3K 199 20
                                        

Kim Jinhwan menoleh sedikit kebelakang, memastikan bahwa Jisoo mengikutinya pada lorong bangunan tempat bosnya berada.
Bibirnya tersenyum miring karena rencananya berhasil membawa Jisoo saat ini. Tapi ada sesuatu yang menghentak-hentak jantungnya, apakah ini yang terbaik? Apakah ia akan menjadi orang jahat setelah ini?.
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus menghantuinya

Apakah ia harus melakukan hal keji lagi? Cukup Jennie yang menjadi korbannya. Apakah ia masih pantas bersedih dengan kabar Jennie? Jujur saja sekujur tubuhnya bergetar setelah tubuh Jennie terhempas.
Dan Kim Jinhwan hanya bisa berucap 'maafkan aku' di dalam hatinya selama dilorong ini

Pandangan Jisoo mengabsen satu persatu apapun yang ia lewati.

Apa benar ini rumah sakit? Dia hanya bisa berpikir seperti itu.

Dan lorong ini cukup remang untuk kondisi rumah sakit. Perasaannya mulai tidak enak.

Jinhwan sempat melarang Jisoo untuk memberi kabar pada Bobby.
Tapi ini membuat kecurigaannya semakin menjadi, bukankah dia ingin membawa Jisoo pada Bobby? Tapi kenapa dia melarang Jisoo untuk memberi kabar pada kekasihnya?

Jisoo mengeluarkan ponselnya diam-diam.
Sebelumnya Jisoo memastikan bahwa Jinhwan tidak menoleh kebelakang.
Jisoo mengetik sesuatu pada ponselnya.

"Bobby-ssi, kau ada dimana? Kim Jinhwan membawaku kesuatu tempat, apa benar kau menyuruhnya untuk menjemputku?".
Ibu jarinya cukup gemetar untuk sekedar menekan tombol kirim.
Dan Jisoo berharap Bobby melihat pesannya.

"bukankah aku sudah melarangmu untuk mengabari Bobby?" kata Jinhwan tiba-tib sambil mengambil alih ponsel Jisoo.

Apa-apaan ini?
Cukup!

Jisoo menatap tajam kearah Jinhwan.
"dimana Bobby? Kau menipuku? Kenapa kau membawaku kemari? Ini bukan rumah sakit".

"aku tidak menipumu, Kim Jisoo. Aku akan mempertemukanmu pada seseorang terlebih dulu, lalu Bobby akan datang menjemputmu". Jelas Jinhwan lalu ia berbalik, melanjutkan langkahnya.

Pikiran-pikiran negatif mulai terbesit dibenaknya.
"mau apa kau sebenarnya?"

"kau akan tahu nanti" kata Jinhwan singkat.

Baiklah, Jisoo tidak boleh takut. dia harus menghilangkan rasa takutnya, Jisoo yakin Bobby pasti sudah membaca pesannya dan akan segera menyusul.

Untuk sekarang Jisoo kembali mengekori Kim Jinhwan sampai mereka benar-benar berhenti didepan pintu.

"masuklah" Jinhwan membuka pintu itu dan memberi jalan untuk Jisoo.

Jisoo melirik Jinhwan saat melewati namja itu.
"akan aku pastikan, kau baik-baik saja" ucap Jinhwan.

Kata-kata Jinhwan justru membuat Jisoo semakin heran, apa maksudnya dengan dia berbicara seperti itu?

***

"maaf, nomor yang ada tuju tidak dapat dihubungi, silahkan tinggalkan pesan setelah bunyi bip"

"Jisoo-ya. Kau dimana? Jika kau bersama Kim Jinhwan sekarang, kau harus pergi darinya. Tenang saja, aku akan segera datang" Ucap Bobby dengan nada yang begitu khawatir.

Sejak saat Bobby mendapat pesan dari Jisoo satu jam yang lalu, ia terus menelpon ponsel yeojanya. Tentu saja itu membuatnya khawatir.

"teruslah, jangan berhenti. Aku yakin Jisoo baik-baik saja" ucap Yunhyeong yang sedang mengemudi.

Bobby menggenggam ponselnya sangat kencang, Bobby yakin layarnya akan pecah jika saja ia memberikan tenaga lebih pada genggamannya.

"KIM JINHWAN" kata Bobby sambil membenturkan kepalanya sendiri pada sandaran kursi.

NONAGON (The Black Hunter) Completed Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang