Vote dulu sebelum membaca.😉.======================================
Budi langsung menyalakan televisi, setelah mendapat telpon dari Tejo sahabatnya. Tejo memberikan info bahwa, salah satu chanel TV lokal Jogja sedang menayangkan acara talkshow, dimana seorang dokter cantik sebagai nara sumbernya, sedang menyebut-nyebut nama Mr. B. Saat diwawancara.
Budi mengamati dengan teliti, tayangan televisi yang sedang menayangkan Ani sedang diwawancara oleh seorang presenter acara talkshow populer tersebut.
"Selama dokter Ani menjadi dokter, apa tantangan terberat yang dokter hadapi?, mungkin ada salah satu artis yang terlalu cerewet saat perawatan kecantikan di klinik anda?"
"Owhh... Tidak. Artis-artis yang datang ke klinik saya semuanya baik-baik" Jawab Ani dengan senyum tercantiknya.
"Jadi selama ini dokter Ani tidak pernah mengalami kesulitan dalam menjalankan perannya sebagai seorang dokter terkenal?"
"Sebenarnya sih pekerjaan sebagai dokter ini menyenangkan, tapi seperti yang tadi saya ceritakan. Banyak orang-orang yang kurang kerjaan, yang iri melihat ke suksesan kami"
"Maksud anda Mr. B tadi?"
"Owh... Anda sebagai presenter cerdas sekali" Ani tertawa bangga. "Iya salah satunya Mr. B yang selalu kurang kerjaan menulis kritikan tidak mendasar akan profesi kami sebagai seorang dokter"
"Kelihatannya anda sangat kesal sekali dengan Mr. B itu" Si presenter tertawa kecil melihat wajah kesal Ani. "Tapi sepengetahuan saya wartawan koran daerah yang dokter Ani maksud itu belum pernah menulis artikel rentang anda".
"Dia memang tidak menulis artikel tentang saya, tapi dia menulis artikel tentang sahabat saya dengan bahasa yang sangat kejam. Kemungkinan Mr. B itu psikopat yang menjadikan dokter wanita sebagai targetnya" Ani menatap tajam ke arah kamera, sehingga Budi yang sedang menonton televisi di rumahnya seolah sedang ditantang langsung oleh Ani
"Hah...! Psikopat?, Dia kira aku menulis artikel tanpa bukti-bukti yang kuat" Runtuk Budi yang masih setia menonton acara talkshow yang sebelumnya tidak pernah dia tonton.
"Apa dokter Ani sudah pernah mencari solusi terbaik untuk mencegah Mr. B menghancurkan karir dokter-dokter cantik dengan artikel yang dia buat?. Saya juga sering membaca dan kadang ikut menyelidiki kebenaran artikel yang ditulis Mr. B, dan sepertinya yang dia tulis adalah fakta"
"Kau benar!, hah ternyata otak seorang presenter lebih cerdas dari pada otak dokter sok cantik seperti mu" Omel Budi pada televisi di depannya.
Ani tertawa meremehkan. "Saya sudah pernah beberapa kali bertemu si Mr.B itu, dan saya sangat yakin kalau dia mempunyai kelainan jiwa. Dia terlalu iri dengan kebahagiaan orang lain, makanya dia sangat berambisisi untuk merusak kebahagiaan dokter-dokter seperti kami. Dari segi penampilannya saja dia sangat urakan". Ani Berakting bergidik ngeri di hadapan kamera. "Mungkin jika dia duduk di pinggir toko orang akan bingung membedakan apakah dia wartawan atau orang gila yang tak terurus"
Budi meraih ponselnya, menyalakan kamera depan ponsel, mengamati wajah kucelnya dari layar ponselnya. "Kali ini kau cukup benar". Sadar Budi kemudian kembali fokus lagi ke layar televisi.

KAMU SEDANG MEMBACA
A and B (End)
RomanceIni cerita tentang romansa Ani dan Budi, dua anak manusia yang bertemu dengan peramal tua yang mengikat jodoh mereka. Mereka terjebak untuk mengikuti pahit getirnya takdir mempermainkan nasib mereka. Hingga akhirnya mereka menyerah dan pasrah, pada...