•30 Agustus 2016•
Hari ini, aku hopeless karena revisi skripsi yang bertubi-tubi. Kalau yang direvisi itu bab-bab akhir skripsi dan disaat semester perkuliahan masih banyak sih gapapa lah ya~
Sempat berfikir untuk komunikasi sama Dean.
"tapi kan aku sudah komitmen engga akan komunikasi dulu sama Dean sebelum misiku lulus kuliah berhasil. Ya masa aku engga tanggung jawab sama komitmenku sendiri" fikirku lagi
***
T: "Assalamualaikum Dean apa kabar?"
D: "Waalaikumsalam Alhamdulilah baik Nia. Lu gimana?"
T: "Alhamdulilah kabar baik juga. Skripsi lu apa kabar De?"
D: "lagi proses nih. Lu?"
T: "stress. Revisi mulu"
D: "semangat terus ya!"
T: "Dean masih sering ke kampus?"
D: "masih dong, kan bimbingan"
T: "boleh minta tolong?"
D: "apaan?"
T: "tolong bantuin gue cari jurnal skripsi tentang inflasi, terus lu fotoin bab 1 latar belakangnya aja, habis itu lu kirim ke gue. Duh De sebenernya gue ga enak minta tolong gini"
D: "oh gapapa. Yaudah nanti gue fotoin judul skripsinya apaan aja disana, tinggal lu pilih mau yang mana baru nanti gue fotoin terus kirim ke lu, terus lu liat lagi kalo masih ada yang kurang lu ngomong sama gue yaa"
T: "iya makasih ya"
D: "tapi besok ya. Soalnya gue ke kampusnya besok. Lu siap siap aja, whatsapp aktif terus ya"
T: "okesip"
~
~
~
~
~
~
~
~
~
~ Ternyata obrolan langka itu hanya numpang lewat dalam mimpi tidurku [>...<]
.
•31 Agustus 2016•
Niatnya pagi ini aku mau browsing jurnal skripsi tapi malah keduluan stalking akun Instagramnya Dean yang ternyata foto profil doi diganti jadi pakai kostum toga.
Ini berarti Dean sudah selesai skripsi, sidang dan wisuda.
"deg. Untung aja aku engga jadi komunikasian sama Dean" ucapku dalam hati
"Congrats Dean. InsyaAllah gue secepatnya. Btw, maaf ya De gue belum bisa ngucapin langsung atas gelar Sarjana Teknik yang sudah lu peroleh, takutnya gue malah baper karena gue sendiri belum sidang dan pengin sidang ~wehee.
InsyaAllah akan ngucapin langsung setelah gue selesai sidang nanti atau minimal detik-detik menuju hari sidang, itupun kalau masih musimnya bagi lu De. Hehe" ucapku seolah telepati pada Dean
Setelah logout dari akun Instagram, aku beralih ke google scholar dan Alhamdulilah ketemu bahan referensi untuk skripsiku. Semoga ini merupakan jalan keluar yang diridhoi Allah dan pak Dosen Pembimbingku.
"Semangat ngebut skripsi. Bismillah. Doain aku yaaa"
.
•1 Desember 2016 - Dean's birthday•
Alhamdulilah hari ini aku sedang menunggu jadwal sidang skripsi. Jadi sudah boleh dong ya komunikasi lagi sama Dean. ~hoho
T: "Assalamualaikum Dean, Selamat ulang tahun. Semoga makin sholeh, tambah dewasa, sehat selalu, sukses terus. Tetap sayang sama orangtua dan tetap menjadi orang baik"
D: "makasih atas doanya ya Taniaaa" (kok ga dijawab salamnya De -_-)
T: "btw congraduation Dean S.T *iya ini emang telat banget ngucapinnya. Wkwk* semoga gelar yang didapatkan menjadi berkah dan bermanfaat. Amin" (fuuhhh. Akhirnya kesampean juga ngucapin selamat)
D: "Amin. Gapapa kok telat yang penting ngucapin. Haha"
T: "udah kerja?"
.
•2 Desember 2016•
D: "waduh haha. Masih main2 aja nih"
.
•3 Desember 2016•
T: "Oh gapapa nanti lama-lama juga kerja. Lanjut S2 De?"
D: "kaga ah. S1 aja. Wkwk" (durasi balas chat nya perhari banget ya Dean ~haha)
.
•19 Desember 2016•
Tibalah hari ini aku sidang skripsi. Alhamdulilah LULUS!
"Yeay. One step closer to be S.E"
***
Ekspektasi : "Abaaaang... Adek udah LULUS!" send to Dean by Whatsapp
Reality : *Engga jadi kirim* ~HAHA -_-
Setelah gue diumumkan lulus sidang skripsi, gue merasa terharu tanpa menitikkan air mata seolah kuingin berkata "Enyak, Babeh akhirnya anakmu yang suka bikin berisik dirumah udah jadi Sarjana Ekonomi!!!" tapi sayang Mama dan Ayah belum ada didepan gue. Engga mungkin gue teriak di depan orang banyak itu.
Segera kutelepon Mama untuk memberi kabar bahagia malam itu juga
"maaf pulsa yang anda miliki tidak cukup untuk melakukan panggilan ini. Pulsa yang anda miliki sebesar 15 rupiah" suara operator dari sebrang sana
"oh iya belum isi pulsa" ujarku sambil menepuk jidat yang tidak sedang ada nyamuk
Untungnya biarpun cuma misscall tetap sampai ke nomor tujuan, jadilah Adikku telepon balik. Terimakasih Telkomselku~
Dari info yang kudapatkan dari seorang Adik, ternyata Mama dan Ayah mencariku dikampus tapi tidak membawa handphone
"yaAllah Mah Yah. Gimana kita mau komunikasi" ujarku dalam hati
"yaudah gue cari Ibu sama Ayah dulu ya" ujarku kemudian
"engga usah nanti malah cari-carian. Gini aja lu lagi dimana sekarang?"
"hmm. Yaudah. Gue tunggu di ruang kaprodi. Ayah sama Ibu tau kok lokasi ruang kaprodi itu dimana, soalnya kan tadi siang nganterin gua kesini jelang sidang skripsi"
Tidak sampai 1 jam, Mama dan Ayah berhasil menemukanku
"AKHIRNYA KU MENEMUKANMUUUU..... DIUJUNG WAK......" Wait, sekarang bukan waktunya nyanyi Niiii~
"Kak, kamu lulus?" tanya Mama tanpa basa basi terlebih dulu
"Alhamdulilah lulus Mah"
kemudian terciptalah adegan kedua orangtua mengucapkan selamat kepada anak gadisnya kemudian cium pipi kanan kiri ditambah Mama cerita bahwa ada anak yang tidak lulus dan beliau mengira anak yang tidak lulus itu adalah anaknya sendiri, lalu si anak merasa menyesal sudah cium pipi kanan kiri Mamanya.
eh bukan.. bukan.. endingnya ga gitu kok, tapi gini....
"lagian sih kamu engga ada kabar apa-apa"
"maaf Mah. Tadi lupa isi pulsa, baru sadar pas mau ngabarin lulus sidang"
.
•31 Januari 2017 - Tania's graduation day•
"Alhamdulilah sudah sampai tahap ini, Officially Claratania Randanara, S.E" ucapku syukur
"Btw, Dean kok belum ngucapin selamat ke gue ya, dia juga engga nge-love foto wisuda yang gue posting di Instagram. Padahal dihari yang sama dia juga like foto wisudaan temannya loh. Hmmm" cemasku masih saja tentang Dean
.
•8 Februari 2017 - Whatsapp•
"Assalamualaikum" (salam saja dulu, secara kan foto profil whatsapp ku pakai kostum toga. Kita coba lihat responnya seperti apa" ucapku sambil berharap Dean mengerti kodeku yang pengin diucapin selamat)
*dasar cewek hobinya kasih kode mulu*
*ya namanya juga cewek ya kan*
sambil menunggu balasan Dean yang kufikir akan slow response seperti yang sudah kualami, aku beralih ke instagram yang pagi itu muncul instagram story Dean lagi dikantornya dengan menyelipkan caption "masuk siang pulang malam"
"walaikumsalam. Wih udah wisuda. Selamat ya" balas Dean yang ternyata fast response, juga mengerti kodeku
"hihiw terimakasih. Selamat juga udah kerja"
"yow thank you ya"
ya walaupun hanya mengobrol sepatah dua kata, sudah membuatku senang.
*dasar pengagum rahasia, mau sampai kapan kaya gini terus*
*ya namanya juga jatuh cinta diam-diam. senang sendirian, sakit juga sendirian*
***
Banyak kutemukan foto-foto sewaktu wisuda Dean bersama teman-temannya.
Meskipun Dean memang tidak memposting foto moment wisuda di Instagramnya sendiri, tapi ada pemberitahuan dimana setiap orang bisa melihat orang-orang yang ada di daftar following menyukai postingan foto atau video yang diposting orang lain.
Nah dari sana aku menemukan Dean menyukai postingan foto teman seangkatannya dikampus dengan berbusana toga bersama kedua orangtuanya.
Apakah itu pertanda bahwa perempuan itu ialah gebetannya Dean? seketika aku teringat nama mantan pacarnya yang dulu pernah tercantum di Facebook 5 tahun lalu yang sekilas mirip dengan nama akun Instagram perempuan yang kulihat barusan.
Tentu hal ini membuatku berfikir untuk mencoba melupakan perasaan terhadap Dean yang telah kupendam selama 8 tahun ini, namun tidak dengan hatiku yang mengatakan bahwa
"Aku akan terus bertahan pada satu cinta ini untuk Dean" (Tania - 21 tahun)
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Dream
Acak"Aku akan terus bertahan pada satu cinta ini untuk Dean" (Tania - 21 tahun) Dulu kufikir tidak ada lagi rasa cinta untuk seorang lelaki kecuali untuk Dean, ternyata aku salah. Ketika bertemu dengan Katya aku berpikir mencoba membuka hati kembali, ap...
