Sore itu, Alessia memutuskan untuk keluar mencari udara segar sekaligus membeli sate kesukaannya di dekat apartemen. Saat sedang menunggu pesanan, ia berpapasan dengan seorang wanita paruh baya yang sangat ia kenali.
"Eh, Tante Bella? Tumben keluar, Tan?" sapa Alessia ramah.
Wanita itu tersenyum hangat melihat Alessia. "Eh, kamu, Nak Kaynan. Iya, Tante mau mengambil delivery Tante di depan," jawab Tante Bella lembut.
"Oh, ya sudah kalau begitu, Tan. Kaynan duluan ya," pamit Alessia sopan sebelum melanjutkan langkahnya kembali ke apartemen.
Tanpa disadari Alessia, identitas "Kaynan" yang ia gunakan di lingkungan rumah membuatnya dikenal sebagai gadis santun—sangat berbeda dengan reputasi bad girl-nya di sekolah.
---
Di waktu yang sama, di tempat yang berbeda.
Sepasang suami istri sedang berbincang serius mengenai masa depan putra mereka.
"Pa, cewek tadi itu anaknya Ardi, ya?" tanya sang Mama penasaran.
"Yang mana, Ma?"
"Itu lho, Pa, yang tadi mengobrol dengan Alvaro," jelasnya.
Sang Papa mengangguk. "Oh, iya. Itu anaknya Ardi. Namanya Alessia".
"Mama suka deh sama dia. Kayaknya cocok kalau disandingkan sama Alvaro," ujar sang Mama dengan mata berbinar.
Papa tertawa kecil mendengar ide tersebut. "Memangnya anakmu itu mau didekatkan dengan cewek? Pacaran saja tidak pernah. Paling tidak, dia cuma pacaran sama tugas kantornya".
"Deketin saja dulu, Pa. Nanti urusan suka atau tidaknya, itu tergantung sama Alvaro," sanggah Mama optimis.
Malam itu, Mama Alvaro mulai berencana untuk menjodohkan putranya dengan Alessia.
---
Pukul 20.00 WIB
"Assalamualaikum!" Seruan itu terdengar dari depan pintu sebuah rumah minimalis.
"Waalaikumsalam," sambut sang pemilik rumah.
"Eh, Dygta. Yuk, masuk sini!" sapa Mama Nando ramah.
"Oh ya, Ma, mana Nando?" tanya Dygta setelah masuk.
"Di atas. Entar ya Mama panggilin dulu. Kamu ke dapur sana temani Annaya," ucap Mama Nando.
Mama Nando melangkah ke lantai atas untuk memanggil putranya agar ikut makan malam bersama. "Nando sayang, makan dulu yuk! Dygta ada di bawah".
"Duluan saja, Ma," sahut Nando singkat dari kamarnya.
"Ya sudah, Mama tunggu ya".
Mama Nando pun turun kembali menemui Dygta dan Annaya.
"Gimana, Ma?" tanya Dygta.
"Yah, gitu deh, Ta. Kalau sudah ngambek persis kayak cewek," keluh Mama Nando pelan.
"Masalah Tante Bella ya, Ma?" tebak Dygta prihatin.
"Iya, Ta".
"Aku coba ajak dia makan deh," tawar Dygta. Mama Nando mengangguk, "Annaya sini saja temani Mama. Mbak Dygta panggil Kak Nando dulu ya".
Sambil menunggu Dygta, Mama Nando berbincang dengan putri kecilnya. "Ma, Kak Kaynan tadi cantik ya?" celetuk Annaya.
"Iya sayang, selain cantik dia juga baik," jawab Mama tulus.
"Ma, cocok ya sama Kak Nando?" goda Annaya polos.
"Kamu ini, kecil-kecil sudah tahu saja masalah orang dewasa".
KAMU SEDANG MEMBACA
Alessia (ON GOING)
RomansaAlessia, siswi SMA tingkat akhir yang dalam satu waktu menghadapi banyak masalah. Pertama, dia dijodohkan papanya dengan seorang CEO muda. Kedua, dia mendapat teror dari seseorang yang merupakan masa lalunya. Ketiga, hubungan keluarga papa Alessia y...
