Rekreasi Tim Basketnya Matra

1.5K 101 4
                                        


Gue nitip Affan ke Nabila atas persetujuan kak Gaga. Keduanya gak keberatan sama sekali, tapi radak gak nyaman dengan tingkah Affan yang alay, karena sejak dia nginjakin kaki di salonnya Nabila dia gak berhenti ngomel ngeliat tempat ini yang menurutnya mirip dengan tempat para banci. Apalagi waktu dia tau kalau pemiliknya seorang gay, dia justru mandang jijik Nabila dan kakak gue. Mendekat juga ogah-ogahan.

Dia maksa balik tinggal sama gue, tapi gue nolak dan ngancam dia. Gue bakal nganter dia ke hotel tempat bokapnya tinggal. Dia baru nurut tapi dengan syarat dia gak mau deket Nabila dan kak Gaga, bahkan ngasih jarak 100 meter dari mereka.

"Jadi lo udah ketemu dengan selingkuhan bokap?"

Gue baru sempat cerita kejadian waktu itu ke kak Gaga, Nabila dan kak Barka. Kita lagi ngabisin waktu makan siang sambil ngobrol di kafe dekat salon.

"Jadi bocah ini calon adek tiri kita?"

Gue anggukin kepala sebagai jawaban iya.

"Siapa yang bilang gue doyan jadi adek lo? Cih!" tolak Affan sarkas.

Kak Gaga mukul kepala Affan. "Diem lo!"

"Gue punya mulut. Hak gue nolak lo jadi kakak gue"

"Heh bocah, sekali lagi lo gak bisa ngomong sopan, gue usir lo dari rumah pacar gue"

Affan pura-pura muntah. "Najis! Gue berharap lo ngusir gue dan gue bisa tinggal lagi bareng calon pacar gue"

"Apa lo bilang?" kak Gaga geram. "Gak waras lo"

"Lo yang gak waras, batangan doyan batangan. Sinting!"

"Lo...!!!!" kak Gaga mencekram kerah Affan dan hampir nonjok mukanya kalo aja Nabila gak nahan tangan kak Gaga. "Bocah sialan!"

Karena keadaan gak stabil, kak Barka justru ngalihin obrolan. "Btw, gimana ceritanya kalian bisa masuk kantor polisi?" tanya nya sambil mencomot makanannya.

Gue hela nafas panjang. "Tanya biangnya langsung" gue nunjuk Affan.

Semua mata beralih ke Affan. Dia mendengus sebal. "Gak usah hakimin gue. Gue cuma bela diri doank"

"Bela diri pantat lo!" desis kak Gaga yang masih emosi.

"Meskipun gue preman gue masih punya harga diri"

"Cih"

"Gimana bisa kalian nonjok anak orang sampek babak belur?" tanya kak Barka lagi.

"Mereka duluan yang cari gara-gara sama gue, duit gue juga dirampas. Nyokap gue dibilang pelakor, bokap gue dibilang psikopat"

"Emang bener" gue mendelik denger respon kak Gaga.

"Terus lo nonjok mereka? Gimana Matra bisa bantuin lo?" kak Barka tetep santai dengan sikapnya.

Affan cerita sambil nyedot minumannya. "Gue kalah jumlah. Meski gue jago taekwondo, 1 lawan 5 lumayan bikin gue kewalahan. Waktu itu Matra tetiba muncul"

"Dia ikut lo kelahi?"

Affan ngibasin tangan. "Tu cowok gak ada kerennya sama sekali. Letoy kayak lo" tunjuknya tepat di muka kak Gaga. Kak Gaga lagi-lagi gerah pengen nonjok. Nabila nahan dia. "Dia malah berencana kabur waktu liat gue babak belur dan mereka juga nargetin dia karena ketahuan mukulin gue.

Gue kira dia punya nyali nyamperin gue. Tapi sebaliknya, dia malah narik gue dan ngajak gue kabur"

Kak Barka ngakak sampek minuman yang baru masuk ke mulutnya nyembur. "Terus?"

Greatest BlessingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang