#28 The Third Wheel

894 51 8
                                        

Present time
"Hye Kyo, kau cantik sekali, riasanmu sangat cocok dengan gaunmu, nenek sudah tidak sabar melihatmu dan Joong Ki di pelaminan."

"Terima kasih nek, ini semua berkat nenek, maaf aku tidak bisa membantu persiapan pernikahanku sendiri, aku sangat menyukai semua detailnya."

"Untuk cucu nenek satu-satunya tentu akan nenek persiapkan sebaik-baiknya. Ayo, Joong Ki sudah menunggu." Nenek menggandeng tanganku dan memelukku dengan erat, bisa aku lihat matanya berkaca-kaca.

Selama ini aku memang hanya tinggal berdua dengan nenekku, sejak kepergian kedua orang tuaku hanya nenek lah orang yang paling dekat dan selalu ada untukku. Karna itulah, aku dan Joong Ki pun memutuskan setelah pernikahan, sementara waktu kami akan masih bolak-balik antara rumah nenek dan apartemen Joong Ki. Kedua orang tua Joong Ki juga tidak keberatan, mereka malah mendukungnya. Joong Ki pun tidak keberatan kalau Hye Kyo masih bekerja, hanya saja ketika nantinya sudah memili anak, kemungkinan Hye Kyo harus memikirkan kembali.

Hye Kyo melangkahkan kakinya menuju altar, disana dia melihat Joong Ki sudah berdiri dengan gagahnya. Mata Joong Ki tidak lepas mengekor langkah Hye Kyo. Diiringi dengan musik, taburan kelopak-kelopak bunga dari para tamu undangan dan pengiring pengantin membuat suasana menjadi sangat romantis. Mata Hye Kyo tertuju pada Joong Ki, begitupun sebaliknya. Hye Kyo dan Joong Ki saling menatap dan tersenyum penuh dengan kebagian. Keduanya pun mengingat betapa perjalanan mereka untuk sampai ke altar butuh perjuangan. Masih ingat ketika akhirnya mereka kembali dari Bali...

Flashback
Joong Ki dan Hye Kyo kembali ke Karma Kandara. Setelah menikmati tarian kecak dan makan malam romantis, akhirnya mereka kembali ke penginapan.

Joong Ki masih disibukkan dengan telpon dari Mr Kang mengenai pekerjaannya di Seoul, akhirnya dia keluar untuk menerima telpon, sementara Hye Kyo memutuskan untuk membersihkam badannya. Bahkan setelah Hye Kyo selesai, masih belum terlihat Joong Ki kembali ke kamarnya. Ketika dia mengecek ponselnya, terlihat pesan dari Dong Won.

Dong Won:
Besok kita akan mengecek untuk yang terakhir ke site pembangunan, bisakah kau datang lebih pagi?

Hye Kyo:
Bukannya masih lusa? Kenapa dipercepat?

Dong Won:
Aku sudah menyelesaikan detailnya, aku akan kirim padamu supaya kau bisa menambahkan apa yang masih kurang. Lagipula, aku sangat ingin segera kembali ke Seoul.

Hye Kyo:
Benarkah? 👌🏻 baiklah, aku akan segera mengeceknya. Terima kasih. 😘

Dong Won:
Besok aku tunggu jam 8.30 ya.

Hye Kyo:
Oke

Joong Ki kembali ke kamarnya dan menemukan Hye Kyo sibuk dengan laptopnya. Diapun menghampirinya dan memeluknya, sambil mencium rambut Hye Kyo dari belakang.

"Ah, apa yang kau lakukan, kau kan belum mandi sayang, pergillah."

"Hmmm, tapi aku suka sekali memelukmu dan mencium wangi tubuhmu." Sambil terus menciumi rambut Hye Kyo, tangan Joong Ki menelusuri bagian depan tubuh Hye Kyo, mengelus lembut perutnya yang rata dan ketika tangannya hampir mencapai kedua bukit kembar Hye Kyo, dia langsung berdiri dan menjauhkan tangan Joong Ki. Joong Ki hanya tersenyum, "baiklah-baiklah, aku hanya menagih hutangmu tadi sayang, bukankah sebagai imbalannya aku maunya kamu 😍😘."

"Dalam minpimu!" Sambil mendorong Joong Ki ke kamar mandi, "yang kau butuhkam sekarang adalah mandi."

"Oke, oke, baiklah sayang, aku akan mandi dulu, tapi setelah itu aku akan tetap menagih janjimu."

"Aku tidak berjanji apapun padamu, sayang, tapi aku akan memberikan sedikit hadiah nanti, kau pasti suka."

"Ah, benarkan? Aaaah aku akan mandi dengan cepat kalau begitu." Joong Ki segera menutup pintu kamar mandi dan segera membasuh tubuhnya.

The One and Only...You!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang