Yah ini bukan sebuah cerita tentang Dilan pastinya tapi ada kaitannya dengan dilan dan asal papa pidi baiq tahu dan semoga dia tahu bukan berarti aku menjiplak cerita papa pidi baiq tapi di ceritaku ini ada unsur Dilannya sebab aku ingin menjadi Dilan untuknya dan dia bisa menjadi Milea untukku.
Aku suka sekali dengan buku karangan papa pidi baiq ini aku sudah baca 3 serinya dari Dilan 1990, Dilan 1991, Milea : suara dari Dilan. Aku jatuh cinta dengan bukunya dan ceritanya bukan berarti aku jatuh cinta dengan Dilan tapi dari cerita yang dirangkai papa pidi baiq ini aku suka sekali.
Dari pembuatan kata kata yang simple dan bahkan nampak romantis jika diberikan pada seorang kekasih itu nampak wow dihadapannya. Dan pacarku ini kuracuni dengan buku karangan papa Pidi Baiq ini dan semoga dia suka dengan buku ini. Tapi kau tahu? Dia juga mulai jatuh cinta dengan buku karangan papa Pidi Baiq ini.
Dan ditahun ini tahun 2018 Dilan bakal difilmkan dan bahkan beritanya sudah mulai menyebar sejak tahun 2017 kemarin. Banyak sekali yang menunggu kehadiran film ini di bioskop Indonesia banyak sekali yang menanti bagaimana acting Iqbal CJR dan Vanesha ini. Termasuk aku dan Sinta aku sudah menunggu film Dilan ini.
Sudah kurencanakan bulat bulat tentang meninton film ini walau apapun yang terjadi aku dan dia harus nonton harus banget. Aku berencana menonton pukul 16.10 dan apa pikirmu? Hujan lebat sekali mungkin tuhan tak menyutujuiku untuk menonton film Dilan ini. Aku berteduh disebuah halte angkut yang mungkin tetap membuatmu basah sebab atapnya kurang rimbun.
Dan dia kali ini sedang masuk angin.
"Kamu kenapa ay?"
"Gatau aku pusing ay"
"Loh kamu tadi udah makan ay?
"Udah kok ay"
"Wah kalo kamu ini masuk angin ay"
"Ayuk pulang ajadeh ay aku takut kamu kenapa napa"
"Enggak kok ay gapapa kok ay"
"Kamu beneran gapapa ay?"
"Iya gapapa kok ay"
Dan hujan sudah nampak redah ku menyusuri jalan menuju gedung bioskop yang akan kutuju. Semakin terang saja alhamdulillah pikirku. Aku sampai di parkiran motor dan kau tahu apa yang terjadi? Hujan bercampur angin yang lebat ah padahal kurang 20 meter lagi kenapa harus hujan lagi sih
Semakin deras hujan yang mengguyur parkiran itu semakin lebat angin yang berhembus. Aku menutupi arah angin yang menuju ke tubuhnya lebih baik aku yang basah ketimbang dia. Aku rela berkorban demi dia aku tidak mau dia sakit karena hujan sebab dia pelangiku kali ini aku tak mau dia redup karena sakit.
Mukjizat tuhan kembali padaku hujan reda dan aku bergegas menuju gedung bioskop itu. Semua nampak berlarian dari parkiran untuk bisa menonton film Dilan yang disutradarai Fajar Bustomi ini. Film yang paling dinanti para remaja ini yang dianggap Dilan adalah manusia paling romantis sedunia kali ini.
Aku memesan tiket dan duduk menunggu jam yang rencananya jam 16.10 kudapat tiket pukul 17.10 jadi aku harus menunggu satu jam dengan sabar demi film Dilan kurela deh menunggu berjam jam. Hanya sekedar menonton dan aku sudah tau ceritanya seperti apa tapi aku selalu tertarik apapun yang berhubungan dengan Dilan.
Pukul 17.10 yang kunanti kali ini tiba juga akhirnya kumasuk dengan nomor tempat duduk J17 dan J18 dan kau tahu apa yang terjadi? Aku salah tempat duduk dengan pacarku ini dan ada seorang penonton yang tiba tiba berkata padaku
"Loh mas iniloh tempat duduk saya"
"Loh mbak di denah depan tadi ini tempat dusuk saya"
"Loh mas C11 ini tempat duduk saya"
"Oh iya mbak maaf"
Dan kau tahu malunya seperti apa! Bayangkan kamu sedang mengajak pacarmu menonton dan kita salah tempat duduk. Malunya tuh disini gituloh, aku berpindah tempat dan kau tahu ku masih salah lagi yaampun aku bodoh sekali sih.
Akhirnya kusampai di tempat dudukku alhamdulillah kali ini benar aku duduk dengannya nyaman dia rebahkan kepala dibahuku menambah syaduhnya film itu trimakasih Dilan. Akhirnya sampai di penghujung film dan memutuskan tuk pulang karena sudah larut malam aku lebih baik mengajaknya pulang sebab tak enak perasaanku dengan orang rumahnya begitulah perasaanku.
Aku pulang dan mampir sebentar disebuah warung nasi bebek pinggir jalan dengan sambal yang agak hambar dan es jeruk yang masam tapi tak apa namanya juga lapar apapun rasanya akan tetap masuk juga kedalam perut yang sudah bernyanyi nyayian lapar ini.
Kupulang menyusuri jalan yang sudah nampak remang remang bintang diatasa sana. Hawa dingin yang semakin memikat kulit ini semakin erat peluknya semakin hangat rasa peluknya. Semakin syahdu malam ini. Aku tak kan pernah lupa malam ini malam dimana malam paling bahagia yang kurasa kali ini . Terima kasih sang dewi Sinta.
KAMU SEDANG MEMBACA
PANDANG PERTAMA
RomanceAkun author berubah menjadi @Bangpian Sebuah kisah tentang remaja SMA yang jatuh cinta dengan adik kelasnya yang baru masuk ke SMAnya Sebuah kisah yang berawal dari cinta pandangan pertama yang mungkin lucu bagi sebagian orang yang mungkin membosank...
