Cerai?

1.2K 153 6
                                        

Suho berdecak kesal saat pagi itu kembali melihat pria itu di depan Rumah Irene, ia turun dari mobilnya dan menghampiri pria itu

"Kau lagi? Apa yang kau lakukan di depan Rumah Irene? Pergi sana, hari ini Irene akan berangkat bersamaku, Ayahnya sudah berpesab khusu padaku." Kata Suho

Kyungsoo hanya melirik pria itu sekilas lalu kembali menatap ke arah Rumah Irene, mengabaikan Suho yang kini sudah berdecak kesal, berusaha menahan emosinya

Tidak lama Irene keluar, ia tersenyum menyapa Kyungsoo. Lalu agak terkejut ketika menemukan Suho di sana

"Kenapa kau ada di sini?" Tanyanya

"Ayahmu memintaku menjemputmu," kata Suho

"Aku sudah bilang kan, mulai sekarang aku akan berangkat Kuliah bersama Kyungsoo." Kata Irene

"Kau lebih memilih naik bus dan harus bersempit-sempitan seperti itu dari pada berangkat bersama mobil mewahku?" Tanya Suho tidak percaya

"Iya, aku lebih suka berangkat bersama Kyungsoo dari pada orang sombong sepertimu." Kata Irene datar

"Apa katamu?" Tanya Suho kesal

Tuan Bae keluar dari pagar Rumahnya, ia tersenyum lebar menyapa Suho

"Hallo Suho, sudah lama sampai?" Tanya Ayahnya super ramah

"Maaf Om, saya sudah berusaha bersabar tapi kata-kata Irene barusan sungguh keterlaluan dan menyakiti harga diri saya. Saya tidak bisa melanjutkan ini lagi, saya permisi." Setelah mengatakan itu, Suho masuk ke dalam mobilnya dengan kesal

"Astaga, apalagi sih yang kau lakukan Bae Irene?" Tanya Ayahnya marah

"Memang aku salah apa? Lagipula Irene kan hanya mengataka kebenarannya Yah," jawab gadis itu acuh

Tuan Bae menghela nafas marah, "Dasar anak tidak tau sopan santun," Ayahnya mengangkat tangannya, berniat menanpar wajah Irene. Tapi tangan Kyungsoo sudah lebih dulu mencegahnya

"Tolong berhenti menyakiti Irene Om," kata Kyungsoo

Tuan Bae menghentakkan tangannya dengan kesal, "Jangan sentuh aku dengan tangan menjijikanmu itu, dasar anak pemabuk tukang judi,"

"Cukup Bae Jihyuk!" Nyonya Bae kembali datang

"Jangan ganggu anakku lagi, aku sudah mengajukan surat cerai kepada pengadilan." Kata Nyonya Bae

"Apa katamu?" Tanya Tuan Bae

Nyonya Bae berjalan mendekati mereka dengan wajah datarnya, lalu melemparkan beberapa dokumen ke lantai, dan menatap Tuan Bae dengan tajam

"Aku sudah lelah harus berpura-pura bahagia, aku sudah lelah harus berpura-pura jika aku baik- baik saja. Selama ini aku bertahan demi anakku, aku ingin dia memilki keluarga yang utuh dan hidup yang berkecukupan agar dia bahagia. Tapi ternyata aku salah, bersamamu hanya membuatku dan Irene malah semakin menderita. Hak asuh Irene akan aku perjuangkan, aku tidak akan membirkanmu menjadikan anakku sebagai robot."

"Kalian cepat berangkatlah, nanti kalian terlambat." Kata Nyonua Bae tersenyum lembut menatap Irene dan Kyungsoo

"Ibu..." gumam Irene

Ibunya tersenyum kearah Irene, senyum paling tulus yang pernah Irene lihat sejak 5 tahun lalu

"Ibu baik-baik saja, pergilah." Kata Ibunya lagi

Kyungsoo menarik lengan Irene pelan, menyisakan teriakan marah Ayahnya pada Ibunya, dan perasaan aneh yang mulai menjalari seluruh tubuh Irene

Kini dua oramg itu duduk di kursi bus di paling belakang, untungnya bus sedang sepi. Sejak tadi yang Irene lakulan adalah menatap kosong ke arah luar jendela

Kyungsoo memegang dagu Irene, dan menyenderkan kepala gadis itu pada bahunya. "Menangislah, tumpahkan saja semuanya. Sekarang kau tidak sendiri lagi, sekarang kau punya aku." Kata Kyungsoo lembut

Tepat setelah Kyungsoo selesai mengatakan itu, tangis Irene langsung pecah. Gadis itu langsung terisak kencang sambil memegangi dadanya yang terasa sesak, banyak perasaan yang menghampiri Irene saat ini, sesak, lega, bahagia, marah

Kyungsoo membawa Irene ke dalam dadanya, membiarkan gadis itu terisak puas di sana, sambil terus bergumam. "Tidak apa, aku di sini. Semua akan baik-baik saja,"

Ya, Irene juga berharap jika semuanya akan baik-baik saja

Ya, Irene juga berharap jika semuanya akan baik-baik saja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Karena obat terbaik saat sedih adalah sebuah pelukan, kata-kata hiburan cuma terasa semu. Yang aku mau cuma seseorang meluk aku erat dan ngasih tau kalo aku gak sendirian

Oh ita btw cerita ini kayanya bentar lagi mau tamat 😁😉

Lonely ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang