12. 3 PANTAI

185 7 2
                                    

Tepat setelah ujian semester ganjil yah lumayan dapat liburan sampai tahun baru kurencanakan dengannya banyak sekali tempat wisata yang aka aku kunjungi berdua. Banyak sekali tajuk rencana yang jika dibayang begitu hah menariknya. Sebuah liburan panjang yang kubisa isi berdua dengannya. Kau tahulah rasanya jangan dibayangkan aku takut imajinasimu tak karuan

Hari ini 10 januari masih suasana penghujung liburan semester dia mempunyai keinginan pergi ke pantai lebih tepatnya pantai pantai selatan daerah malang semalam sebelum berangkat kita betdiskusi kemana saja besok banyak sekali yang dia inginkan banyak sekali yang dia harapkan aku hanya suka mendengar celotehnya asik bagiku sebuah hiburan tersendiri

Malam sebelum tanggal 10 januari
"Ay kepantai batu bengkung, sendiki, teluk asmoro"
"Kalo kesendiki kata temenku jalannya gaenak ay katanya sih"
"Alaaaah"
"Terus jalannya juga jauh, kamu mau?"
"Jauh banget emang?"
"Iya kalo dari jalan raya masih menyusuri hutan lagi sekitar 4 km kalo ganyasar"
"Yah terus gimana?"
"Liat aja besok"

Semalam suntuk kami tidak tidur sebab ingin sekali cepat datangnya besok. Dan aku sarankan kepada tembemku ini

"Kamu tiduro"
"Bentar lah"
"Besok kita itu berangkat pagi"
"Iya iya bentar"
"Yaudah aku mau tuker motor dulu"
"Kemana?"
"Rumah tanteku"
"Iya ati ati"

Aku akan menukarkan motorku dengan punya tante

Biar lebih safety saat perjalanan menuju pantai yang kami rencanakan. Tanggal 10 pun telah datang aku tidak tidur semalaman agar bangunku tidak kesiangan. Untungnya 3 gelas kopi membuat mataku tetap terjaga. Kau tahulah jika orang normal tidak tidur apa yang dia rasakan mata tidak sanggung menatap apapun didepannya begitulah yah.

Aku berangkat sekitar pukul 5.30 pagi menjemput dia kerumahnya. Aku harap dia sudah berpamitan dengan orang rumah sebab pagi pagi buta sudah pergi dari rumah. Dan sebenernya aku merasa tidak enak aku belum berpamitan dengan orang rumah. Sebab semua masih terlelap di dunia mimpi yang mereka bayangkan waktu tidur kala itu.

Kumenyusuri jalan dengan pelukan erat di tubuhku yang tadi hawa dingin seketika terasa hangat karena pelukan dia. Yang tadi mengantuk menjadi bersemangat akan pelukan yang dia hadirkan pada diriku. Ah tuhan trima kasih kau ciptakan perempuan ini kau tunjukkan padaku seorang gadis yang selama ini menjadi mimpiku.

Jalan kami susuri semakin jauh hingga matahari menampakkan badannya tapi kita tak kunjung sampai. Kau tahukan rasanya duduk berjam jam diatas motor apa yang akan kau rasakan? Aku jamin bokongmu akan panas haduh sungguh aku tidak bohong bokong panas sekali hingga kuberhenti di sebuah pom bensin dan mendinginkan bokongku yang panas ini

Dan kulanjutkan lagi perjalananku sampailah di pantai pertama kunjunganku yaitu pantai batu bengkung butuh sekitar 3 jam dari rumah menuju pantai itu. Jauh! jauh sekali kalau kau naik moge sejenis ninja atau cbr aku jamin punggungmu akan terasa patah. Tanganmu akan terasa tegang, kakimu terasa kram aku jamin dan aku sarankan kau pakai metic saja.

Dan dipantai pertama aku hanya tersenyum melihat dia nampak bahagia sampai di tempat yang dia harapkan. Aku senang saat dia senang padahal menurutku pantainya biasa saja tapi asal bersamanya aku sudah jatuh cinta dengan pantai itu. Banyak sekali karang ditepi pantai menurutku itu pemecah ombak sebab ombak sedang besar besarnya waktu.

Setelah puas berfoto foto ria aku mengajaknya untuk pindah tempat tapi sebelum aku keluar area pantai bengkung ada sebuah pantai disebelahnya yang dinamai weden klopo aku tak tahu apa artinya? Weden dalam bahasa indonesia berarti takut klopo berarti kelapa jadi kalo digabung takut sama kelapa. Aneh aneh saja dan dipantai itu aku jamin kalian akan tercengang sebab ada dua karang besar berdampingan seperti gapura dan itu bagus sekali.

Kulanjutkan perjalananku menuju pantai ketiga kumenyusuri jalan yang semakin panas akibat terik matahari yang sudah diatas kepala. Aku samapai di area pantai teluk asmoro nah dari namanya saja sudah bagus bukan.

Iya tidak salah lagi pantai ini begitu bagus dan indah menurutku entah dengan pacarku. Tapi sebelum kita sampai di pantai itu aku terlibat cekcok sebentar dengan pacarku kau tak perlu tahu masalahnya apa ini privacy ku jadi tolong hormati apa yang menjadi keputusanku begitu lah.

Setelah cekcok itu kami kembali menjadi orang yang paling bahagia di dunia sebab dia aku menjadi laki laki paling sempurna dimuka bumi ini. Aku dan dia menghabiskan waktu seharian dipantai itu nampak nyaman dan tenang bagiku. Tapi cuaca nampak awan sudah menunjukkan kesedihannya. Nampak awan ingin menangis meneteskan air matanya.

Buru buru aku memacu kendaraanku membelah hutan hutan yang menyelubungi jalan ke pantai. Belum sampai dijalan kota aku sudah terjebak hujan di warung pinggir jalan dan memesan sebuah pecel lele dan dia yang makan sedangkan aku makan bekal yang keasinan kebanyakan garam dari rumah. Niatku hemat budget begitulah jadi aku bawa bekal dari rumah.

Hujanpun redah kuberanjak menyusuri jalan kota menuju rumah dengan berteman matahari yang akan diganti rembulan dan bintang malam hari. Semakin erat peluknya dan dia merebahkan kepalanya dipunggungku aku tahu dia lelah dan aku juga lelah tapi aku tahan agar kita segera sampai kerumah.

"Pantai akan tetap menjadi pantai tak akan ada yang berubah. Yang berubah hanya perasaan orang yang pernah datang kesana"

PANDANG PERTAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang