===========!!!!!============
Desahan tiffany terhenti ketika suara ketukan pintu di hotel yang di sewa pelanggannya, mengganggu. Pria yang menindihnya bangkit merasa terusik. Tiffany segera menutupi tubuhnya dengan selimut yang ada di hotel tersebut.
Puncak kenikmatan yang barus saja akan ia capai harus berhenti oleh ketukan pintu itu. Pelanggannya kecewa, berdiri memasang boxer nya. Nafsu sudah hilang hingga sang pria menghentikan sepenuhnya service dari tiffany. Dompet yang terletak di atas nakas ia ambil dan beberapa lembaran uang di lempar di atas kasur.
"Brengsek!! mengganggu saja." makinya dengan emosi, sambil memungut pakaian dan meninggalkan tiffany di hotel sendirian.
Mata tiffany terpejam lalu membuka dan mengarahkan pandangan ke pintu masuk sambil menahan emosi. Sementara sang penggangu kini masuk ke dalam kamarnya. Menampakkan wajah datar tanpa rasa bersalah sedikitpun. Tiffany menghela nafas.
"Sudah ku bilang, jangan ganggu aku."
Sooyoung bersedekap melangkahkan kakinya yang jenjang untuk mendekati tiffany, tiga langkah sooyoung berhenti lalu menunduk memunguti baju tiffany dan menyuruhnya untuk segera di pakai.
"Ya!! Ada yang ingin aku bicarakan denganmu." ia langsung menyorocos tanpa peduli tatapan tiffany, dan Duduk di tepi kasur menatap tiffany yang sedang memasang tampang sebal.
"Pani-ah!! cobalah berhenti bekerja seperti ini, aku tak ingin nanti kau kena penyakit."
Tiffany menolehkan kepala jengah, harus mendengarkan perintah yang tak ingin ia dengarkan sekarang. Merasa bosan
"Yoongi!! jika hanya itu yang ingin kau bicarakan lebih baik kau keluar." Tiffany berucap malas menampakkan ketidak sukaannya pada sooyoung yang selalu ikut campur dalam urusannya. Sooyoung menghelas nafas panjang, di sentuhnya pundak tiffany pelan agar tetap tenang.
"Hum, terserah kau! aku disini hanya ingin bertanya."
Dahi tiffany sedikit mengerut tentang pertanyaan apa yang akan di tanyakan oleh sahabatnya tersebut.
"Apa? "
"Soal wanita di parkiran bawah, dia bukannya yang dulu pernah ku temui sewaktu kau di jalan." sooyoung curiga biasanya ia tak pernah melihat wanita asing yang menunggu tiffany di dalam mobilnya, apalagi tiffany terkenal dengan sikap angkuhnya. Dan yang membuat sooyoung terkejut wanita yang menunggu tiffany adalah orang yang pernah sooyoung temui tempo dulu saat mencari tiffany.
"Dia gembel jalanan yang ku pungut. Dan sekarang dia bekerja denganku, sudahkan aku jawab. Lebih baik kau pergi." tiffany berdiri dengan selimut yang membungkus tubuhnya dan mengganti pakaian membelakangi sooyoung. Sooyoung menganggukkan kepala mengerti tapi dia masih tidak menyangka tiffany akan menerima wanita itu.
Tiba-tiba sooyoung tersenyum penuh makna, ya. Setidaknya dia sudah tak perlu menjaga tiffany. Kalau di lihat-lihat wanita di parkiran itu tak buruk seperti penampilannya, sooyoung percaya akan hal itu. Karena tugasnya sudah selesai sooyoung bangkit tanpa pamit meninggalkan hotel tiffany.
Beberapa langkah ia berhenti untuk melirik tiffany dari pantulan kaca lemari, yang di lirik hanya menautkan alisnya. Sooyoung kembali melanjutkan langkahnya dan benar-benar menghilang dari balik pintu hotel.
Suara bunyi dari smartphone miliknya mengalihkan perhatiannya dari kaca lemari, tiffany segera mencari benda tersebut di antara selimut dan bantal, amarah yang sedari tadi bersarang di benaknya melunak.
Tiffany menghempaskan tubuhnya di atas kasur dan memeluk benda itu di atas dadanya dengan mata terpejam. Rasa bersalah kian menyeruak kala membaca nama sang penelfon, seolah nama di layarnya itu adalah korban.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Scenario (END)
DiversosCast : Kwon yuri, Tiffany hwang, Jessica jung Other cast : Snsd Genre : Romance, Yuri Awalnya aku kira kehidupanku akan berubah setelah kabur dari rumah megah yang aku huni dari semenjak aku belum lahir dan sampai se dewasa ini. Ya, benar-benar b...
