"Oi Bocah! Kalau kau sayang nyawa, sini serahin semua barang-barang milikmu!"
Bocah tersebutpun masih tidak bergeming dengan kata-kataku tadi. Mungkin karena dia merasa ketakutan akan seseorang yang dia anggap preman malam.
Keinginanmu untuk melindungi nona muda adalah hal yang benar-benar patut aku puji. Tapi jangan salah, ini ya ini, itu ya itu. Sudah tugas kita untuk memenuhi perintah nona muda.
Andai saja nona muda tidaklah memberi perintah ini, aku rasa aku bisa akrab dengan bocah sepertimu. Jadi kurasa perintah dari nona muda kali ini sedikit agak disayangkan...
"Faris, jangan berlebihan ya,.. Dia hanyalah bocah SMA."
"Santai Farhan, aku faham akan hal itu."
Setelah mengatakan itu Farhan pun mulai mendekati itu bocah. Hoho dia masih tidak berpidah dari depan nona muda kah?
"Oi! Kurasa kau butuh beberapa pelajaran!"
"Maaf saja, tapi aku tidak ingin mendapat pelajaran dari preman malam seperti kalian berdua."
"Eh, Al? K-Kau mau melawan mereka?"
"Tenanglah Naila. Walaupun begini, aku pernah belajar bela diri..."
Hmm? Kenapa kau tidak langsung menyerang Ris? Ahhh,.. Kulihat bocah tersebut sedang mempunyai percakapan dengan nona muda.
Nah, Menyela nona muda yang sedang berbicara adalah hal yang sangat tercela bagi para pelayan setia seperti kita. Jadi tindakan yang dilakukan oleh si Faris sangatlah tepat.
"Berani sekali kau bocah tengik bicara dengan orang lain saat berhadapan denganku!!"
Ehhhhhh!!!! Faris jangan bilang kau sebenarnya marah besar karena dia mengacuhkanmu? Aku kira tadi itu kamu memberi waktu untuk nona muda berbicara!!
Aaah, bocah itu dalam masalah besar sekarang.
Jika kau lihat sekilas, bukankah kau juga akan setuju denganku? Seorang bocah SMA dengan tubuh seperti itu dihadapkan dengan seseorang besar dan berotot yang sedang marah.
"Aaargggh!!"
Ris! Jangan bilang kau mau memukul bocah itu dengan pukulan seriusmu!! Bisa gawat nanti!!
"Oii Rii-"
Tepat sebelum aku mengingatkan si Faris, Faris sudah meluncurkan tinjunya ke arah wajah bocah itu. Arrgghh,.. Apa yang kau lakukan Ris!!
Apa yang terjadi adalah anak itu terlempar jauh akan pukulannya. Mungkin itulah yang kebanyakan orang terka saat ini, termasuk diriku,..
Tapi apa yang aku lihat sungguh sangatlah berbeda dari terkaanku.
Bocah itu menghindari pukulan si Faris degan menggerakkan kepalnya agak ke kanan.. Dengan pukulan langsung dan tanpa gerak tipu seperti itu, tentusaja memprediksi alur tinjuan adalah hal yang mudah untuk seseorang yang sudah terbiasa bertarung,.. Tapi bukankah tubuh bocah itu adalah tubuh yang tidak pernah berolahraga? Kebetulankah?
Tepat saat aku menyimpulkan hal itu, apa yang kulihat berikutnya adalah hampir seperti seorang yang bener-bener ngeremehin orang.
Bocah itu mengacungkan jempol tangan kanannya. Tapi yang membuatku lebih terkejut adalah dia mengarahkan jempol tersebut ke perut kiri si faris, tepat beberapa centimeter di atas pinggangnya, dan tentusaja masih dengan posisi genggaman tangan seperti itu.
"AAHHH!!!"
Si Farispun terjatuh ke kanan sembari memegang bagian perutnya yang baru saja diserang bocah itu.
""Eh.?""
Suara itupun secara tidak sadar keluar dari mulut nona muda dan mulutku.
Apa? Apa yang baru saja bocah itu lakukan? Gerakan menyerang bocah itu tidaklah cepat, dan juga pasti tidaklah bertenaga. Tapi kenapa yang ada di pandanganku adalah wajah si Faris yang kesakitan sembari terjatuh di aspal?
Bukankah ini aneh?
Ah, sekarang aku ingat, bukankah lokasi yang tadi bocah itu serang adalah lokasi yang sangat menggelikan saat digelitiki?
Akhirnya sekarang aku faham, berhubung dia tidak punya kekuatan dan kecepatan, maka yang dia incar adalah tempat sensitif. Cara dia untuk mengatasi musuh yang seharusnya tidak mungkin dia kalahkan benar-benar mengejutkanku.
Bocah itupun melangkahkan kakinya dan berjalan menuju ke arah si Faris terjatuh. Apa yang terjadi selanjutnya adalah sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya dalam drama 'seorang pahlawan yang melindungi tuan putri'. Kau bertanya kenapa? Karena...
"Hah!! Sudah kuduga, hanya inilah yang bisa dilakukan oleh seorang preman malam! Bukankah harusnya kalian yang pilih harta atau nyawa!? Hahaha!!"
Dia mengatakan itu sembari menginjakkan kakinya ke arah salah satu telapak tangan si Faris yang ada di tanah..
Provokasikah? Si Farispun mengangkat kepalanya melihat ke arah si bocah yang sedang bicara.
"Haah!?? Kenapa kau liat aku dengan tampang menyedihkanmu itu ha preman malam!!??"
!!! Gawat, aku baru saja ingat kalo si Faris orangnya mudah terpancing. Bocah, kurasa kau salah besar, meski kau menginjakkan kakimu ke tangannya saat ini, bukan berarti tangan yang kau injak tidak bisa gerak. Mengangkat seluruh tubuh kecilmu itu dengan satu tangan adalah hal yang bisa Faris lakukan dengan mudah!!
"Haaaahhhh!!-"
Tetapi saat Faris mulai marah dan teriak, apa yang terjadi selanjutnya lagi-lagi membuatku merasa takjub, kurasa saat ini aku harus menyebutnya sebagi 'merasa terteror' daripada 'merasa takjub' karena,..
Apa yang dilakukan bocah itu adalah, menendang dagu si Faris dengan lutut kaki miliknya, tentu saja lutut dari kaki yang tadi menginjak tangan si Faris. Tendangan tersebut ia lakukan tepat saat si Faris mulai teriak marah.
Saat ini, tepat di depan bocah tersebut adalah badan si Faris yang terlentang tak sadarkan diri. Untuk pertamakalinya aku merasakan rasa teror semacam ini pada bocah yang berbadan lemas seperti itu...
Aku yakin diriku saat ini pastilah sangat berkeringat, aku sampai bisa merasakan bahwa saat ini semua bulu kudukku berdiri,..
Oioi,.. Bukankah ini absurd? Aku yang hampir setiap harinya bertarung melawan mafia-mafia dari family lain saat ini merasa terteror hanya karena seorang bocah SMA yang berbadan loyo seperti itu?
JANGAN BERCANDA!!!
Itulah kemungkinan yang akan aku teriakkan, tapi yang aku rasakan saat ini memang benar adanya,... Sial, harus bagaimana aku!!
Tanpa kusadari salah satu kakiku melangkah ke belakang.. Sebegitu ketakutannya kah instingku saat ini? Seriusan,... Nona muda, bagaimana bisa anda menemukan bocah semacam ini..
Sesaat aku secara tak sadar melangkah ke belakang, tiba-tiba saja bocah itu menolehkan wajahnya ke arahku dan berkata,..
"Hoho, tentu saja kamu akan lari, mana mungkin preman malam peduli akan temannya yang sedang tak sadarkan diri,.. Hahahaha"
Diapun mengatakan hal itu dengan memasang wajah meremehkan seseorang..
Saat itupun nalar dan insting yang biasa aku banggakan kalah dengan kemarahanku. Aku merasa ada sesuatu yang salah dengan tindakanku saat ini, tapi siapa peduli!! Aku ingin memukul bocah itu!!!
Akupun mulai berlari ke arah bocah itu dengan sekuat tenaga.
Baju yang dipakai Faris saat ini adalah kaos longgar, otomatis serangan yang seperti itu ke arah perut pasti akan langsung berdampak. Tapi aku saat ini menggunakan jaket, tidak mungkin bagimu untuk melakukan serangan yang sama kepadaku!!
Setelah aku merasa diriku sudah dekat dengan dirinya, akupun mulai meluncurkan pukulan. Tepat saat itupun aku kehilangan kesadaranku.
______________________________________________
Author Note:
Haaah susah juga nulis bergenre action...
Bagaimana merut kalian? Parahkah? Atau bagus? Tinggalkan tanggapan kalian di kolom komentar ya^^.. plus, klik gambar bintangnya juga ya^^
Haah.. viewerku akhir-akhir ini entah kenapa turun lho...
Oh iya... bagi kalian yang baru datang ke ke sini jangan lupa klik "follow" ya..
Sampai jumpa lagi besok selasa dimana^^
Sudah kangen dengan POV-nya si Aldi kan pasti? Ahahaha
KAMU SEDANG MEMBACA
GETAR-GETAR GAK GUNA
HumorRekor tertinggi: Rank 3 - Humor [21 April 2018] Satu tahun lalu di kota Atlantaris, terjadi sebuah fenomena. Sebagian berkata itu adalah fenomena magis, sebagian berkata bahwa itu adalah fenomena distorsi ruang, sebagian berkata bahwa dikarenakan pe...
