9. Swimming Lessons

2.2K 483 66
                                        

Disclaimer: Myungsoo and Suzy belongs to their family. If I become part of their family, I definitely will... I dunno what will i do, but I'll always ship them till sailed. Kkk~

Warn: boring a part detected.

****

"Bae, ini dia Suzy sudah kembali." Soojung menginfokan kepada Ellen dari saluran telepon. Menumpukan siku tangannya diatas meja dengan mata memandang sosok Suzy yang semakin mendekat ke meja mereka.

"Maaf, aku tadi berhenti untuk melihat lukisan yang di pajang di koridor dekat klub kesenian." Suzy menjelaskan. Napas nya terengah karena berlari menuju ke kantin. "Minho tidak kesini?" Tanyanya.

"Tidak, fakultasnya lagi-lagi meminta Minho menjadi asisten pemateri di seminar roboting." Ucap Soojung.

Keningnya mengernyit ketika melihat Soojung sedang menelpon seseorang. Lantas ia bertanya tanpa suara, "Siapa?"

"Ellen." Jawab Soojung tanpa suara.

Suzy mengangguk. Diambilnya lemon tea miliknya yang kini sudah tak lagi dingin itu, Lalu menyesapnya. Kedua pipi Suzy tiba-tiba memerah ketika bayangan apa yang terjadi di rooftop setelah Soojung menelpon terlintas di benaknya. Oke, baiklah, sebenarnya sejak menuruni tangga hingga berlari menuju kantin, bayangan itu sama sekali tidak lepas dari benaknya.

Soojung, masih dengan ponsel yang mengapit di telinganya, mengernyit aneh ketika melihat pipi Suzy yang tiba-tiba memerah. Kemudian, matanya tanpa sadar melirik kearah bibir Suzy dan menyipitkan mata. Tangan kanan Soojung bergerak kearah bahu Suzy, menarik gadis di sebelajnya itu supaya menghadap kearahnya. Lalu berbicara pada sahabat yang terhubung di panggilan telepon itu, "Bitch, ini aneh..." Ucap Soojung.

Kedua matanya masih menyipit menatap Suzy, kemudian dengan tangan kosongnya, Soojung mencengkram rahang Suzy dan membaliknya ke kanan dan ke kiri secara pelan.

Suzy mengernyit, "K-kenapa?"

Soojung tampak fokus mendengarkan ucapan Ellen di saluran telepon itu. Kemudian kembali menatap Suzy, "Suzy, bibirmu kenapa?"

Deg...

Suzy menahan napas. Ini gawat! Benar- benar gawat!

Jika Soojung sampai menyadari sesuatu hal, bisa dipastikan akan tamat riwayatnya hari ini juga. Dengan mencoba untuk tetap tenang, Suzy bertanya lagi, "Kenapa dengan bibirku?" Tanya Suzy.

Matanya menatap sekeliling dan bernafas lega. Untung saja mereka berada di ujung ruangan kantin sehingga tidak ada yang ikut menatapnya. She hates the spotlight. Dan tubuh Suzy bisa akan sangat gemetar--hingga menyebabkan kebohongan apapun akan terbongkar begitu saja jika banyak orang menatapnya.

"Kau benar-benar dari toilet?"

Suzy mengangguk. "Tentu saja, Soojung."

Kedua mata Soojung masih menyipit, "Bae, adikmu..." Ia menatap Suzy dalam-dalam sebelum melanjutkan, "Oh my god, dia tidak menggunakan lipstick nya kembali!"

....

Gadis itu tanpa sadar langsung menghembuskan napas panjang. Apa? Jadi ini hanya perkara lipstick dan aku sudah hampir mati karena takut ketahuan? Oh tuhan! Batin Suzy.

"Ne, Arraso. Keuno." Ucap Soojung mengakhiri panggilan teleponnya. Tangannya lalu mengambil sebuah lipstick keluaran merk ternama dan memoleskannya ke bibir ranum Suzy. "Ingat, sebagai mahasiswi kita harus memiliki kaca ditangan kiri dan makeup ditangan kanan."

"Yang benar adalah, kita memiliki buku diktat di kedua tangan kita, Soojung." Suzy mengkoreksi.

Soojung memutar bola matanya, "Geez, suatu hari nanti Aku akan mengajarimu bagaimana caranya bersenang-senang, Suzy."

Spring Blooming #1Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang