"Hei, jelaskan padaku! Kenapa bisa ada pria tinggal di apartemenmu? Siapa dia?"
Yoojung tersenyum gugup sembari menyodorkan teh kepada Minseon. Kawannya itu kini tengah duduk di meja makan menatap Yoojung tajam, menyelidik. Ia benar-benar tak tahu jika Minseon akan datang ke apartemennya. Padahal setahu Yoojung, ia melihat Minseon tadi sepulang kuliah pergi bersama Hyunbin.
"Itu.. anu.."
Minseon memicingkan matanya. "Anu?.."
"Ah, dia menyewa disini. Yah, begitulah."
"Tapi kamarmu cuman satu."
"Tentu saja! Makanya dia tidur di sofa!" jawab Yoojung cepat. Sepertinya ia mulai pandai mengarang sekarang. Yoojung tertawa kikuk. Berharap-harap cemas Minseon akan mempercayainya.
Dan, astaga! Terpujilah Tuhan!
Pandangan Minseon melunak. Ia meminum tehnya dan kini menatap Yoojung sambil tersenyum. "Apakah terjadi sesuatu?"
Yoojung memiringkan kepalanya bingung. "Seperti apa?"
"Kau tidak sedang kesulitan uang, kan?"
Yoojung meloloskan nafas lega. Ia pikir Minseon menyadari sesuatu yang janggal. Untunglah kawannya itu hanya berpikir begitu. Dan kini ia harus merasa bersalah karena berbohong pada Minseon.
Sontak Yoojung pun memasang wajah memelas. "Tidak seperti itu. Aku hanya merasa kasihan pada pemuda itu. Dia sedang mencari tempat tinggal. Sedang uangnya saaaaangat sedikit." Sepertinya selain pandai mengarang cerita, Yoojung harus ikut casting karena lagaknya kemampuan aktingnya berkembang. "Dia hanya tinggal sementara. Jangan khawatir. Dia pemuda baik-baik kok."
Pemuda baik-baik? Yoojung hampir menampar mulutnya mengatakan hal itu. Bagaimana bisa pemuda mesum dan gila seperti Jungkook adalah pemuda baik-baik?
Minseon mengangguk-angguk paham. Toh, ia juga tak dapat melarang kehendak Yoojung. Ini adalah apartemen Yoojung, dan gadis itu berhak melakuka apapun terhadap apartemennya, seperti mengizinkan seorang pemuda tampan dan seksi itu tinggal disini.
Benar-benar tampan. Bahkan saat bertemu pemuda itu di depan apartemen, Minseon seperti mengkhianati Hyunbin karena jatuh cinta pada pandangan pertama pada pemuda itu. "Jadi, siapa namanya?" tanyanya tertarik.
"Tae... Ah, Jungkook! Jeon Jungkook." Ralat Yoojung. Hampir saja ia menyebut nama Taengie. Sejujurnya daripada memanggil dengan nama 'Jungkook', Yoojung masih terbiasa dan nyaman dengan nama Taengie. Bahkan terkadang ia merindukan anjing imut itu. Tentu jika ia melupakan fakta bahwa anjing itu adalah makhluk jadi-jadian dari sosok pemuda mesum seperti Jungkook.
---
Jungkook menendang-nendang batu-batu kecil di jalan. Menunggu Yoojung di luar karena gadis itu menyuruhnya untuk pergi sangatlah membosankan. Ia benar-benar lapar sekarang. Dan seharusnya jika ia tidak ketahuan oleh gadis bernama Minseon tadi, ia sudah berada di apartemen memakan ramen.
Sayangnya, meski sudah memohon-mohon pada Yoojung bahwa ia tak akan macam-macam, gadis itu tetap tak mempercayainya.
Akhirnya, setelah sekian lama menunggu, sosok Minseon keluar dari gedung apartemen bersama Yoojung. Minseon membungkuk hormat sebelum akhirnya melambai ke arah Yoojung dan menghilang di kelokan jalan. Jungkook membalikkan badannya dan menatap Yoojung.
"Aku lapar." Ucapnya memasang tampang memelas. Wajahnya itu membuat Yoojung menyadari bahwa tampang memelas itu sangat irip dengan Taengie. Ah, mendadak ia merindukan anjing itu.
Setelah mendecak kesal, akhirnya Yoojung mengangguk. "Ayo, masuk. Akan kumasakkan makan malam."
---
Malam ini entah mengapa Yoojung tak bisa tidur. Ia hanya berbaring di atas ranjang dan menatap langit kamar. Pikirannya terus melayang mengingat kejadian di perpustakaan tadi. Jimin memang benar-benar membuatnya gila. Padahal awalnya ia tak peduli jika Jimin berpacaran dengan Ahrin. Namun melihat mereka berciuman mesra di perpustakaan membuat hatinya sakit.
"Beginikah rasanya patah hati?" gumamnya.
Di tengah heningnya malam, telinga Yoojung mendadak mendekar sesuatu yang menggesek-gesek pintunya. Lantas ia turun dari ranjangnya dan berjalan mendekati pintu. Ia dapat melihat silut di bawah celah pintu bergerak disana.
Mungkin Jungkook. Namun apa yang dilakukan pemuda itu di balik pintunya?
Lantas ia membuka pintunya lebar. Matanya membulat menatap sosok mungil Taengie berdiri di balik pintu. Jungkook berubah menjadi Taengie lagi?
Melupakan fakta Jungkook adalah Taengie, berhubung dirinya sedang patah hati, rasa-rasanya ia ingin memeluk Taengie malam ini. Dengan lembut ia mengangkat Taengie ke dalam pelukannya. Berjalan ke ranjang dan membaringkan tubuh serta menyelimuti diri dengan selumut bersama Taengie di pelukannya.
"Taengie-ya... ternyata, patah hati begitu menyakitkan, ya?" tanyanya pelan sabil mengusap bulu Taengie. Taengie hanya menatap sepasang hazel Yoojung.
Dalam hati Jungkook terasa aneh. Yoojung sedang menyukai seseorang rupanya?
To be continued.
Pendeknya... Maapkeunn
Enjoy aja yahh..
Ini minggu, sampe lupa hari tadi gegara emang tiap hari libur buatku yang pengangguran..
Hehe.. Lagi siap2 buat sbm jadi, doakan daku yahh
KAMU SEDANG MEMBACA
Mad Dog✔
Fanfiction[Completed] Seingat Yoojung, ia baru saja memungut anjing manis di jalan dan tidur bersamanya tadi malam. Tapi ketika ia bangun, ia malah mendapati lelaki asing yang tidur di sampingnya. Gilanya lagi, lelaki itu telanjang. '180504END Starring at Ki...
