Lo Lupa Punya Gue?

1.7K 103 7
                                        


Gue melongo liat Matra duduk di hadapan gue bawa sepiring makanan waktu gue makan sendirian di jam pelajaran sedang berlangsung. Gak ada siswa yang keluyuran jam segini. Karena gak ada jadwal pagi, gue nyempetin sarapan sebentar sebelum jadwal gue masuk.

Kita baru nyampek jam 3 pagi dan gue hampir telat berangkat sekolah. Karena itu gue gak sempat nyiapin sarapan.

"Ngapain lo disini?" tanya gue ketus. Gue belum mood bicara sama dia.

"Lo gak liat gue juga lagi sarapan?" satu sendok nasi masuk ke mulutnya dengan wajah seolah sedang ngejek gue.

"Ini kantin sekolah"

"Gue gak bilang ini kantin kampus gue"

Gue nahan emosi sebisa mungkin. "Lo bisa makan di kampus lo sendiri" suara gue sedikit meninggi.

"Lo disini jadi gue ikut lo makan disini juga"

Gue geram tapi males lanjutin perdebatan ini. Bisa-bisa gue naik pitam. Gak mungkin gue marah-marah di lokasi yang gak memungkinkan kayak gini. Gimana pun ini urusan rumah tangga gue.

"Gue tunggu di parkiran sepulang sekolah. Gaga ngundang kita ke acara ultah Nabil"

Gue kaget. "Ultah Nabil? Hari ini?" Matra ngangguk. "Kenapa kak Gaga gak bilang ke gue langsung?" gumam gue radak kesal.

Matra ngerogoh saku jaketnya dan letakin ponsel gue di atas meja. Gue melotot. "Temen gue nemuin ponsel lo di hotel tadi pagi. Mungkin karena kehabisan batrei kakak lo gak bisa hubungin lo"

Saking emosinya, gue lupa sama ponsel gue sendiri. Sampai detik ini gue gak nyadar kalo lagi gak pegang benda ini. "Thanks"

"Sama-sama. Sebagai gantinya lo bayarin makanan gue, ya"

Gue mendengus, dia naik turunin alisnya. "Dasar berandal tengik"

"Berandal yang berhasil nyuri hati lo"

"Hati lo pe'ak"

Dia ngakak dan ngehabisin makanannya. "Thanks traktirannya. Gue tunggu di parkiran" dia pergi, lambaiin tangannya sambil terus jalan membelakangi gue.

Garpu yang gue pegang nancap gorengan hati sapi di piring gue dengan ganas. "Liat aja, lain kali bakal gue balas perbuatan lo, brengsek!" lalu gue masukin ke mulut gue tanpa gue potong kecil-kecil.

Gue pengen balas dendam.

*****

Nabil ngadain acara sederhana di salah satu kafe milik teman dekatnya. Cuma acara minum-minum dan makan bersama di tempat yang disiapkan khusus untuk acara ini. Lebih tepatnya di belakang restaurant di sekitar kolam renang. Lumayan, banyak tamu yang diundang, bahkan mereka bersikap biasa aja dengan hubungan Nabil dan kak Gaga. Terkecuali bocah yang duduk di pinggir kolam dikelilingi wanita-wanita seksi. Affan.

"Kalian dateng bareng?" sapa Nabil dan kak Gaga. Pakaian mereka terlihat casual kayak biasanya. Gak ada yang special.

"Sory, ponsel gue kehabisan batrei" sesal gue ke kak Gaga setelah tadi ngecek dia hubungi gue beberapa kali.

"Santai. Btw, lo ditunggu kak Barka di sana" tunjuk kak Gaga ke salah satu meja yang di kerubuni beberapa cowok dekat panggung kecil.

"Gue disuruh kesana?" gue ragu liat suasana yang gak memungkinkan buat gue kesana.

Kak Gaga ngangguk. "Itu semua temennya doank"

Gue merhatiin sekitar. "Pacarnya gak datang?"

"Datang..." kak Gaga ikutan nyari sesuatu. "Disana..." tunjuk kak Gaga ke tempat dimana Affan duduk. Diantara wanita yang disana ada wajah Yori. "Mereka berantem"

Greatest BlessingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang