Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Awas Typo !!
Happy reading~
-000-
Berlandaskan syarat, Jimin kini benar-benar sudah menempati gudang milik Wonwoo semenjak satu minggu yang lalu. Pada awalnya memang Jimin tidak berhenti membangkang serta menafikan syarat yang di aturkan Wonwoo, tapi pada hujungnya Jimin tetap terpaksa menutup sebelah matanya alhasil menerima perhitungan dari Wonwoo sehingga menyebabkan dirinya putus akal untuk memberontak.
Asalkan Eunha jatuh ke tangannya. Itulah matlamat utama bagi Jimin, tidak perduli apa beban yang harus ia tanggung setelahnya.
Pada awal pagi yang cerah, Jimin berniat keluar sebentar dari sekitar gedung untuk mengisi perutnya. Itu salah satu keberuntungan Jimin karena Wonwoo tidak melarangnya untuk keluar dari gedung selagi ia tidak berniat kabur atau justeru meninggalkan lansung gedung tersebut.
Jimin juga diberikan uang harian karena maklum saja kalau segala pertaliannya dengan orang luar harus diputuskan untuk sementara waktu, termasuk uang saku yang dikirim oleh orang tuanya untuk kegunaannya pada tiap-tiap bulan mendatang.
Jadi berkaitan keperluan hidupnya tentunya tidak harus dipermasalahkan oleh Jimin. Cuman saja, rasa sunyi yang menimpa Jimin kala harus bertapa digedung usang nan sunyi itu sendiri tanpa Eunha serta teman-teman sekelompok nya yang lain.
-000-
Sementara Jimin menghilangkan, suasana di daerah SMA nya sungguh rusuh. Kehilangan Jimin justru ditanggapi sebuah kasus yang besar oleh pihak sekolah sehingga kini terpaksa ditangani oleh pihak polisi.
Jin,Suga, Hoseok, Taehyung serta Jungkook tentunya menjadi tunggal utama untuk membantu mengesan lokasi Jimin, mengingati mereka adalah antara teman dekat Jimin.
"Aku tidak menyangka hal ini bisa menjadi serumit ini. Sungguh Jimin keterlaluan jika ini adalah salah satu gurauan nya" seru Suga emosi dengan tangan terkepal menahan marah. Sementara yang lain mencoba menyanggah tanggapan Suga.
Karena mereka percaya ada sesuatu yang terjadi pada Jimin karena selama mereka berteman, pria bermarga Park itu tidak pernah menimbulkan masalah sebesar ini meski kebenarannya Jimin memang selalu berkelakuan diluar dugaan.
"Apa harus kita maklumkan pada orang tuanya di Busan soal kasus ini" seru Hoseok.
"Ku rasa hal ini tidak harus dihebohkan terlebih dulu. Lagian kalian tahu bukan sesibuk mana orang tuan Jimin dan menurutku biar pihak polisi yang memaklumkan sendiri pada orang tua Jimin jika itu memang perlu" balas Jin dan yang lain sekadar mengangguk faham.