7.Minta Restu

10.2K 190 6
                                        

Selamat lebaran kalian 😇
Mohon maaf lahir batin ya kalo emng cerita ini kadang gaje 😩 Typo dimana mana 😟 aku kan cuma penulis amatir.wajarin yaa

Intinya semoga kalian suka cerita ini dan untuk selanjutnya semoga bisa lebih baik lagi 💕💕

Thnks vott+coment nya+follow nya 🙏😄 aku suka.
Kalo mau di follback tinggal bilang ya dikomentar 😍 dengan syarat kasih pendapatnya,vott,coment nya 💕💋

Happy reading kalian 💕💋🙏

"tel..tel.... Astel" suara bergema ditelinga astel seraya tepukan tangan di punggung astel

"ah. Iya maaf?" gugup astel

"kamu kenapa astel" tanya seorang laki laki yang ternyata adalah ervandi si fotografer

"em ga apa apa kok hehe. Cuma rada gaenak badan aja kok kak" senyum astel agar menutupi kegugupannya

"oh kalo gitu cerita dong tentang kamu di lamar sama pak direktur itu haha " canda ervan disertai tawa ria

"haha itu ya. Em gimana ya? Rahasia ah" memang ervan ini jago sekali membuat astel bisa banyak bicara tanpa membuat astel risih,astel merasa moodnya membaik sekarang.

"ih jangan gitu sama kakak sendiri masa rahasiaan sih" sambil menyenggol halus bahu astel

"udah ah kak,bahas itu mulu aku malu tau" senyum Disertai rona merah di pipi astel

"hem, yaudah kalo gitu.fine aja. Em btw kan sekarang ga ada jadwal pemotretan kan? Kenapa kesini? Ga kuliah?" tanya ervan

"sebenarnya aku kesini karena di suruh sama pak bayu katanya mau mengajak aku makan siang" jelas astel

"wihh sebentar lagi ada yang bakal ngelaksanain resepsi nih. Jangan lupa yaa undang aku" setelah mengatakan itu ervan berpamitan karena waktu dia istirahat sudah berakhir.

Setelah mengobrol dengan ervandi, mood astel sedikit membaik, ditambah dia sedang menunggu bayu yang akhir akhir ini mengisi pikirannya dan juga hatinya.

Tadi pagi mood astel terlalu hancur untuk di ingat, dia tak ingin melihat apapun. Tapi entah ada apa tiba tiba ponselnya berdering tanda ada sms masuk.

Ternyata itu dari bayu, bayu mengirim pesan bahwa dia ingin mengajak makan siang dengan astel. Bahasa terkininya mah ya semacam 'lunch'

Sudah hampir satu jam astel menunggu. Karena bosan dia membaca majalah yang tersedia di meja.ketika sedang asik asiknya membaca dia dikejutkan oleh tangan yang menepuk pelan di pundaknya. Dia menoleh.lalu

"hai sudah lama menunggu saya astel? " ucap sang pemilik tangan

"ah hello pak ya lumayan" jawab astel sedikit gugup

"kita jalan sekarang? "

"baiklah" sahut astel disertsi senyum manisnya.

In Resto D'Dukcet

Bayu menarik kursi lalu mempersilahkan astel untuk duduk.
"silahkan" sambil tersenyum

"ah terima kasih pak"

Bayu hanya membalas dengan senyuman manisnya

"saya sudah siapkan menunya dari tadi pagi. Jadi tinggal menunggu saja. Em kira kira sebentar lagi. Saya tak suka menunggu terlalu lama. Waktu berharga bagi saya" jelas panjang lebar bayu

"iii, iya" jawab singkat astel

"kamu bisa memanggil saya bayu, tak usah terlalu formal ya"

"baik pak, eh ba bayu" gugup astel
Entah kenapa hatinya terus terusan berdenyut senang dan dia tak bisa mengatasi kegugupannya ini.

"kamu sepertinya sedikit pucat? Kenapa? "
Tanya bayu

"saya terlalu banyak melakukan aktivitas pak. Mahklum ujian untuk lulus di kuliah kedokteran tergolong susah, apalagi bagi saya" ucap astel sambil memegangi jarinya yang saling bertautan

"ohh begitu"

"bagaimana jawabanmu? Sudah ada? " tanya bayu tanpa basa basi

"saya tak suka menunggu, juga  saya tak suka bertele tele.saya sudah mantap dengamu astel" pernyataan runtut bayu membuat astel sedikit tercengang.

"saya menerima lamaranmu bayu, tapi saya belum meminta restu ke satu satunya keluarga saya.dia ada dirumah. Dia adalah adik saya yang bernama richo"

"setelah pulang makan ini. Kita kerumahmu? " ajak bayu

"yah boleh saja"

Setelah beberapa saat dan menjalin percakapan yang seputar diri mereka,tujuannya agar masing masing dari mereka merasa dekat.

Mereka pun akhirnya menuju rumah astel.

Astel membuka pintunya
"nah bayu silahkan masuk maaf rumah saya kecil" ucap astel dengan nada bercanda

"kamu duduk aja dulu. Nanti biar saya panggilkan adik saya ya bayu" masih dengan senyum merekah tapi sebelum senyum turun dengan sendirinya tibatiba

"apa ini? Siapa dia kak? " ucap Richo tibatiba. Karena richo terkejut ada lelaki dirumahnya dan parahnya lelaki itu adalah lelaki yang tempo hari mencium bibir kakaknya.

"ah ka, kamu ada disini Richo?, kebetulan tadi kakak ingin manggil kamu. Sini duduk dulu" astel masih tak menyadari aura negative yg ditimbulkan oleh Richo

"ada apa!!"ketus richo

"yah perkenalkan, nama saya bayu alex pamungkas, direktur tempat kakakmu bekerja. Saya berkunjung dan khusus ingin bertemu denganmu, saya ingin meminta restu darimu untuk menikahi astel. "

Setelah mengatakan itu, aura yang di tunjukan oleh richo berubah menjadi aura kebingungan.

"apa apaan ini!!Maksudmu kau akan menikahi astel begitu!!" sahut richo

"ya" jawab bayu mantap

"tidak!!!astel kakakku tak akan menikah dengan siapapun!! " dengan nada sedikit teriak lalu bangun

"sana pergi sekarang juga" usir richo kepada bayu

"saya datang dengan damai. Dan baik kenapa kamu begini? " bingung bayu karena melihat richo menjadi orang yang sedang dilanda ke terkejutan

"PERGIII KAU BIADAB!! PERGI!! " teriak richo

"baiklah mungkin kau butuh waktu. Tapi saya tak bisa menunggu terlalu lama. Saya permisi astel" dengan masih menyunggingkan senyum manisnya kepada astel

Astel yang terkejut akan sikap Richo sangat geram tapi dia masih memiliki ketakutan akan adiknya itu.

"ka, kamu apaan sih cho? Kok gitu?" tanya astel dengan nada pelan agar Richo tak semakin marah.

"kenapa dia melamarmu? Kau menggodanya? Kau itu sudah kuanggap sebagai jalang!jalangku! Kenapa masih saja bersikap ganjen dengan lelaki lain? Kau kurang puas hah! " omel richo dengan nada ketus

Astel merasa hina, dia dihina seperti itu oleh adiknya. Dia tau dia bodoh karena jarang memantau pergaulan richo tapi kenapa sampai sejauh ini?

Plakkkk. 

Sebuah tamparan mendarat di pipi richo. Astel menamparnya.

"kau jahat! " setelah mengatakan itu astel masuk ke kamarnya. Lalu menguncinya, terdengar nada sesenggukan dan tangisan

"sial, kenapa aku bisa lepas kendali begini sih! Ahh siall." gerutu richo sambil mengacak rambutnya.

StepBrotherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang