PART 33
THE WEDDING
Dan, akhirnya hari yang dinanti-nanti oleh Yoongi pun tiba. Hari dimana ia akan mengucapkan janji suci bersama Jimin di depan Pendeta, dan Tuhan. Dimana ia akan terikat dengan Jimin untuk selamanya, dan tidak ada satu pun orang yang akan bisa memisahkan mereka.
Meskipun senyum manis seakan tak pernah luntur dari wajah cantiknya yang kini sudah dirias sedemikian rupa, sehingga menambah pesona dan kecantikannya. Namun, siapa yang coba ia bohongi? Sesuatu di dalam sana terasa mengganjal, seakan menolak, namun egonya tak mau mengalah.
Menggeleng kuat kala tiba-tiba saja kepalanya dipenuhi senyum seseorang yang begitu ia benci, sosok yang hampir menghancurkan harapan serta mimpi indahnya di saat-saat terakhir dengan hadiah yang diberikannya dalam tubuh Yoongi –Kim Namjoon.
Kim Namjoon, sosok yang dengan berat hati ia akui sebagai penghibur terbaiknya di saat-saat terpuruknya kala Jimin mencampakkannya demi Jungkook –si Lelaki jalang-miskin yang telah berani-beraninya merayu Jimin nya. Ya, Namjoon sosok yang dapat menenangkannya dengan caranya sendiri, membuatnya lupa akan segala lara dan kesulitannya dengan kharismanya dan segala perlakuan manisnya yang tidak berlebihan, sesuai dengan sosok yang diidamkannya.
Lagi-lagi Yoongi menggeleng kuat kala dirasanya kepalanya mulai memikirkan hal-hal konyol. Cih, persetan dengan segala bantuan Namjoon! Laki-laki itu pula lah yang hampir saja menghancurkan harapannya untuk bersanding dengan Jimin di pelaminan.
Lalu, tanpa sadar tangannya terangkat untuk mengelus perut datarnya, menatapnya lirih.
"Hei, kau tahu? Aku tidak akan melenyapkanmu, tapi sebagai gantinya kau akan memiliki Ayah baru," bisik Yoongi pada calon bayinya yang bahkan sama sekali belum berbentuk apapun di dalam sana.
Mengangkat wajahnya, kembali menatap pantulan wajahnya di cermin itu, begitu anggun dan cantik, siapapun takkan pernah menolak memiliki calon pengantin seperti Min Yoongi.
Kecuali Jimin, mungkin. Ya, Lelaki bermata kecil itu pun kini tengah berada di ruang pengantinnya, membiarkan beberapa tangan memoles apik wajah tampannya, membuatnya terlihat semakin mempesona, sementara matanya menatap kosong pantulan wajahnya di cermin.
Ya, akhirnya ia akan menikah, mewujudkan harapan terdalamnya, namun ia sama sekali tak merasa bahagia akan itu. Memang, ia ingin menikah, tapi dengan Jeon Jungkook, bukan Min Yoongi seperti apa yang akan terjadi dalam satu jam kedepan.
Memejamkan matanya kala dirasa mulai memanas. Sial, ia memang tak pernah sanggup menghapus bayang-bayang Kekasih hatinya –Jeon Jungkook- barang sedetik saja. Dan kini, dadanya terasa sesak, rasa bersalah menghujamnya hingga ke palung jiwa kala membayangkan Jungkook nya yang tengah menangis tersedu saat melihat acara pernikahannya melalui tayangan televisi nanti.
Oh, Park Jimin, mengapa kau harus berakhir mengenaskan seperti ini!? Apa kau bahkan seorang Laki-laki saat kau sendiri tak sanggup melindungi orang yang kau cintai dengan kedua tanganmu sendiri?! Sial, air mata semakin menumpuk di pelupuk matanya.
'Maafkan aku, Jungie-ah. Sungguh, maafkan aku..' lirihnya dalam hati seraya memejamkan matanya, membiarkan bulu matanya yang semula kering dan lentik karena polesan maskara sedikit basah dan menyebabkan tinta hitam samar-samar mengotori bawah matanya.
Mereka –sang Perias tampaknya lebih memilih menjadi orang buta, dan tak ingin membuat spekulasi apapun mengenai apa yang dilihatnya pada sang calon pengantin Pria yang tengah mereka rias itu. Hanya mencoba memperbaiki riasan seraya menghapus noda maskara disana.
"Maafkan aku," bisik Jimin sesal untuk para Perias itu, namun mereka hanya mengulas senyum tipis sedikit menyiratkan rasa iba mereka –yang entah sejak kapan masuk ke dalam hati mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Philophobia (JiKook / MinKook)
FanfictionPhilophobia Cast : Jeon JungKook, Park Jimin Genre : romance, hurt / comfort, sad Rate : T Length : chapters Author : VJin Cover : VJin DISC. : THIS FANFICT IS BELONG TO ME! DO NOT CO-PAS WITHOUT MY PERMISSION! DO NOT PLAGIARISM, PLEAS...
