10

378K 14.2K 410
                                        

I love monday

Prettttt ....

Yang bener, I hate monday!

Kerjaan numpuk, disuruh lembur huaaa... capekkkk. Kalo ja aku bisa nikah sama orang kaya, hidupku ngga bakal sengsara seperti ini. Tiap hari tinggal ongkang-ongkang kaki, shopping kemana -mana semaunya, liburan tiap minggu, dan yang paling penting lagi ngga bakal ada yang namanya boss resek yang selalu bawel.

Setiap hari dipaksa kerja dari pagi sampai malem. Kalo kata Bang Iwan ....

Kerja keras bagai kuda dicambuk dan didera

Kurasa berat

Kurasa berat

Beban hidupku

"Lecek amat tampang lo, Nad," sapa Luna sambil meletakkan segelas limun di mejaku, "Udah sana cuci tuch muka sekalian disetrika biar ngga kusut."

"Aus, minum dulu."

Glek!

Aaah... enak, setelah puas menghabiskan segelas limun ditambah setengah gelas milik Luna aku segera ambil langkah seribu sebelum Luna menyadari kerakusanku.

Di dalam toilet kuhamparkan tas bedak milikku, yang pertama kulakukan adalah mencuci wajahku dengan facial wash. Dengan sedikit bergaya ala model iklan product kecantikan kunikmati facial instan ala Kanadia.

Setelah ini tinggal pakai make up tipis selesai dech ....

Aku memakai lipstik saat seseorang masuk, wajar saja kalo seseorang masuk kedalam toilet umum. Yang ngga wajar cowok masuk toilet cewek.

"Ngapain lo disini?" berang menyadari siapa yang datang.

"Ay, ada yang mau aku tunjukin ke kamu!" Belum sempat kumemakinya Enno sudah menarikku masuk ke dalam ruang toilet dan menutup pintu rapat-rapat.

"Apaan sich?" Keluhku saat Enno dengan seenaknya mendudukkan ku di kloset duduk, wajahku berubah panik saat Enno membuka bajunya,"Heh mau apa lo?" Tanpa sadar aku menendang kakinya.

"Auwww!" Enno berteriak kesakitan sambil memegangi kakinya, "Gila lo!"

"Lo yang gila ngapain pakek acara buka baju segala!" Aku menyilangkan kedua tanganku didada sambil memberikan tatap tajam pada Enno.

"Emang lo pikir gue mau ngapain lo? gue tuch mau ngasih liat ini ke lo," sambil menunjukkan sebuah tatoo didada sebelah kirinya.

"Itu apaan?"

"Tatoo."

"Nenek juga tahu kali," aku mendengus kesal, "terus noh tatoo apaan?!"

"Tadi pas jalan gue ngga sengaja ketemu sama temen gue yang bisa bikin tatoo, jadi sekalian aja gue minta dibuatin tatoo nama lo tapi pakek huruf kanji," jelasnya panjang lebar tapi tetap saja aku hanya bisa melongo ngeliat perutnya yang sixpack.

"Kenapa pengen ya?" Enno tersenyum mesum melihat wajahku yang memerah.

"Ogah!" Membuang muka

"Ada yang lain juga, Ay," tangan Enno menuntun tanganku menyentuh bagian bawah perutnya.

Aduch, kok deg deg ser gitu ya ... berkali-kali aku menelan ludah cuma gara-gara bersentuhan dengan bagian tubuh Enno yang telanjang. Hingga aku menemui sebuah tatoo namaku dalam tulisan latin di bawah perutnya yang tinggal sedikit lagi saja aku bisa melihat ....

Tidak!

Kumohon jangan biarkan aku mengatakannya! #fix, gue lebay pas nulis bagian ini.

"Ngapain lo tatoo disini nama gue?" protesku tanpa melepaskan tanganku dari perutnya.

"Ini bukti cinta gue jadi lo ngga perlu khawatir gue bakal selingkuh."

Uuuh .. so sweet kata-kata Enno bikin aku meleleh.

"Wooi, siapa didalem?!" Teriak seseorang yang kukenal suaranya

Dan ....

Brakkk!

Pintu toilet didobrak begitu saja tanpa permisi.

Patrick, Luna, juga teman-teman kantorku yang lain sedang memergokiku di dalam toilet bersama Enno yang bertelanjang dada.

Tunggu bukan hanya itu yang mereka lihat!

Tanganku?! Tanganku masih menyentuh sesuatu yang bukan seharusnya....

Oh TIDAKKK!

***

Jarang update cos sibuk ngecat pager buat tujuh belasan, padahal dah mau habis hemm ... #gue keren banget!

Kanadia ChantiqTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang