Gue nyamperin Nabil di tempat salon nya. Dia lagi sibuk nata rambut pelanggan cewek nya.
"Kak Gaga datang jam berapa?" tanya gue basa-basi
"Biasanya sore sekitar jam 5"
"Pulang kerja langsung nemuin lo?"
"Biasanya gitu"
"Terus habis itu? Kencan?"
"Biasanya makan doank di kafe depan"
"Ada rencana kemana setelah itu?''
"Biasanya kalo Gaga mood ya ngajak kencan"
"Gue ikut!"
"Ha?" dia noleh sebentar. "Gak salah lo?"
"Males pulang gue. Butuh refreshing. Otak gue muter mulu kalo di kurung terus"
Nabil senyum. "Ya terserah lo. Asal jangan ganggu moment aja"
Gue berdecak. "Yang lo pacari itu kakak gue, ya terserah gue lah"
Nabil geleng kepala. "Males gue debat sama bocah" dia senyum puas liat hasil karya nya selesai. "Selesai"
Cewek itu juga keliatan puas banget dan keluarin uang buat bayar biaya nya kemudian pergi dengan wajah berseri.
"Sejak kapan lo nyalon?"
"Sejak bokap ngusir gue dari rumah"
"Ketauan homo?"
Nabil menggeleng. "Karena gue suka nyalon, bokap gak terima"
Gue manggut-manggut. "Terus, kapan lo ketemu kak Gaga"
"Kepo amat lo"
Gue ngedikin bahu. "Penasaran gue cowok seganteng kalian mutusin jadi homo-homoan. Kalo lo normal udah embat lo"
Nabil ketawa, ngacak rambut gue. "Nyesel lo gak jadi nikah sama gue?"
Gue mendengus. "Kalo lo bukan pacarnya Gaga ya udah gue nikahin lo" Nabil perhatiin gue sebentar. "Kenapa lo liatin gue gitu amat? Hati-hati lo naksir gue"
"Gimana hubungan lo?" tanya nya ikutan duduk di atas meja.
Gue seruput minuman gue sebelum jawab. "Gue anti brondong. Gue benci brondong. Brondong bukan style gue. Wajar donk gue ngamuk-ngamuk minta pisah"
Nabil hela nafas. "Kalo yang lo khawatirin masalah pemimpin, Matra lebih dewasa daripada lo"
Tepat saat gue pukul kepala Nabil pakek sendok, kak Gaga datang.
"Ngapain lo disini?" kak Gaga gak suka liat gue, dia lepasin jas kantornya dan lempar nutupin muka gue. "Gantung di belakang lo"
"Sialan!" meski kesel, gue nurut. "Gue ikut kencan"
"Ha?" kak Gaga noleh liatin gue masang muka 'becanda lo'.
"Gue bosen di rumah"
Dia liatin gue dari atas ke bawah. "Belum pulang lo?" gue ngedikin bahu. Kak Gaga lanjutin buka kemeja. "Ganti baju lo. Males gue liat baju resmi yang lo pakek, persis tante-tante"
Gue mendelik, sedang Nabil ketawa.
"Di atas ada kaos gue. Lo pakek aja" Usul Nabil
"Kegedean" tolak gue.
"Daripada kemeja lusuh lo" ledek kak Gaga lagi.
Hampir aja sendok di tangan gue kelempar ke wajahnya. "Bacot lo"
"Kalo ikut cepet ganti baju" kak Gaga udah selesai ganti pakaian lebih santai.
Gue mendengus. "Lo gak ganti?" tanya gue ke Nabil
KAMU SEDANG MEMBACA
Greatest Blessing
Romance[Completed] Dikelilingi cowok-cowok kampret bin absurd, bikin dunia gue ikutan jungkir balik. Dimana gue punya 2 kakak cowok, yang pertama namanya kak Barka yang udah jadi playboy bertahun-tahun dan hoby nya suka kawinin anak perawan orang dan kakak...
