18. BEDA DAN BERUBAH

136 6 0
                                        

Dia kali ini sperti orang lain aku tak tahu apa yang merasukiku aku tak tahu apa yang ada didalam hatiku kala itu yang kurasa dia hanya berubah. Sekarang dia tampak acuh denganku dia nampak tak membutuhkanku. Ini ibarat kamu biasanya napas dengan O² dan kemudian kamu dipaksa menghirup CO² apa enak? Enggak kan yah.

Dia kali ini sering sekali menghilang dia sering sekali tak mencariku seperti awal aku pacaran dulu. Bahkan dia semakin cuek dan beda dengan sinta yang kukenal biasanya dia nampak seperti orang lain.

"Ay?"
"Iya"
"Kamu kenapa?"
"Enggak"
"Kalo kamu lagi kenapa kenapa bilang"
"Enggak"
"Aku salah yah?"
"Enggak"
"Maaf kalau aku mengganggumu"
"Iye"

Coba rasain jika kalian jadi aku gimana? Pasti gabisa bales kan. Semua nampak begitu berbeda ada sebuah perasaan dihati yang berkata. Dia ingin renggang sebab dia ingin hal yang baru dihidupnya, mungkin dia sudah bosan. Hello hati kecil asal kau tahu saja aku tak pernah mengakangnya dalam sangkar. Seperti merpati punya pakdeku itu.

Aku hanya merasa akhir akhir ini dia berubah entah apa yang membuatnya berubah apa aku penyebabnya? Aku juga tak tahu. Dia nampak dingin entah hatinya sedang kenapa dia lebih memilih bertemu dengan temannya dibanding dengan diriku aku tak tahu apa salahku aku tak tahu apa yang mengusik hatiku dasar hati tak kompromi.

Aku hanya ingin dia kembali, iya kembali ke sang dewi yang kukenal kali ini. Aku tak suka dengan keadaan ini, ini menyiksa rasa yang sudah kutanam dalam dalam. Seakan sikapmu yang berubah menyuruhku mencabut rasaku yang sudah kutanam ini. Aku tak bisa jika kau suruh aku juga berubah aku ya aku kamu ya kamu.

Dia juga terlihat berbeda entah apa ini sebuah perasaanku atau tebakanku aku tak tahu. Iya dia berbeda dari biasanya yang biasanya paling bawel tiba tiba dia tak bersuara aku tak tahu apa maksudmu kali ini jika kau menuntutku peka? Aku sudah peka tiap harinya tanpa kau suruh

Saat kulontarkan tanda tanya besar dikepalaku kau hanya menanggapinya dengan dingin tanpa perasaan hangat yang berikan padaku setiap harinya waktu itu. Entah kenapa aku merasa sakit karena sikapmu hari itu. Tapi dia sudah menjadi orang lain, ibarat nasi, aku nasinya dia piringnya kamu peran utamanya aku perab pendukung saja.

Aku hanya ingin tahu apa yang mengubahmu aku takut kamu menjauh dan hilang, kalau kata dilan kau tahu apa yang mebuatku sedih? Menghilanglah dari bumi. Aku takut seteleah kamu berbeda dan berubah kamu pergi dan menghilang seperti bayangan yang ditelan malam. Pesanku untumu sang dewi jangan pergi aku tak bisa sendiri aku membutuhkanmu tetap disampingku dan membantuku saat kujatuh.

"Menjaga hati tak semudah menaklukkan hati"
~bangpian~

PANDANG PERTAMACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang