Kyungsoo berjalan pelan, menyusuri rak demi rak perpustakaan yang berdebu karena si penjaga terlalu sibuk menonton film di komputer milik Kampus yang sudah tersambung dengan wifi yang juga milik kampus
Kyungsoo tersenyum tipis saat mendapati Irene yang tengah berusaha menjangkau buku yang lebih tinggi darinya
Irene mendapatkan bukunya dan tersenyum senang. Tidak menyadari jika itu membuat buku yang lain menjadi tidak seimbang dan terjatuh dari rak
Mata bulat Kyungsoo makin melebar, ia segera berlari lalu menarik tubuh Irene dan memeluknya dari belakang. Membiarkan punggungnya terkena tumpukan buku-buku tebal penuh debu itu
Irene membulatkan matanya terkejut, ia lamgsung berbalik dan mendapati wajah Kyungsoo yang tengah meringis kesakitan
"Eh, kau baik-baik saja?" Tanya Irene
"Iya, kecuali mungkin tulang punggungku yang patah karena tertimpa buku super tebal itu." Ujar Kyungsoo
"Maaf-maaf, biar aku traktir makan siang di luar."
"Aku mau makanan yang mahal ya," kata Kyungsoo
"Baiklah-baiklah, terserahmu saja." Jawab Irene. Lalu mereka berdua tertawa
"Siapa itu yang ribut-ribut?" Tanya si penjaga perpustakaan, Kyungsoo langsung menarik tangan Irene dan bersembunyi di rak lain
Lalu diam-diam pergi keluar dari perpustakaan
~~~~
Seisi kampus menatap kedua orang itu dengan heran, sejak kapan dua orang yang paling terkenal di Kampus ini menjadi dekat, sejak kapan seorang Bae Irene bisa tertawa seperti itu? Sejak kapan Do Kyungsoo bisa tersenyum lembut seperti itu
Dua orang itu seolah tidak sadar, atau malah tidak peduli dengan tatapan-tatapan penasaran itu. Mereka terus berjalan menuju parkiran kampus diselingi dengan obrolan dan candaan yang membuat tawa bagi mereka berdua
Dua orang yang hatinya sudah lama mati itu sama-sama kembali mencoba membuka hatinya
"Kau yang menyetir," kata Irene sambil melempar kunci mobilnya yang langsung sigap di tangkap oleh Kyungsoo
"Aku tidak bisa menyetir mobil," kata Kyungsoo
"Astaga, baiklah hari ini biar Kakak cantik ini yang menyetir." Kata Irene kembali mengambil kunci mobilnya
"Tidak, hanya bercanda. Aku jago kok menyetir mobil."
Irene menatap Kyungsoo sangsi, Kyungsoo yang melihat itu hanya tertawa." Tenang saja, aku tidak akan membuatmu mati muda kok." Ujar Kyungsoo sambil masuk ke dalam mobil Irene
"Kau serius bisa menyetirkan? Tunjukan surat izin mengemudimu sini, aku masih ingin wisuda dari sini."
Kyungsoo merogoh saku celananya, mengeluarkan dompet berwarna coklat yang warnanya mulai memudar, lalu mengeluarkan sebuah kartu dan memberikannya pada Irene
Tawanya terhenti saat merasakan nafas hangat Kyungsoo pada wajahnya, pria itu memasangkan sabuk pengaman Irene. Lalu dengan santai kembali ke tempatnya dan mulai menjalankan mobil Irene
Irene kembali bernafas, baru menyadari jika sejak tadi ia menahan nafasnya entah mengapa. Lalu gadis itu baru menyadari jika sejak tadi jantungnya berdebar kencang
"Tidak Irene, itu hanya karena kau terkejut." Batin Irene sambil berusaha meyakinkan dirinya sendiri
Ia tidak boleh mudah jatuh, ia tidak ingin berakhir seperti Ibunya. Ia harus bisa kembali memasang temboknya, dan tidak membirkan siapapun dengan mudah masuk, sekalipun itu Kyungsoo. Pria yang akhir-akhir ini telah membawa perubahan besar pada diri Irene
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.