Waktu berlalu semakin cepat. Kita tidak bisa kembali pada waktu itu.
Masa lalu adalah sebuah kenangan yang kadang pahit diungkapkan.
Masa yang akan datang adalah sebuah Pilihan.
Dirimulah yang menentukan.
=========="Yog,Siapa dia?"
Sambil kumenunjuk ke arah anak laki-laki yang baru saja jalan di depanku dengan menunduk.
"Dia anak kelas 7D, pendiam katane"
"Hmm, apakah kamu tahu tentangnya?"
Kutanyakan hal itu kepada Yoga, teman sekelasku. Karena ada sesuatu yang tidak beres.
"Dia tidak disukai oleh teman-temannya. Namanya Ahmad, Dia suka menyendiri dan banyak yang bilang dia juga suka ngomong sendirian. Katanya tapi, soalnya aku juga belum tahu betul seperti apa dia. Aku hanya mendapatkan banyak cerita dari kelas sebelah"Sudah kuduga, pasti dia sama sepertiku. Waktu kumelihatnya tadi, ada seorang anak seusianya berjalan dibelakangnya. Ya, yang kumaksud seorang anak adalah makhluk yang tidak terlihat membuntuti di belakangnya.
"Heiii, Jangan ngelamun."
"Ehhh, ok. Makasih ya Yog, aku mau ketoilet sebentar"
Tanpa menunggu jawaban darinya aku berjalan dengan cepat mengejar Ahmad.Kubisa melihatnya sekarang dia sedang berjalan menuju ke kelasnya. Ini padahal baru saja jam istirahat. Mengapa dia tidak memutuskan untuk pergi ke kantin atau apalah. Aku pergi menuju belakang kelas dari 7D dan mengintip di jendela. Kucari-cari dimana dia duduk.
"Waaaaaa"
Aku terkejut dan terjatuh kebelakang setelah melihat anak yang tadi membuntuti Ahmad tiba-tiba muncul didepan jendela kaca, dimana tempat aku mengintipnya.
Mukanya yang pucat dan dengan bekas luka jahit di pipinya.
Dia menembus tembok dan menghampiriku.
Dan dia ada didepanku sekarang. Duh gimana ini, gumamku."Siapa kamu?"
Dia bertanya kepadaku, seraya mencondongkan badannya kearahku. Sehingga mukanya yang memang agak abstrak itu sangat jelas sekali bisa kulihat." Aku H."
"Kamu juga sama dengan Ahmad, mengapa kamu mengikutinya?"
Tanyanya kepadaku.
"Aku hanya ingin bertanya kepadanya, karena aku mengerti apa yang dia rasakan sekarang."
Kubangun dari jatuhku, dan duduk di depannya. Di belum menjawabku, dan memalingkan wajahnya dariku.
Dia meninggalkanku tanpa seuntai kata keluar darinya.Ada apa sebenarnya, aku penasaran dengan Ahmad. Dan dari sejak kapan dia bisa melihat makhluk tak terlihat itu.
Kuputuskan untuk mendekat lagi ke jendela dan mengintipnya, untuk mencari dimana tempat dia duduk sekarang.Nah, ketemu. Kumelihatnya bersama dengan sesosok makhluk yang tadi menyapaku barusan.
Lalu kupusatkan pikiranku kepadanya, apakah dia sama sepertiku dan bisa berkomunikasi menggunakan Telepati."Hei, Ahmad. Apa kau mendengarku?."
Kumelihatnya dan dia hanya terdiam. Apakah dia tidak bisa telepati.
Kucoba kembali."Ahmad, hei Ahmad"
Tidak ada respon sama sekali darinya. Setidaknya menoleh atau mencari keberadaanku atau menutupi telinga Hmmm apakah ini karena anak laki-laki yang mengikutinya sekarang.
Kocoba sekarang dengan sesuatu yang agak berbeda. Ku berteriak kepadanya melalui telepati."AHMADDD APAKAH KAU MENDENGARKU!!!"
Dengan seketika itu dia menutupi telinganya dan menyembunyikan wajahnya ke meja."Ahmad, hei lihatlah aku. Aku berada di jendela ujung sebelah kirimu."
Dia melepaskan tangannya dari telinga dan mencoba untuk mencariku.
Setelah pandanganku terkunci dengannya kumemintanya agar menemuiku di belakang kelasnya."Hei, jangan khawatir. Aku sama sepertimu, kemarilah ada hal yang ingin aku katakan padamu"
Tanpa pikir panjang dia berjalan keluar kelas menuju kearah dimana aku berada.

KAMU SEDANG MEMBACA
INDIGO
Horror[REAL STORY] ❕ [KISAH NYATA] ❗ [Update Sewaktu-Waktu] 1. Jikalau kamu merasa tidak memiliki kepercayaan akan hal diluar akal manusia maka jangan baca buku ini. 2. Karena buku ini berisi tentang ceritaku, yang tidak masuk akal. 3.Tapi Jika k...