Gue balik ke apartement diantar Affan. Gue masih kepikiran fakta mengenai Matra. Apa bener dia masih kuliah? Tapi kenapa di mata gue gak keliatan gelagatnya yang masih ingusan?
Gue gak nemuin Matra disini. Dia belum pulang. Ini kesempatan gue obrak-abrik identitasnya.
Gue buru-buru ngecek lemari nya. Pakaian-pakaian yang menghalangi pencarian gue, gue buang ke sembarang tempat sampek gue temuin sekotak berkas-berkas mengenai dirinya di laci lemari. Satu-satunya yang gue incer adalah akta kelahiran nya.
Hampir beberapa menit, apa yang gue cari ketemu. Gue langsung cek tahun kelahirannya dan angka yang tertera disana bikin bulu kuduk gue merinding dan spontan kertas yang gue pegang gue buang jauh-jauh.
Gue lemes. Akta kelahiran itu buktiin apa yang gue pikirin bener.
Gue mondar mandir mikir fakta yang gak bisa gue terima. Gimana bisa gue kecolongan nikah sama brondong, spesies yang paling gue murkai dalam hubungan percintaan gue.
Percintaan?
Cinta main mobil-mobilan maksud lo, Bel?
Astaga, mau ditaruh dimana muka gue? Suami gue brondong akut. Kenapa selama ini gue mau-mau aja diperbudak sama brondong? Gilaaaa.
Gue harus ngelakuin sesuatu. Gue harus ngelakuin sesuatu.
Secepat kilat gue keluar dari sana tanpa ngerapiin barang-barang nya yang berserakan. Gue gak ada waktu mikir itu. Gue harus ketemu kakak-kakak gue. Cowok brengsek itu udah berani permainin gue.
Anjing sialan!
*****
Kak Gaga dan kak Barka udah dateng ke tempat Nabila. Nabila juga udah tutup salon nya. Saat gue datang, mereka bertiga udah kumpul nunggui gue.
"Ada apa sich lo manggil kita-kita. Kerjaan kita numpuk gara-gara lo"
Tas gue kelempar ke arah kak Barka. "Protes mulu lo" gue dudukin diri di samping kak Gaga. Mijet dahi gue. Pusing.
"Kenapa lo?" tanya kak Gaga. "Masalah suami lo lagi?"
"Gue pengen botakin kepalanya lagi kak" ketiganya saling pandang. "Gue pengen cerai"
"HA?"
Kak Barka nyamperin gue. "Eh eh, jangan asal ngomong lo. Lo sendiri yang tarik dia ke pelaminan, lo sendiri yang rebut pesta pernikahan Gaga, sekarang lo pengen cabut dari pernikahan konyol yang lo buat sendiri. Kalo nyokap tau, mending gantung diri sono di pohon toge belakang kantor gue"
"Gue bakal gantung diri setelah tanda tanganin surat cerai nya" kak Gaga nimpuk kepala gue pakek bantal. "Lo hoby banget mukul kepala gue"
"Mending lo ceritain dulu apa permasalahan lo" Nabil angkat bicara.
"HEH..." gue tunjuk mukanya garang. Dia berjingkat kaget. "Ini semua gara-gara lo tau nggak? Coba gue gak kasian sama penderitaan lo, gak bakal gue nikah sama dia"
"..."
"Selama ini gue ketipu sama kunyuk satu itu"
"Ketipu?"
"Dia itu....dia itu masih kuliah kak. MASIH KULIAH"
"Terus kenapa kalo masih kuliah? Bagus donk" timpal kak Gaga.
"Bagus apaan? Gue nikah sama brondong. BRON-DONG. Suami gue BRON-DONG. Gimana gue bisa tenang? Pokok nya gue pengen gugat cerai. Gue gak mau punya suami brondong ingusan kayak dia. TITIK. Pokoknya gue pengen CE-RAI" jelas gue menggebu-gebu.
"Darimana lo tau dia masih brondong?" tanya kak Barka heran.
"Gue gak sengaja liat dia di kampus"
KAMU SEDANG MEMBACA
Greatest Blessing
Romance[Completed] Dikelilingi cowok-cowok kampret bin absurd, bikin dunia gue ikutan jungkir balik. Dimana gue punya 2 kakak cowok, yang pertama namanya kak Barka yang udah jadi playboy bertahun-tahun dan hoby nya suka kawinin anak perawan orang dan kakak...
