Pertemuan pertama

2.6K 297 10
                                        

Irene menghentikan langkahnya ketika matanya menangkap sosok pria yang juga duduk di kursi taman yang biasanya ia duduki setiap pagi

Ia tau siapa itu, Do Kyungsoo, pria yang juga sangat terkenal di kampus. Sebenarnya Irene agak takut dengan pria itu, wajahnya yang tanpa ekspresi dan dingin, juga ada banyak sekali gosip yang beredar tentang pria itu, dan pastinya gosip-gosip itu bukanlah gosip yang bagus

"Duduklah, aku tidak memakan manusia," suara berat itu masuk kedalam pendengaran Irene, membuat gadis itu tersentak kaget

Irene mendongak dan mendapati pria itu menatapnya dengan senyum tipis, terlalu tipis hingga membuat Irene meragu jika itu sebuah senyuman atau bukan

Dengan ragu, akhirnya Irene berjalan pelan menuju kursi taman dan berusaha duduk sejauh mungkin dari pria itu yang masih menatap lurus ke arah depan dimana hanya ada dinding

"Disini sepi dan menenangkan, pantas kau suka disini," gumam Kyungsoo dengan mata menerawangnya

Irene menoleh menatap Kyungsoo, pikiran-pikiran buruk tentang pria itu melayang begitu saja melihat wajah damai pria di sampingnya itu

Mereka sama-sama terdiam, Kyungsoo sibuk menikmati suasana di sekeliling mereka, Irene sendiri ragu apakah ia harus memulai pembicaraan atau tidak. Jika iya, pembicaraan apa yang harus ia mulai? Karena gadis itu bukanlah tipe yang bisa langsung sok akrab dengan orang baru

Tapi sebelum Irene sempat memutuskan apapun, pria disampingnya sudah lebih dulu memulai pembicaraan diantara mereka

"Lucu ya, bagaimana orang bisa semudah itu menyimpulkan tentang kehidupan orang lain tanpa tau fakta yang sebenernya terjadi. Mereka bertingkah sok pintar dan tau segalanya, mereka menghakimi orang lain dan tidak pernah memikirkan dampaknya pada orang tersebut." Gumam Kyungsoo pelan, diiringi semilir angin yang membuat rambut Irene berantakan

Irene menunduk sambil memainkan tangannya, walau dalam hati sudah menyetujui perkataan Kyungsoo

"Tangan kita hanya dua, kita tidak bisa menutupi semua mulut orang-orang jahat yang membicarakan kita itu. Kita hanya bisa menutupi kedua telinga kita, karena kita sendiri yang tau siapa kita dan bagaimana hidup kita yang sebenarnya. Kita tidak perlu peduli dengan omongan orang lain," jawab Irene juga mengikuti Kyungsoo menatap menerawang ke arah dinding

Kyungsoo yang mendengar itu jadi tersenyum menatap Irene, lalu ia bangkit dari kursi taman. Membuat Irene tersentak dan mendongak menatap Kyungsoo

"Kau benar Bae Irene. Sebenarnya aku ingin berbicara lebih banyak denganmu, tapi sayangnya aku ada kelas sebentar lagi. Senang bertemu denganmu Bae Irene, aku berharap kapan-kapan kita bisa bertemu lagi," Kyungsoo tersenyum, senyum yang lebih lebar dari sebelumnya, lalu mengulurkan tangannya pada Irene

Irene membalas uluran tangan tersebut sambil  balas tersenyum tipis dengan perasaan yang menghangat, berlawanan dengan angin yang bergumul semakin kencang

"Senang juga berkenalan denganmu Do Kyungsoo,"

Kyungsoo tersenyum sambil melepas uluran tangannya, setelah itu Kyungsoo berjalan pergi, Irene sendiri kini tengah tersenyum manis, ada perasaan membuncah bahagia, senang karena akhirnya ada yang memahami perasaannya, dan menyadari jika pria itu tidak seburuk apa yang ia dengar

Agak merasa menyesal karena sudah bersikap sama seperti yang lainnya, padahal ia yang paling tau rasanya. Tapi ternyata dia juga ikut termakan gosip dan berpikiran buruk tentang pria itu tanpa tau hal yang sebenarnya

 Tapi ternyata dia juga ikut termakan gosip dan berpikiran buruk tentang pria itu tanpa tau hal yang sebenarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lonely ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang