1. Topeng dan Takdir

242 107 59
                                        

Di sudut paling belakang kelas XII IPS 3, Alessia Kaynandara Zafira duduk dengan menyandarkan punggungnya angkuh ke sandaran kursi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di sudut paling belakang kelas XII IPS 3, Alessia Kaynandara Zafira duduk dengan menyandarkan punggungnya angkuh ke sandaran kursi. Jemarinya lincah menari di atas layar ponsel, membalas satu per satu pesan dari teman-teman lama di sekolah lain. Sesekali, ia melirik kolom komentar di akun media sosialnya. Meskipun banyak yang memuji kecantikannya, tak sedikit pula cibiran dari para haters yang menghujat perilakunya sebagai bad girl.

"Etdah Alessia! Gue cariin lo ke ruang ganti nggak ada, ternyata malah asyik mojok di sini," seru Chloe yang tiba-tiba muncul di depan meja Alessia.

Alessia mendongak pelan, raut wajahnya tetap datar. "Santai, guys. Gue nggak ke mana-mana kok. Gue cuma lagi nyusun rencana buat ngerjain cewek songong di kantin tadi," balasnya dengan nada dingin.

"Ya ampun, Al... tobat napa. Mending lo jadi diri lo yang dulu aja," sahut Steffani dengan nada prihatin.

Mendengar itu, tatapan mata Alessia seketika menajam. "Diri gue yang dulu? Maksud lo, waktu gue jadi bahan bully-an? Waktu gue kesepian dan nggak ada satu pun orang yang peduli? Itu maksud lo? Biar gue jadi anak baik yang tertindas lagi? No way!".

Suasana seketika mencekam. Steffani terdiam, tak berani menyahut lebih jauh. Chloe segera menengahi situasi dengan menyodorkan secarik kertas. "Udah, udah. Nih, gue udah dapet biodata cewek tadi," ujar Chloe.

Tak lama kemudian, Dellya masuk ke kelas dengan napas terengah-engah dan langsung mengeluh karena ditinggal sendirian di kantin. Chloe menyambutnya dengan sentilan di telinga, menanyakan apakah ancaman Alessia sudah disampaikan pada siswi tadi.

"Udah kok. Dia langsung pucet dan minta maaf berkali-kali," jelas Dellya dengan wajah penuh arti.

Alessia menyeringai licik. "Cuma minta maaf? Gampang banget. Dia belum tahu aja siapa yang dia ajak main-main".

---

Pertemuan di Rooftop

Begitu bel masuk berbunyi, Alessia segera menyambar tasnya. Ia memutuskan untuk bolos karena malas mengikuti pelajaran Pak Arman yang membosankan. Tujuannya hanya satu: rooftop sekolah.

Namun, ketenangannya terusik. Di sana, seorang cowok tengah sibuk membongkar tumpukan meja tua dengan wajah panik.

"Ehh, anjir! Mana lagi itu kunci? Naik apa gue pulang nanti kalau nggak ketemu?!" gerutu cowok itu, yang ternyata adalah Nando Alaric Louis.

"Woi, siapa di sana?! Gue butuh ketenangan di sini. Ribut aja lo!" bentak Alessia kasar.

Nando menghentikan aktivitasnya sejenak, namun kemudian kembali mengabaikan Alessia. Ia berjalan melewati Alessia tanpa menoleh sedikit pun.

"Eh, lo! Minta maaf nggak?! Lo udah ganggu tidur gue!" teriak Alessia emosi.

Nando berhenti, menoleh dengan tatapan dingin dan cuek. "Gue?".

"Iya, lo! Kenapa?!" tantang Alessia.

"Sori ya," ucap Nando datar sembari melangkah pergi. "Gue nggak pernah tertarik buat ganggu kehidupan bad girl kayak lo".

---

Rencana di Kelas Nando

Nando segera turun ke kelas XII IPA 2 setelah mendapat telepon dari Alex dan Galih yang berbohong bahwa Bu Lilis sudah datang. Begitu tahu ia ditipu, Nando mengumpat kesal.

Di tengah perdebatan mereka, Dygta masuk memberikan pengumuman pembagian kelompok tugas biologi. Nando mendesah berat saat tahu ia sekelompok lagi dengan Alex, Galih, dan Rizki.

"Bagus dong, kita ngerjainnya di rumah Rizki aja biar bisa sekalian PDKT sama Alessia," ujar Alex tanpa dosa.

"Alessia yang mana?" tanya Nando, pura-pura tidak tahu.

"Kudet lo! Alessia itu cewek bad girl yang cantiknya nggak ketulungan, anak kelas XII IPS 3," jelas Galih penuh semangat.

Nando hanya bergumam terpaksa menyetujui usul teman-temannya.

---

Pertemuan dengan Sang CEO

Ponsel Alessia tiba-tiba bergetar. Panggilan dari papanya. Tanpa basa-basi, papanya menyuruhnya segera pulang dan menemuinya di kantor Alvarna Corp untuk sebuah rapat penting.

Dengan berat hati, Alessia meluncur ke Jakarta Timur menggunakan mobil merahnya. Sesampainya di sana, ia disambut papanya yang tengah berbincang dengan seorang pria muda berstelan jas rapi.

"Nah, Pak Alvaro, ini putri saya, namanya Alessia Kaynandara," ujar papanya dengan senyum yang dipaksakan di mata Alessia.

"Nama saya Alessia," ucapnya singkat.

"Saya Alvaro Agil Naruna, CEO Alvarna Corp," jawab pria itu sambil menjabat tangan Alessia.

Alessia terdiam sejenak. Ia tidak menyangka bahwa pria di hadapannya ini adalah CEO termuda yang pernah ia kenal. Diam-diam, ia mengambil foto Alvaro dan mengirimkannya ke grup chat bersama sahabat-sahabatnya.

BAD GIRL'S DIARY

Chloe: "Gila lo Alessia, ini cowok terganteng yang pernah gue liat!"

Steffani: "Anj*r!! Senyumannya bikin meleleh!"

Alessia: "Bagi gue sih b aja. Kalian kayak semut liatin gula."

Tanpa disadari Alessia, pertemuannya dengan Nando di rooftop dan perkenalannya dengan Alvaro di kantor barulah awal dari benang kusut yang akan menjerat hidupnya.

***

Assalamualaikum🙏🏻, selamat pagi/siang/sore/malam.

Yeaaayy🎉🎉 akhirnya selesai juga part ini. Kurang greget ya?

Kasih saran ya di coment.
Thanks.

Pembaca yang baik meninggalkan tanda bintang setelah membaca.

Alessia (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang