"Selamat pagi, mantan tunanganku yang cantik!" Dong Won berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Hye Kyo. Dong Won semakin mendekat dan tiba-tiba saja mencium pipi Hye Kyo. Hye Kyo terlonjak kaget dan mendorong Dong Won.
"Ada apa denganmu? Kau sudah sehat? Kemana saja kau? Apa kau tak tau bahwa aku sangat mengkhawatirkanmu?" Hye Kyo memberondong Dong Won dengan pertanyaan-pertanyaan.
Sambil tersenyum angkuh Dong Won membalas Hye Kyo dengan pertanyaan juga. "Apa pedulimu mantan tunanganku? Untuk apa kau masih memperhatikanku? Bukankah kau sudah bahagia dengan pacar barumu? Atau kau sudah tunangan juga dengannya?" Tiba-tiba Dong Won membelai pipi Hye Kyo, dan ingin memeluknya. Tapi Hye Kyo segera menepis tangannya dan menghindar Dong Won, dia melangkah menjauh. Tapi Dong Won langsung menangkap tangan Hye Kyo dan memegang keduanya supaya Hye Kyo berhadapan dengannya.
"Dengarkan aku!" Teriak Dong Won.
"Kau menyakiti lenganku Dong Won." Ringis Hye Kyo yang kesakitan karna cengkeraman tangan Dong Won.
"Apa kau merasa sakit? Tapi aku justru lebih sakit Kyo! Hatiku lebih sakit! Apakah kau tau itu?" Dong Won mengguncang-guncang tubuh mungil Hye Kyo.
Hye Kyo menangis, "kumohon Dong Won lepaskan aku. Aku minta maaf kalau aku menyakitimu. Tapi aku mohon lepaskan aku."
Dong Won akhirnya melepaskan cengkeraman tangannya pada tubuh Hye Kyo. Dia pun menjauh. Dan mendudukan dirinya di sofa ruang kerja Hye Kyo.
"Maafkan aku Kyo, aku hanya kesal mungkin tadi." Dengan bingung Dong Won berkata-kata pada Kyo.
Hye Kyo menghampiri Dong Won dan duduk di sebelahnya. Hye Kyo mengusap punggung Dong Won.
"Aku mengerti, aku yang seharusnya minta maaf."
"Bagaimana kabarmu? Kenapa kau menghilang begitu saja? Sampai menginggalkan perusahaan."
"Aku butuh itu Kyo, aku butuh menenangkan diriku. Ternyata tidak mudah untuk melupakanmu. Aku butuh waktu lama."
"Hmmmm apakah kau sudah bisa merelakan aku? Canda Kyo pada Dong Won."
"Hahaha! Tentu saja, selama di Jepang ayah dan ibuku membuat blind date dengan para model-model disana. Mereka jauh lebih sexy dari kau. Kau tau itu?" Dong Won menceritakan dengan penuh kesombongannya. Pancaran hangatnya yang tadi sudah kembali akhirnya berubah. Hye Kyo tidak pernah melihat sisi Dong Won yang seperti ini sebelumnya.
"Baguslah kalau begitu, jadi apakah kau membawa satu ke Korea? Gadis model itu? Hehehe kita mungkin bisa melakukan double date kapan-kapan." Hye Kyo masih mencoba untuk mencairkan suasana.
"Siapa takut! Aku bahkan bisa membawa lebih dari dua model-model Jepang itu." Dong Won tak mau kalah.
Setelah beberapa waktu mereka berbincang, dimana isi perbincangan lebih kepada Dong Won yang menceritakan apa yang dia lakukan selama berada di Jepang. Sementara Hye Kyo lebih banyak menceritakan tentang perkembangan perusahaan. Dimana banyak klien-klien baru yang menyukai design yang Hye Kyo tawarkan. Bahkan salah satu Klien mereka yang di Jeju berencana untuk datang langsung ke Seoul untuk meminta design baru yang akan dipakai di cabang mereka yang baru. Tak terasa, waktu makan siang pun tiba. Biasanya Joong Ki akan datang ke kantor Kyo untuk sekedar makan siang bersama atau keluar janji makan siang bersama. Ya...hubungan Hye Kyo dan Joong Ki semakin serius. Bahkan beberapa kali Joong Ki mengajak Hye Kyo menikah, bukan hanya tunangan. Tapi beberapa kali itu juga Hye Kyo meminta Joong Ki untuk menundanya. Sampai dia tau benar bahwa Dong Won baik-baik saja. Bahkan keluarga Joong Ki dan keluarga Hye Kyo sudah sangat dekat. Beberapa kali Hye Kyo diajak ke rumah Joong Ki dan menginap disana. Ibu dan ayah Joong Ki sangat menyukai Hye Kyo. Bagaimana tidak, selain cantik, Hye Kyo juga sangat sopan dan penyanyang. Sehingga tidak sulit untuk membuat keluarga Joong Ki jatuh hati padanya.
Seperti siang-siang biasanya, Joong Ki datang ke kantor Hye Kyo. Yang dia bingung baru kali ini Hye Kyo tidak membalas pesannya ataupun mengangkat telponnya. Joong Ki hanya berpikir bahwa mungkin Hye Kyo terlalu sibuk. Karna dia tau, belakangan banyak sekali deadline yang harus Hye Kyo kejar.
Joong Ki bertanya kepada sekretaris Hye Kyo, apakah Hye Kyo ada di ruangannya. Dan yang membuat Joong Ki terkejut adalah informasi yang di dapat dari sekretarisnya bahwa Hye Kyo baru saja pergi dengan Ding Won keluar makan siang bersama. Ketika ditanya mereka pergi kemana, sang sekretaris hanya bilang bahwa dia sempat memesankan tempat di salah satu restoran mewah di Seoul. Joong Ki cukup terkejut, mengetahui bahwa Dong Won sudah berada di Korea. Dari informasi sekretaris Hye Kyo jugalah dia tau bahwa baru hari ini dia kembali. Meski sedikit cemburu, dan tidak habis pikir kenapa tiba-tiba Kyo melupakan janji makan siangnya, atau bahkan mengacuhkan pesannya atau mengabaikan telponnya, Joong Ki hanya berpikiran positif bahwa pasti terjadi sesuatu.
Akhirnya Joong Ki ingin menitipkan sesuatu untuk Hye Kyo, tapi dia ingin memberinya kejutan dengan menyimpannya di ruangan Hye Kyo. Akhirnya sang sekretarispun mengantarkan Joong Ki ke ruangan kerja Hye Kyo. Ketika Joong Ki ingin meletakan karangan bunga dan maccaroon kesukaan Hye Kyo di meja kerjanya, dia melihat ponsel Hye Kyo yang tergeletak disana. Dalam hati Joong Ki berkata: ah pantas saja dia tidak membalas pesan ataupun mengangkat panggilan dariku. Ternyata kau pergi meninggalkan kantormu tanpa ponselmu, Kyo.
Joong Ki pun pamit, dia bergegas ke mobilnya. Meskipun dia tahu dimana tempat makan siang Hye Kyo dan Dong Won. Tapi dia agak ragu untuk menyusul mereka kesana. Dalam pikiran Joong Ki, mungkin Hye Kyo perlu waktu dengan Dong Won, bagaimanapun mereka adalah teman, mantan tunangan, bahkan rekan kerja bukan.
Tapi tanpa Joong Ki sadari dia melajukan mobilnya ke restoran tempat Hye Kyo dan Dong Won makan siang bersama.
"Ah apa yang aku lakukan! Kenapa tiba-tiba aku ada di restoran ini."
Joong Ki melihat berkeliling sekitar restoran. Karena restoran tersebut di pinggir jalan, dan sebagian besar bangunannya terbuat dari kaca, jadi Joong Ki bisa melihat kedalam isi restoran tersebut. Setelah melihat-lihat beberapa lama, dia akhirnya menemukan kekasihnya Hye Kyo dan Dong Won yang sedang berhadap-hadapan di meja makan restoran tersebut sambil menikmati makanan merek.
"Apakah aku harus menganggu mereka dengan tiba-tiba hadir disana? Kenapa Dong Won mengambil waktu makan siangku bersama Hye Kyo!"
"Ah sudahlah! What the..." Joong Ki keluar dari mobilnya, kemudian melangkahkan kakinya menuju restoran dimana Hye Kyo dan Dong Won makan. Sementara Hye Kyo dan Dong Won masih sibuk di meja makannya sehingga tidak menyadari kedatangan Joong Ki.
"Hye Kyo! Ding Won! Bolehkan aku bergabung?"
Hye Kyo tersentak kaget ketika dia mendengar suara itu...
"Joong Ki!"
Tbc....maaf kalau ada typo
Update double for this week, since for the next day mungkin gak bisa updates cepet...thanks for your vote n comment 👏🏼🙏🏼🤗
KAMU SEDANG MEMBACA
The One and Only...You!
FanfictionHye Kyo seorang creative design, cantik, pintar, dan pekerja keras. Meski berasal dari keluarga yang mapan tapi Hye Kyo bukan tipe manja dan perlu dilayani. Dia terbilang mandiri, terlebih ketika dia kehilangan kedua orangtuanya. Ya, lelaki itu sang...
