PLAN N

77.6K 4K 209
                                        

Haiiiiii~ Maaf pendek dan gak memuaskan.

Met sekolah yang sekolah haha. Untuk merendam segala kebosanan(?) jadi silahkan baca chap ini! Haha XD

Met baca yaps! Cek @wakawuku sama @planet-netty boleh yak. Aku bikin cerita di kedua akun itu^^ Collab semua btw.

Oke oke. Selamat baca! Enjoy :3

~ ~ ~ ~ ~

Miki menatap pantulan wajahnya di cermin dengan ekspresi aneh. Rambut agak klimis -- ya, agak -- dan juga kacamata ber-frame hitam yang bertengger di hidungnya membuat Miki merasa kalau wajahnya aneh. Dia hanya belum terbiasa, itu saja.

Tapi entah kenapa dia benar-benar merasa konyol.

Miki buru-buru mengacak-acak rambutnya dan membuat rambutnya jadi seperti biasa. Cowok itu tersenyum sambil menatap pantulan dirinya di cermin lagi.

Ini lebih baik, batin Miki sambil memasukkan buku-buku dan pulpen yang tintanya penuh ke dalam tasnya. Tak lupa, ia memasukkan satu novel yang pernah Lenna baca. Bagaimana Miki bisa tahu? Dia suka Lenna, ingat?

Tok tok. Tok tok. Suara ketukan pintu terdengar. Miki berdecak, lalu memakai dasi sekolahnya.

"Siapa?" tanya Miki pada akhirnya.

"Aku." Suara Kanissa terdengar.

Miki menghembuskan napas keras-keras. "Masuk aja."

"Oke oke," sahut Kanissa sambil masuk ke kamar Miki. Cewek itu menautkan alisnya.

Miki menatap Kanissa bingung. "Kenapa ngeliatin gue gitu?"

Lima detik dalam keheningan, tiba-tiba Kanissa berteriak. "MAMA, DISINI ADA PENCOLENG!"

"Pencoleng apaan sih."

Kanissa masih berteriak-teriak. "MAMA, DIA PAKE TOPENG MUKA KAK  LOLO. MAMA ADA PERAMPOK DISINI!"

Miki menutup mulut adiknya itu. "Berisik lo, Nis. Udah ah gue mau berangkat. Mau ikut nggak lo?"

"Aku mau bilang sesuatu. Aku tau ini girl thing tapi aku gatau mau ngomong ke siapa lagi," bisik Kanissa serius sambil melepas tangan Miki dari mulutnya.

Miki menautkan alisnya. "Maksudnya?"

"Dasar Kakak berotak sempit," cibir Kanissa, lalu duduk di lantai kamar Miki. "Kak, aku dapet."

"Dapet? Dapet uang THR? Mama curang banget nggak ngasih ke gue juga." Miki menatap Kanissa penuh dendam. "Apa lo bilang? Otak sempit?"

Kanissa cemberut. "Clueless banget sih, Kak Lolo. Aku haid. Aku dapet menstruasi. Jelas nggak?"

"Dodol kenapa lo ngomongnya ke gue?!" jerit Miki girly sambil melompat ke tempat tidurnya agak ayok. Oke, dia lebay. Dan sepertinya dia tertular virus 'dodol' Lenna.

Kanissa masih cemberut. "Bodo. Kasih solusi kek, gitu. Lagian Mama sibuk, kerja melulu di kamarnya. Papa juga lembur mulu, malah jarang pulang. Cuma Kak Lolo yang ada."

"Oke oke, jangan nangis." Miki memeluk adiknya agak risih. Tiba-tiba, sebuah lampu menyala di atas kepalanya. "Gue panggil Lenna aja, ya?"

Kanissa menautkan alisnya. "Bukannya sekolah?"

"Ya pulang sekolah."

Kanissa cemberut lagi. "Trus aku gimana? Ini keluar terus daritadi."

"Nggak usah sekolah, oke? Tanya dulu ke temen lo apa yang harus dilakukan. Sumpel pake tisu juga bisa," ujar Miki asal sambil merapikan bajunya dan mengambil tasnya. "Option ketiga gue jangan dimasukin hati."

NERDIOLA ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang