Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
awas typo!!
Happy reading.. . . . .
~000~
Anak G-friend baru selesai menghantar Eunha dan Yerin pulang. Kondisi Eunha tidak terlalu serius, bahkan lukanya sekadar menempel tanpa terus menerus mengalirkan darah.
"Kami pamit dulu, pastikan kau sapukan obat pada luka dikepala Eunha, sebelum kesannya bertambah parah" tutur Sowon prihatin.
Yerin mengangguk paham lalu setelah itu dipimpin Eunha ke kamar, dan disusuli Yuju.
Sementara anak yang lain mulai bersurai.
~001~
Anak G-friend yang lain sudah pulang sesuai perintah Sowon, sang leader. Namun perintah itu tidak dituruti oleh Sinb. Gadis bermarga Hwang itu memang terkenal memiliki keperibadian dingin, disamping sifatnya yang keras kepala.
Bahkan dirinya dengan siagap mampir di perhentian bis yang sepi yang kebetulan paling dekat dari posisinya kini.
Padahal sebenarnya, pada awal lagi ia sudah ditawar oleh member yang lain untuk pulang bersama, tapi Sinb justeru menolak dan memilih pulang sendiri.
Gadis itu tengah sibuk menatap layar ponselnya, sambil memainkan game di ponselnya sementara menunggu bis tiba.
Tapi tiba-tiba ia mendengarkan sebuah suara yang aneh. Seperti berasal dari dua belah pihak. Lalu tanpa membuang waktu, ia lantas ke menyusul.
Sinb bersembunyi dibalik sebuah dinding. Sesekali ia mengintip ke arah punca lokasi, bagi menghilangkan rasa penasaran nya.
"Apa pria itu sedang dipermainkan?" gumam Sinb penuh tanda tanya saat melihat lorong sunyi itu didatangi oleh tiga orang pria berserta seorang pria, yang terlihat seperti mangsa keadaan.
Sinb masih belum berpikir untuk bertindak, sehinggalah ketiga pria itu mula beraksi. Bahkan pria yang menjadi mangsa tersebut sepertinya tidak punya kekuatan untuk melawan.
"Gawat!! aku harus menolongnya" batin Sinb sehingga sebuah ide terngiang di akalnya. Ia merogoh saku celananya lalu memasang siren polisi dengan volume yang lancang.
Dan hal itu membuat ketiga pria itu tersentak, sekaligus khawatir. Karena tidak mahu tertangkap, ketiga pria itu langsung memanjat tembok tersebut untuk melepaskan diri mereka dari ditangkap pihak polisi.
Merasa suasana sudah aman, Sinb mula melangkah menyusuri lorong tersebut, tapi di saat ia memusingkan tubuhnya..