5 bulan kemudian...
Tepat hari sabtu malam pukul 20.00 wib telah lahir dengan sehat dan selamat buah hati Al & Yuki. Persalinan yg memakan waktu yg tidak sebentar itu akhirnya membuahkan hasil. Putra pertama AlYuki telah lahir dengan berat badan 3 kg dan panjang 45 cm.
Sambutan dan ucapan selamat tak hentinya keluarga kecil itu dapatkan. Dari orangtua, saudara, kolega hingga sahabat karib. Mereka pun bergantian menjenguk 'Baby B' sebutan jagoan cilik Al dan Yuķi yg memilik nama lengkap Billy Abraham Ghazali.
"Masyalloh lihat deh sayang Baby B ini mirip Mamanya atau Papanya?", tanya Bunda ke El disampingnya.
"Mm, kayaknya sih mirip Mamanya nih daripada Kak Al!", tebak El.
"Mirip papanya dong!", jawab Al dengan super Pede yg duduk dekat brankar dimana Yuki berbaring.
"Masa? Mirip apanya coba Kak", tantang El.
"Ya pokoknya mirip papanya, titik!", ucap Al tak terima.
"Mirip apanya?", tanya El lagi dengan usil.
"Yaa..mata dan hidungnya doang sih! Lainnya sih yg mirip Mamanya", ucap Al jujur.
"Ya berarti mirip Mamanya-lah!", balas El santai.
"Ya mirip Papanya-lah!", ngotot Al dlm berargumen.
Bunda yg mendengar debat kusir antara Al dan El merasa jengah. Mereka ini bukan anak kecil lagi masih saja meributkan hal-hal yg seperti ini. Dam tiba-tiba..
"Oeee..oeee.."
"Udah dong jangan pd debat gitu. Kasian ini cucu tampan Oma lagi bobok jadi keganggu sama suara kalian", semprot Bunda galak.
"Cupcupcup cucu tampan Oma jangan nangis yaa!", pukpuk Bunda menenangkan Baby B.
"Oeeee..."
"Apalagi kamu Al paling dewasa, udah beristri dan baru jadi Papa harus bisa kontrol emosinya. Jangan bandel, ngambekan dan ngeyel kayak gini! Kasian istri dan anakmu nanti..", nasehat Bunda tegas.
"Ya maaf Bunda", singkat Al mengaku salah.
"Selain itu kalian juga ganggu mantu Bunda yg lagi istirahat setelah berjuang melewati proses persalinan. Terutama kamu, Al. Tolong ya jangan kayak anak kecil!", marah Bunda.
"Ya udah, Bunda. El pulang dulu. Assalamualaikum..", tutup El.
"Iya ati-ati pulangnya!! Jangan ngebut woles aja. Walaikumsalam.."
"Iya Bunda. Sekali lagi maafin Al atas keributan kecil tadi", ucap permintaan maaf dari Al.
Malam hari pukul 19.34 wib kondisi rumah tampak rame dengan datangnya Selly. Si chubby super unyu my princess-nya Keyna & Agra. Selly sepertinya senang sekali bermain boneka panda ditemani sama El.
Sementara Keyna, Agra, Al dan Bunda Maia sedang serius ngobrol di sofa. Keempat orang dewasa itu asyik membahas masalah parenting dan bisnis usaha. Tentunya diselingi dengan tradisi minum teh dan kopi didalamanya.
Lain halnya dengan Yuki dirinya sedang menimang Baby B yg masih saja belum juga tidur. Padahal jam dinding sudah menunjuk pukul 20.22 wib.
"Om El, kenapa panda warnanya hitam putih? Kenapa gak warna pink? Panda itu suka makan daging ya? Panda itu temannya Manda apa?", tanya Selly bertubi-tubi.
"Widiw jawab apa gue banyak banget tanyanya nih bocah", bingung El garuk2 kulit kepala yg memang gatal.
"Om, kenapa?", heran Selly
"Gini yaa. Panda itu warnanya hitam-putih kalo pink itu baju yg dipake selly..", terang El.
"Oh gitu yaa, Om!", manggut selly.
"Terusss panda itu sukanya makan batang bambu muda bukannya makan daging sayangg haha..Unchh gemesnya sini Om cubit pipi gembulnya bolehh!!!", lanjut El diiringi candaan ringan.
"Gak boleeeehhh!!!", teriak Selly manja.
"Kok enggak boleh, kenapa?"
"Kata Mami pipi Selly itu bukan kue cubit. Jadi gak boleh dicubit-cubit..", jelas Selly super polos.
"Ohh gitu yaa. Tapi kalo cium boleh gak pipinya!", tawar El tambah gemas.
"Gak boleh! Kata Papi yg boleh cium cuman Papi aja sama Mami.."
"Yaah kok gitu sih. Selly gak asyik deh..", lesu El.
"Biarin!!! Wlee!", cuek Selly memeletkan lidahnya.
"Panda itu temennya semua binatang. Ada zebra, beruang, pinguin, orang utan, badak, dan masih banyak lagi..", ucap El sudah seperti mendongeng.
"Ohh gitu ya, Om. Okey!"
Langit semakin menampakkan malamnya. Keyna pun pamit untuk pulang. Sedangkan Selly dan Agra sudah berada didalam jok mobil.
"Pulang dulu yaa! See youuu..", pamit Keyna kepada AlYuki.
"Okey. See youuu Keyy!", jawab Yuki sambil cipika cipiki.
"Thanks yaa udah nyempetin waktu main kesini", ujar Al tersenyum tipis.
"Iyaaaa sama2. Byeee!"
Suasana dikamar yg penuh pernak pernik warna biru terlihat Baby B telah tertidur begitu nyenyaknya. Al pun menghampiri jagoan kecilnya itu dengan melangkahkan kakinya pelan.
"Hey jagoan Papa nyenyak banget yaa tidurnya!", ucap Al lirih.
"Cup!"
Al lalu mendaratkan kecupan bibirnya pd pipi nan lembut anaknya. Yuki yg berada di ambang pintu memperhatikan tingkah laku Al yg manis itu ikut tersenyum bahagia. Kalimat-kalimat puji syukur pun berulang kali Yuki ucapkan di dalam hati. Terimakasih yg tak terhingga atas karunia-Nya.
"Grep! Serius amat bang liatin Baby B! Sampe2 aku panggilin dari tadi gak kedengeran..", ucap Yuki pura2 kzl sambil memeluk perut Al manja.
"Liat deh sayangg,, jagoan Papa ini yg kalo diliat-liat kok tambah ganteng yaa kayak Papanya. Jadi gemess deh pingin ciyum teruss!", ujar Al bangga.
"Kalo Mamanya gemesin gak?!", tanya Yuki sambil mendusel hidungnya dipunggung lebar Al.
"Gemesin juga kok! Hehe..", jawab Al singkat.
"Masa sih?..", tanya Yuki tak percaya.
"Iya. Kamu itu sama2 gemesinnya kayak Baby B. Jadi pingin pulang cepet deh besok!"
"Kenapa?", kepo Yuki.
"Abiss kalian ngangenin deh. Jadi gak ketemu beberapa jam aja rasanya berabad", ujar Al lebay bin alay.
"Hahaha bisa aja ya kamu!! Udah jago gombal ya sekarang.."
"Seriusan deh sayang bukan gombal!"
"Iya iya tau kok kamu serius ngomongnya. Mm,, yaudah bobok gih sana!! Besok kan ada meeting di kantor.."
"Okey aku tidur. Tapi... temenin!!", manja Al kumat.
"Tidur sendiri! Udah gedhe juga. Nanti pasti aku nyusul kok. Istrimu ini harus jagain anak kita. Paham!!", terang Yuki tegas.
"Yaa kok gitu sih. Gak asyik! Yaudah kalo gitu aku temenin kamu.."
"Tidur aja gih besokan kamu kerja dan harus bangun pagi. Aku gak apa2 kok Al jagain Baby B sendiri.."
"Seriusan nih! Kamu gak takut apa kalo ada hantu??", tanya Al mencoba menakut-nakuti istrinya.
"Kamu lupa ya aku kan pecinta film horor. Mana aku takut! Kamu kali yg takut tidur sendirian jadi nakut-nakutin akunya", ucap Yuki skakmat.
"Udah sana tidur! Udah tengah malem juga. Nanti aku nyusul kok. Don't worry bae! Muachh", jawab Yuki menenangkan Al.
"Ya udah kalo gitu aku tidur. Good night! Have a nice dream. Muach..", salam Al mengecup dahi Yuki.
To be continue...
See you next chapter guys!
Thank you for :
Read✔Vote✔Comment✔
Love u all!!!
😚😚😚❤❤❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Teman Hidup
CintaSebuah kisah cerita cinta kids jaman now.Yang dibumbui oleh rasa manisnya madu, pedasnya sambal, asinnya ikan, asamnya buah dan pahitnya brotowali. Disini pula kisah cinta kedua insan yg berbeda gander ini di pertemukan. Lalu mampukah cinta menyatu...
