16

1.7K 198 4
                                        

Matahari sudah mulai naik, sedangkan Jisoo sibuk dengan peralatan didapurnya. Suara gejolak rebusan yang ia buat sudah mendidih, tanda hidangannya hampir matang.

Tangannya sibuk membalik telur gulung yang sudah mulai berubah warna.

Jisoo bukan tipe wanita yang pandai memamasak, dia bisa tapi hanya yang mudah-mudah saja.
Dan dia juga bukan tipe orang yang akan memasak untuk dirinya sendiri ketika ia lapar, dia bisa memesan makanan cepat saji.

Tapi kenapa sekarang dia memasak kalau ia tidak lapar? Entahlah Jisoo sendiri juga tidak tahu kenapa.

Yang jelas Jisoo tersenyum selama ia memasak.

Kejadian malam itu saat Bobby berdiri tepat didepannya selalu menganggu pikirannya.

Ah, sekarang dia tahu alasannya kenapa ia memasak pagi ini, karena Namja itu.

Jisoo mematikan semua kompornya, mengangkat telur gulung itu dan memindahkannya ke piring, serta menuang sup kedalam mangkuk.

Asap dari supnya membuat baunya sangat jelas tercium.

Jisoo menekan bel unit Bobby sambil membawa nampan berisi telur gulung, sup dan nasi yang masih hangat.

Jisoo mundur selangkah ketika terdengar bunyi pintu terbuka.

Kemudian namja itu membuka pintunya lebar membiarkan sebagian unitnya terlihat.

"Aku tidak memesan makanan" kata Bobby dengan suara seraknya.

Sepertinya Bobby baru saja bangun tidur, itu bisa dilihat dari lipatan bajunya yang lusuh serta matanya yang mengecil.

"Ah ani, ini...aku kebetulan masak lebih" kata Jisoo sambil menjulurkan nampannya.

Dengan senang hati Bobby menerima itu.

"Kalau begitu, aku masuk dulu"
Jisoo sudah berbalik dan mau masuk ke unitnya sendiri.

"Jisoo-sii?"panggil Bobby.

Jisoo berbalik.
"Ne?"

"Ayo makan bersama". Kata Bobby.

"Ne? Di unitmu?"

Tanpa menjawabnya, Bobby langsung masuk kedalam unitnya.

Disinilah mereka, duduk bersebelahan di bar kecil di unit Bobby.

Konsep marble dan warna putih serta cokelat membuat suasana di dapurnya terasa tenang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Konsep marble dan warna putih serta cokelat membuat suasana di dapurnya terasa tenang.

Bobby mulai mencicipi sup buatan Jisoo.
Bobby diam sejenak dengan sendok yang masih mengambang di depan mulutnya

"Tidak enak ya?" Jisoo menebak rasanya.

"Tidak, sangat enak. Aku hanya heran, rasanya sama seperti buatan ibuku"
Bobby kembali menyuap supnya kemudian disusul dengan potongan telur gulung.

NONAGON (The Black Hunter) Completed Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang