Seminyak, Bali
Hye Kyo kembali ke penginapan dengan sedikit mabuk, meskipun dia hanya minum sedikit tadi untuk melupakan rasa cemburunya pada Joong Ki. Dong Won dan Hyun Bin membantu Hye Kyo untuk kembali ke kamarnya.
"Hye Kyo, kita sudah sampai, dimana kunci kamarmu?" Tanya Dong Won.
Hye Kyo yang sedikit tidak sadar hanya berbicara tidak jelas tanpa menjawab pertanyaan Dong Won.
"Mungkin ada di dalam tas kecilnya." Seru Hyun Bin.
Sebelum Dong Won merogoh ke dalam tasnya, sudah ada suara pria yang dikenalnya.
"Apa yang kalian lakukan pada tunanganku?! Kenapa kalian membawanya dalam keadaan mabuk?!"
Joong Ki menghampiri Dong Won dan Hyun Bin dan segera merebut Hye Kyo ke dalam pelukannya.
"Tenang Joong Ki, kami hanya membantunya mencari kunci kamarnya." Bela Dong Won.
"Hye Kyo sedikit minum tadi, kami tidak menyangka kalau dia akan semabuk ini." Hyun Bin ikut menimpali.
"Baiklah, terima kasih. Tapi sekarang sudah kewajibanku untuk mengurusnya." Joong Ki membawa Hye Kyo menuju ke kamarnya.
"Joong Ki, bukankah kata Hye Kyo kau baru akan kemari weekend ini?" Tanya Dong Won.
"Bagaimana bisa aku meninggalkan calon istriku bersama kalian, makanya aku mempercepat perjalanan ini." Sambil melihat tegas ke arah Dong Won dan Hyun Bin.
Hyun Bin dan Dong Won pun kembali ke villa mereka masing-masing dengan pikiran berkecamuk diantara mereka. Apa yang akan terjadi kalau tadi tidak ada Joong Ki.
Hyun Bin Pov
Ah ternyata aku gagal mendapatkan Hye Kyo. Bagaimanapun juga, aku sudah tidak bisa lagi masuk dalam hubungan mereka. Percuma saja usahaku selama ini.
Dong Won Pov
Aku pikir aku bisa kembali mendekati Hye Kyo selama perjalanan bisnis ini. Ternyata tetap tidak bisa. Padahal tadi adalah kesempatan yang bagus sekali.
Joong Ki Pov
Untung saja aku datang tepat waktu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau tadi aku tidak datang. Aku bukannya tidak mempercayai Hye Kyo, tapi aku lebih takut akan Dong Won dan Hyun Bin.
Joong Ki membatingkan Hye Kyo di tempat tidur. Dia membuka sepatu Hye Kyo dan menarik selimut untuk menutupi badan Hye Kyo. Hye Kyo cantik sekali dengan dress selutut berwarna merah dan tanpa bahu. Bukan hanya cantik melainkan sexy, apalagi ditambah dengan pulasan lipstiknya yang berwarna merah.
Joong Ki merasakan dadanya berdesir memikirkan Hye Kyo tadi pergi ke club bersama Dong Won dan Hyun Bin, dan dia merasakan darahnya mendidih karna membayangkan berapa pasang mata yang memperhatikan calon istrinya yang berpenampilan sexy tadi.
Tanpa Joong Ki sadari, Hye Kyo membuka matanya dan merasakan pusing di kepalanya. Dia merasa keadaan sekelilingnya berputar dan membuat dia mual. Akhirnya Hye Kyo berusaha bangkit dan mencoba menuju kamar mandinya. Hye Kyo memuntahkan semua isi perutnya. Dan tanpa dia sadari Joong Ki ikut menghambur ke kamar mandi dan membantu Hye Kyo dengan memijat tengkuknya.
"Joong Ki!"
"Iya, sayang, aku disini."
"Sejak kapan kau datang?"
"Bersihkan dulu mulutmu, dan gantilah pakaianmu, Kyo. Aku akan menunggu di dalam. Atau apakah kau butuh bantuanku?" Seringai Joong Ki.
"Yaaaa! Keluarlah, aku akan cuci muka dan mengganti pakainku." Sambil mendorong Joong Ki keluar dari kamar mandi.
Hye Kyo Pov
Apa yang terjadi tadi, kenapa tiba-tiba Joong Ki ada di kamarku. Bukankah sore tadi aku pergi bersama Dong Won dan Hyun Bin untuk makan malam dan mampir ke lounge milik temannya Hyun Bin. Kenapa aku tidak mengingat kejadian setelah itu. Apa aku terlalu mabuk, setahuku aku minum tidak terlalu banyak. Aaaarrrggg kenapa denganku, oh ya, aku kan masih marah pada Joong Ki karna photonya bersama gadis imut itu. Hmmmm kenapa tiba-tiba Joong Ki ada di Bali, bukankah dia seharusnya masih di Seoul?
KAMU SEDANG MEMBACA
The One and Only...You!
Hayran KurguHye Kyo seorang creative design, cantik, pintar, dan pekerja keras. Meski berasal dari keluarga yang mapan tapi Hye Kyo bukan tipe manja dan perlu dilayani. Dia terbilang mandiri, terlebih ketika dia kehilangan kedua orangtuanya. Ya, lelaki itu sang...
