22. DIA INGIN LEPAS

99 5 2
                                    

Kali ini entah apa yang dipikirannya entah apalagi yang dia inginkan. Aku sudah tak tahu lagi sekarang dia sudah berubah dia sudah beda bahkan dia perlahan menjauh. Dia ingin apa lagi sekarang? Dia ingin lepas? Iya lebih tepatnya dia ingin lepas dia ingin lepas dari genggamanku, cobaan apalagi ini tuhan.

Sepertinya ini akhir dari kisah romansa pian sinta. Kali ini dia tak ingin dengan siapa siapa seolah olah perjalan kita sia sia. Seolah olah apa yang kita jalani selama ini tidak ada gunanya. Aku tak tahu apa yang ingin membuatnya lepas dariku, aku tak tahu alasannya seolah sekarang aku yang bersalah.

Dia hanya ingin putus dariku dia tidak ingin lagi ada status denganku. Dia seakan tak mau tahu lagi dengan perasaanku. Sayangku kali ini cuman bualan belaka dihidupnya, aku seperti orang bodoh dihidupnya. Percakapanku yang diresponya lebih singkat dari saat dia marah biasanya bahkan hanya satu huruf saja.

"Ay kamu kenapa sih?" Tanyaku
"Aku gamau pacaran" jawabnya
"Lah maksutnya?"
"Aku mau putus"
"Ha kenapa"
"Aku gamau pacaran"
"Lah terus selama ini kita ngapain?"
"Pacaran"
"Lah terus kenapa kamu minta putus? Aku salah apa?"
"Kamu gasalah, aku cuman mau putus"
"Lah iya kasih alasannya apa?"
"Udahlah gausah dibahas , aku gapengen pacaran"
"Kalo kamu bosen itu bilang? Gapapa kok"
"Iya aku bosen"
"Bosen kenapa?"
"Aku bosen dengan semuanya"
"Iya bosen kenapa?"
"Chat yang monoton, kalau kita lagi jalan terus aku ngambek kamu juga ikut ngambek"

Setelah dia berkata seperti itu seakan bukan thor lagi yang mengetuk hatiku. Seakan semua super hero marvel menyerang perasaanku.

Sakit sekali rasanya iya sakit sekali, dia dulu pernah bilang tak akan pernah pergi dia sudah berjanji. Tapi apa kenyataannya semua hanya bualan belaka semua itu hanya kata kata pemanis saat dia sedang jatuh cinta. Yang kurasa hanya sakit sekarang seakan dia cuma impian yang tak bisa kupertahankan.

"Ay?" Tanyanya
"Iya" jawabku
"Kalo kamu gapengen aku hilang mau gak jadi kakakku aja"

Setelah dia bilang seperti itu aku hanya semakin sekit aku hanya semakin ingin menyendiri. Semua nampak menyebalkan kali itu, aku hanya ingin tidur panjang dan tak mau terbangun waktu semua yang kuperjuangkan seakan tak ada gunanya.

Kau tak pernah peduli semua hal tentangku yang kamu pedulikan semua hal yang berhubungan denganmu. Kau tak pernah mengerti apa yang ku mau kau hanya ingin dimengerti. Bahkan hanya sekedar memajang foto kita berdua saja itu jarang padahal aku setiap hari. Itu memang hal kecil tapi itu menandakan aku benar benar penting buatmu.

Aku hanya ingin tidur saja kali ini dan berharap esok akan kembali seperti semula lagi. Dan nyatanya itu semua mimpi saat aku terbangun aku hanya ingin ada sebuah ucapan selamat pagi darimu. Dan aku baru sadar kamu hanya ingin terlepas dariku, kau mementingkan dirimu dari pada perasaan kita berdua.

Semua impianku denganmu seakan sirna dan tak terjamah. Kini hanya tertinggal rasa dan menjadi asa. Kamu lebih memilih mereka dari pada kita, seakan kataku ini lebih pantas diucapkan laki laki usia 35 keatas tapi ini nyatanya. Aku hanya berharap kamu menarik kembali niatmu untuk pergi.

"Saat kamu ingin pergi, ingat alasan pertama kamu menerimanya untuk mengisi hati"
~bangpian~

PANDANG PERTAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang