Lili bicara SEX...

8.8K 431 7
                                        

TERIMAKASIH BUAT  faridmunsy UDAH NGE VOTE!!!!

DAN KALIAN YANG UDAH BACA KARYA INI!!!

TERIMAKASIH! TERIMAKASIH!
_________

Lili duduk santai di kursinya. Ditangannya setoples kacang disco juga sekotak besar pai susu diatas meja dekat komputernya.

Dia memperhatikan semua tingkah Ndaru seperti dia melihat drama korea favoritnya. Matanya tak berkedip. Tangannya memasukkan kacang disco ke mulutnya bergantian dengan pai susu di atas meja.

Semburat merah mewarnai pipinya. Menggit bibirnya menahan senyum dengan pandangan mata gak beralih dari kaos ditangannya. KAOS YANG JELAS- JELAS BUKAN MILIKNYA!.

Melipat- lipat. Mengelus- ngelus. Gak berhenti- berhenti.

Lili mengenal cowok ini luar dalam. Dengan wajah merah, malu- malu gitu pasti pikirannya ngeres.

Oh. Oh. Oh...jangan- jangan memang terjadi sesuatu dengan bule kemaren!.

Apa mereka sudah melakukan hal yang berlabel 18thn+??...

Mata Lili terbelalak. Biji kacang yang sudah dimasukkan kemulut menggelinding keluar jatuh kelantai saking lebarnya Lili mangap.

" kamu sudah melakukan hal itu!?".

Ndaru yang terkejut dengan Lili yang tiba- tiba saja menarik kasar kerah bajunya sambil bertanya hal yang gak jelas cuman bisa mlongo.

" kamu sudah melakukannya kan??".

Ndaru yang masih terkejut dengan kelakuan Lili masih mlongo gak tau jawab apa dengan pertanyaan gak jelas Lili.

Lili nunjuk kaos di tangan Ndaru.

" itu baju milik bule kemaren kan?!."

Ndaru melihat baju di tangannya dengan wajah yang bertambah merah dan senyum lebar di dibibirnya. Malu- malu memeluk baju itu di dadanya. Seolah harta paling berharga di hidupnya.

Lili masih dengan mata terbuka lebar melihat Ndaru yang bertingkah seperti anak SMP yang pertama kali ngerasaain pacaran.

Oh, bukan anak SMP. Kenyataannya Ndaru memang pertama kali pacaran.

Huh. Siapa yang bilang Ndaru pacaran?.

Dengan bule kemaren?.

IMPOSIBLE.

Lili yang kembali tenang namun dibingungkan dengan pertanyaan lain, menanyakan asal baju di tangan Ndaru.

" baju itu bukan punyamu kan?." Apa lagi ukurannya yang kebesaran pasti milik bule kemaren.

Ndaru melirik Lili dari balik baju, yang entah sudah berapa kali dia ciumi wanginya.

Wangi Dima. ///

Ndaru malu- malu mengangguk.

" punya bule kemaren?".

" namanya Dima." Ndaru mengingatkan. Kembali untuk kesekian kalinya melipat kaos itu.

Mendengar jawaban itu samakin membuat hati nurani Lili semakin penasaran.

" ... Jadi kemaren memang terjadi sesuatu kan?".

Ndaru teringat kembali semua percakapan dengan Dima di pantai kemarin.

Semua ucapannya.

Kecupan lembut di keningnya.

Ndaru yang hatinya dipenuhi kebahagiaan, senyumannya semakin lebar. Ingin sekali dia membagi kebahagiaa itu dengan Lili, orang yang paling dia percayai di hidupnya.

Dengan senyumanya." dia bilang kita kencan."

Lili diam. Berusaha mengerti setiap ucapan Ndaru.

Lima detik berlalu.

Enam.

Tujuh.

Delapan.

Sembilan.

Sepu....

" KYAAA!!!" Lili memeluk Ndaru sambil berlompatan ditengah ruangan. Untung saja rental saat itu sepi.

" SELAMAT!! SELAMAT!! SELAMAT!!". Lili berteriak berlompatan kegirangan. Ndaru yang masih dalam dekapan Lili gak bisa lagi menahan rasa bahagianya ikut berloncatan.

Nurin yang terkejut dengan teriakan kekasihnya langsung lari kedepan rental.

Tapi apa yang dia lihat membuatnya membeku.

Ndaru yang selama ini dia anggab sebagai rival sedang memeluk Lili dengan mesranya.

Cemburu?, tentu saja.

Tapi Nurin berusaha keras tenang menghadapi situasi itu.

Berderi di belakang pasangan itu dia men- dehem.

" apa yang kalian berdua lakukan?"

Lili yang mengetahui kedatangan Nurin langsung menoleh kearah kekasihnya itu.

" sayang dengar!.Akhirnya Ndaru dapat cowok pertamaya!."

Nurin yang mendengar ucapan Lili seketika hatinya tenang.

Akhirnya orang ini dapat cowok juga. Gak lagi gangguin pacar orang.

Eh, tapi rasanya ada yang ganjil.

Cowok. Bukannya cewek...

"?????."

Nurin yang mengetahui kenyataan yang mengejutkan cuman bisa membuat senyum kaku untuk menutupi rasa canggungnya.

" selamat bro." Nurin bersiap untuk cabut " ...oh, juga...anggab saja aku gak pernah bertannya..." kemudian lari secepat kilat.

Dua orang yang masih berpelukan gak peduli dengan tingkah Nurin.

____

Akur, mereka duduk berdampingan bergantian mengambil kacang disko dari dalam toples.

" gak percaya akhirnya kamu mendapatkan cowok bule seperti yang kau impikan."

Ndaru ngangguk." aku merasa semua ini mimpi."

" hmm... Mimpi yang jadi kenyataan. Aah!! Bikin iri!!".

" he, he, he."

Mereka diam. Yang terdengar hanya suara mereka yang mengunyah kacang disco.

" lalu selanjutnya SEX."

Ndaru keselek kacang yang baru dia makan.

Lili menjadi saksi mata tewasnya pemuda yang tersedak kacang disco...................

____

BUKAN ENDING.

DAN BELUM DI EDIT.





Ngimpi Macarin bule (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang