25. RUSUK YANG PATAH

84 6 2
                                    

NB: Dengerin musiknya sampe abis yaw

Setelah luka yang dia berikan, setelah lara yang kurasakan. Kini dia akan pergi dengan perihku ini. Kau tahu semua kenanganku dihapusnya begitu mudah. Kini rusukku patah akibat ulahnya, separuhku diriku pergi meninggalkan raga ini. Aku rasa ini akan jadi sebuah puisi jika kuceritakan bahasa sajak sajak ini. Rusukku yang patah.

Sekarang kamu menawarkan sebuah rasa yang akan membuatku rusukku semakin patah. Kamu kembali memberiku sebuah penawaran persahabatan. Jika kata bundanya dilan "jika kamu sayang dia jadilah sahabatnya" (Dilan 1991). Asal kau tahu aku tak mampu bukan berarti aku tak mau. Aku hanya rindu dengan rusukku yang kembali utuh menjadi satu.

Aku sempat berpikir ingin menghapus semua tinta yang dia lukis di kanvas hatiku. Aku ingin menghapusnya tanpa sisa, tapi apa yang terjadi kau tahu? Aku tak bisa dia sudah menjadi bagian dari hidupku kali ini. Dia sudah menjadi rusuk yang kucari selama ini menjadi kekasih yang kunanti nanti walau belum pasti.

Aku sempat berpikir merobek semua bayangan yan terus tampak direlung sukmaku. Aku ingin melupakan wajahnya yang selali terbayang di ingatanku. Dan apa yang terjadi kau tahu? Aku tak bisa dia selalu membuatku jatuh cinta bahkan dengan dia diam saja aku sudah jatuh cinta biar aku mengungkapkan semua rasaku padanya.

Ego juga telah mengahasutku untuk kembali padanya. Sebenarnya aku ingin kembali namun hatinya sedang tak mau diajak kompromi. Aku ingin sekali kembali, egoku seakan sehati dengan apa rasaku kali ini. Aku setuju aku ingin sekali kembali merajut kisah yang berkhir ini, ayolah kita kembali walau sekarang bagiku hanya mimpibkali ini

Namun logikaku berkata baiknya aku menjauh darinya. Saat logikaku menyuruhku menjauh aku tak mau, aku lebih suka dengan egoku aku lebih suka dia kembali padaku, aku lebih suka saat dia sudah mau lagi denganku. Aku rasa aku egois tapi mau bagaimana lagi, ini yang kumau aku tahu tentang pendapatmu.

Ketika senja datang aku hanya berharap dia kembali lagi, aku berharap dia masih mau mengisi. Namun apa yang terjadi sebaliknya diriku terasa semakin menghilang ditelan senja yang perlahan tenggelam. Dia membawa separuh rusukku yang kupunya dia membawa semua kenangan kita berdua dan membakarnya dengan api emosi yang dia punya. Dia menghapus semuanya dan membuat semua rusukku semakin patah.

Bagaikan tak berdosan kau menghancurkan rusuk yang selama ini kujaga. Kau hancurkan semua rasa yang kutanam, kau tak menyiraminya dengan perasaan sayangmu. Kamu membiarkan layu dan berdebu. Kamu pergi dengan semua harapanku dan kamu pergi dengan semua rusukku yang patah oleh ulahmu.

Saat semuanya telah pergi semua bayangmu kembali mengisi. Entah apa yang kau mau kutak berhak lagi tuk mengungkit kembali. Aku lebih memilih tetap bersamamu walau menjadi sahabat bahkan orang lain bagimu. Aku lebih memilih menjadi itu sebab aku masih bisa bersamamu dan tetap bisa menjagamu walau tak seindah dulu aku tetap suka itu.

Semua kelaraan ini terus berlanjut, rusuk yang patah ini semoga kembali utuh lagi bukan dengan orang lain tapi tetap dengannya kembali. Musimpun telah berganti, gunung tetap banyak yang mendaki dan karangpun semakin terkikis menjadi pasir. Aku tahu semua ini telah terjadi kefanaan dan semua ini membuatku semakin lemah tak bernyali.

PANDANG PERTAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang