20. Hopless Failure Heart

7.6K 623 72
                                        

Masih mau minta maaf sama Jeka Stand... 😁😁

You know what i mean.. 😁😁

Sorry for typo 😊







Sebuah cermin adalah refleksi yang menampakkan wujud diri. Sebuah cermin tak akan pernah berbohong apalagi memanipulasi. Apapun yang terpantul, adalah apa adanya diri.

Cermin perlambang hati. Sesuatu yang suci. Tak pernah ingkar, juga munafik. Cerminan diri atas segala hal yang terjadi. Sikap, perangai dan emosi, semua dalam kendali hati. Tergantung, bagaimana manusia memposisikan hati mereka masing-masing.

Braaakkkk…..

Shin Jihoon terlonjak kaget. Ketika ia meratapi kepergian Jungkook tepat di depan matanya. Mendadak pintu ruangan itu terbuka paksa dari luar. Keadaan hening membuatnya hampir saja jantungan. Seseorang secara brutal merusak pintu dan memaksa masuk kedalam. Shin Jihoon terdiam tenang dengan lelehan air mata di wajahnya. Terlukis kesedihan terdalam di air mukanya.

Dooorrrr….

Crasss

Bruuukkkk….

Belum hilang keterkejutannya, dengan kedatangan seseorang yang tiba-tiba, dobrakan pintu itu dibarengi dengan suara letusan senjata api. Shin JI Hoon masih terdiam di tempatnya. Memandangi Jungkook dengan mata berkaca-kaca. Relung hatinya pedih tak terkira.

Hoseok masuk mendadak, dengan wajah panik. Ia melontarkan peluru tanpa ragu. Memutus utas tali yang menggantung tubuh Jungkook. Jungkook, yang tadinya tergantung,  jatuh berguling dengan kepala membentur lantai cukup keras.

“Hoseok… apa yang akan kau lakukan…?”

Shin Jihoon berubah panik. Hoseok tak bersuara sedikitpun. Ia hanya bergerak, dan nampak bingung dengan apa yang akan ia perbuat. Pelipis Jungkook mungkin robek. Darah segar mengucur cukup deras, meleleh di sepanjang tepi wajahnya dan membasahi lantai tempat ia terbaring.

“Aku tidak akan membiarkan kalian hidup tenang…,”

Ucapan Hoseok di barengi dengan tatapan mata tajam. Membuat Shin Jihoon bergidik ngeri untuk yang pertama kalinya. Kemarahan yang Hoseok tunjukkan selama ini, belum bisa membuat Shin Jihoon ketakutan. Tapi kali ini sangat berbeda. Shin Jihoon melihat Hoseok terselimuti emosi yang meluap. Dan itu mengerikan. Itu firasat buruk.

Hoseok mendekat ke arah Shin Jihoon. Ia mengikatkan seutas kain hitam di kepala orang tua itu. Lebih tepatnya, menutup kedua matanya.

“Hos-…mmmp…!!”

Ia juga menutup mulut Shin Jihoon dengan lakban hitam. Lengkap sudah, tak ada lagi yang bisa Shin Jihoon lakukan. Ia tak tahu lagi bagaimana nasip Jungkook selanjutnya.

“Hiduplah dalam penyesalan,” Ucap Hoseok berbisik di telinga Shin Jihoon.

Selajutnya yang terdengar hanya derap langkah kaki meninggalkan sisi nya. Hoseok mengangkat tubuh lemah Jungkook yang tentu saja masih dalam keadaan terikat. Shin Jihoon meronta, berharap ikatan di tangannya terlepas. Dia sangat ingin menyelamatkan nyawa cucu yang selama ini terbaikan.

Darah menetes kelantai, dari ujung rambut Jungkook yang terurai. Hoseok memanggulnya di pundak dalam posisinya terbalik.

Traakkk….

Dia melempar sebuah ponsel ke dekat Shin Jihoon. Tak menunggu lama, Hoseok bergegas meninggalkan ruangan itu. Membiarkan Shin Jihoon sendirian. Ponsel yang ia lempar, dalam mode panggilan. Hoseok sengaja melakukannya.

Problematic Affectionate  ( Vkook / Brothership ) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang