bonus: PANAS!!!

12.6K 505 9
                                        


*  Ndaru itu wajahnya gak cakep juga gak jelek tapi nyenengin buat dilihat.

*Gak terlalu tinggi gak pendek juga.

*Sedikit kurus, tapi kurus sexi(?).

*Kulitnya kuning langsat.

*Bibir tipis kemerahan.

* rambutnya dipotong pendek bagian belakang sedikit panjang didepan. (Sepert boyband korea).

* suka pakai baju kebesaran. Baju apa saja dia lebih suka komboran. Kecuali ada acara khusus yang mengharuskan pake baju rapi. Seperti kondangan.

Ps: semua percakapan DimaxNdaru akan memakai bhsindonesia. Dari chap. ini dan seterusnya.

AND BIG THANKYOU BUAT @Nyomansu undah nge-vote.
Terimakasih! Terimakasih!

_______

Ndaru melihat celana skinny- nya yang sekali lagi kena air laut. Dia hanya melihat air membasahi celana putih itu. Mau di tarik keatas lagi sudah gak bisa. Mau ditekuk gak mungkin.

Lagian orang bodoh mana pergi ke pantai pakai skinnyjeans juga jampers?!...

Dima hanya melihat Ndaru yang menunduk tak tertolong lagi melihat celananya basah sampai bawah lutut.

Dima tersenyum mendekat pada Ndaru.

" lebih baik kamu ganti baju."

Ndaru melihat kearah Dima yang mamakai kaos dan celana surfing. Terlihat nyaman sekali.

Ndaru dalam hati menghujat diri sendiri. Tapi mau gimana lagi, sebelum berangkat Dima gak ngomong mau pergi kemana gak taunya malah diajak ke VIRGIN beach.

Ndaru hanya bisa menghela napas panjang. Sambil menggeleng kepala dia bilang," gak bawa baju. Nanti juga kering sendiri."

" oh, aku rasa aku bawa baju ganti. Kalau kamu mau kamu busa ganti dengan itu."

Belum sempat Ndaru jawab, Dima sudah menarik tanganya berjalan ke arah dia memarkirkan mobil sewaannya.

Dima membuka pintu mobil. Memberikan baju dan celana pada Ndaru yang baru dia keluarkan dari dalam ranselnya.

" pakai ini. Ganti juga jampermu."

Ndaru manut saja mengambil baju- baju itu dari tangan Dima.

Ndaru tanpa banyak pikir langsung membuka jampernya. Kerena pikir dihadapannya saat ini sama- sama cowok Ndaru tanpa rasa malu membuka bajunya.

Lagian selama ini dia dah ribuan kali ganti baju didepan Lili. Ngapain mesti malu di depan bule ini.

Tapi mau bagaimana pun. Meskipun sama- sama cowok, tapi laki- laki di sampingnya itu tetepa aja 'gay'.

Seperti menyodorkan ikan asin didepan muka kucing.

Dima hanya bisa menelan ludah. Melihat punggung Ndaru yang terlihat bersinar dibawah cahanya matahari. Mulus tanpa ada jerawat atau satu pun bekas luka. Pinggang yang kecil dan ramping.

Tangan Dima gatal ingin merasakan halusnya punggung itu. Ingin sekali memeluk pinggang itu.

Setelah putus dari mantannya. Rasanya lama sekali Dima tak merasakan gairah ini. Seluruh tubuhnya seperti dialiri listrik. Dadanya berdegub sangat kencang.

Ndaru yang tak menyadari aksinya bikin orang disebelahnya panas dingin meneruskan membuka bajunya.

Setelah memakai baju Dima, yang super kebesaran setelah dipakai di tubuhnya, Ndaru mulai melepas celananya.

Gak masalah lah ganti didepan orang. Lagian dia pakai boxer di balik celananya. Dengan susah payah dia melepas celana skinny- nya.

Gak basah aja susah lepasnya apa lagi basah.

Ndaru menyandarkan tangannya dimobil untuk keseimbangan agar gak jatuh saat melepas celana.

Satu per satu kaki jenjang itu keluar dari kain yang menutupinya.

Melihat sepasang kaki indah itu Dima sama sekali tak berkedip. Nafasnya berat. Parahnya bagian bawahnya mulai hidup!!!

Ndaru melihat celananya yang basah yang kemudian dia letakkan di lantai mobil. Mengambil celana surfing yang dia letakkan diatas kursi mobil.

Belum lagi kakinya masuk kedalam celana Dima berteriak menghentikannya. Masih membungkuk dengan muka bingung Ndaru melihat Dima. " kenapa?" tanya nya.

" celana itu kebesaran kalau kamu yang pakai." jawab Dima cepat dan meyakinkan. Modus.

Dia gak rela kalau kaki itu mesti di tutupi lagi!!.

" huh..." Ndaru bingung. Mendekatkan celana surfing itu ke pinggannya. Melihat celana itu menutupi hampir panjang kakinya. Berhenti dibawah lututnya. Ndaru gak ada masalah dengan itu. Dan untuk kebesaran atau tidak dipinggangnya, Ndaru pikir juga tak masalah karena celana surfing itu ada talinya, Ndaru tinggal tarik talinya dan semuanya beres.

Seperti mengerti pikiran Ndaru yang tetap ingin memakai celananya Dima cepat mangambil celana itu dari tangan Ndaru.

" sudah begitu saja. Lagi pula kamu sudag pakai boxer kan?".

Ndaru melihat tangannya yang kosong gak lagi memegang celana surfing yang ingin dia pakai tadi. Mengangkat kaos milik Dima dengan ujung jempol dan telunjuknya, yang menutupi paha sampai atas lututnya, melihat boxer super pendek dibawahnya yang hanya sampai tengah pahanya. Melihat ragu- ragu kearah Dima.

" kau yakin ini tidak memalukan."

Dima mengambil tangan Ndaru yang masih memegang bajunya, menggenggamnya. Menarik Ndaru kembali kearah pantai.

" kalau memakai baju seperti ini memalukan, lalu bagaiman dengan orang yang memakai bikini kepantai. Kalau aku sih mending liat kamu gak pakai apa- apa...///" kalimat terakhir diucapkan Dima pada diri sendiri dengan sangat pelan.

Ndaru yang gak mendengar apa yang diucapkan Dima tentu saja tanya padanya: " apa?".

Dima dengan senyum lebarnya hanya menggeleng kepalanya. " tidak ada. Hanya bicara pada diri sendiri."

Ndaru mengangkat satu alisnya gak percaya tapi sekejab melupakan apa yang dikatakan Dima.

Ngimpi Macarin bule (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang