...
Titipan dari Allah,
Yah, bayi yang sedang tumbuh di dalam rahimku ini. Titipan yang aku tidak pernah memintanya. Titipan yang datang dengan kelalaianku. Titipan yang aku berikan sesal didalamnya.
Belum sempat aku utarakan maaf untuknya. Belum sempat aku berikan kasih sayangku untuknya. Belum sempat aku mencintainya secara penuh. Dan sekarang titipan itu ingin pergi.
Aku merasa, bahwa aku adalah calon ibu terburuk sedunia. Dia tak berdosa, dia tak salah, dia hanya datang untuk mencari kehidupan dan kasih sayang. Tetapi, aku ? Aku menganggapnya sebagai suatu kesalahan, kesalahan yang tak seharusnya aku dapatkan. Aku marah, marah dengan kehadirannya, menganggapnya benalu yang akan mempermalukan keluargaku.
Ia datang dititik tertinggi klimaks didalam kehidupanku. Dimana semua tragedi datang silih berganti, hingga perang batin menyerang jiwaku. Kenapa tidak ? Aku hampir melepas keimananku untuknya ?
Dan ia pergi dititik terendah didalam kehidupanku. Dimana aku sudah mulai untuk menerima semua cobaanku dengan sabar dan Ali sudah mulai belajar untuk menjadi muslim yang seutuhnya.
Kemudian dia pergi ?
Rencana apa yang Tuhanku siapkan untukku ?
...
I :"Yumna, kau harus sabar nak."
Ay :"Iya Yumna, jangan biarkan kejadian ini membuat dirimu goyah nak."
Y :"ibu, ayah, ... sebenarnya apa kesalahan Yumna ? Kenapa cobaan yang berat silih berganti berdatangan ?"
Ay :"Astaghfirullah nak, jangan beranggapan seperti itu, Allah tidak mungkin memberi cobaan jikalau hambanya tidak sanggup untuk menanggungnya. Kamu pasti kuat nak,"
I :"Iya nak, kami pasti kuat sayang"
Y :"Yumna sedih bu, yah, bayi Yumna... hiks...hiks (aku tak bisa menahan kesedihanku)... kenapa Allah datangkan dia disaat Yumna benar-benar akan membencinya ? Dan kenapa Allah mengambilnya ketika Yumna sudah akan mulai mencintainya? "
Y :"... hiks...hiks.. maafkan ibu, maafkan. Selama ini ibu merasa bahwa kamu adalah kesalahan terbesar didalam hidup ibu. Bahwa kamu adalah cobaan yang seharusnya tak datang pada ibu. Maafkan ibu karena sudah marah atas kehadiranmu."
Y :"maafkan ibu, maafkan, maafkan. Ibu belum sempat memberikan cinta untukmu, ibu belum sempat untuk melihatmu, ibu belum sempat untuk menyentuhmu.. ibu...."
Aku tidak tahu, sudah berapa banyak air mata yang aku teteskan untuk kehilanganku. Kehilangan terburuk didalam hidupku. Aku kehilangan buah hatiku, titipan terindah yang pernah datang dihidupku. Mungkin Tuhan sedang menghukumku lagi.
...
...
Sudah hampir sebulan semenjak kehilanganku. Tapi, kesedihan itu tetap masih merundungku.
...
"Assalamualaikum"
I :"Waalaikumsalam, oh nak Ali, masuk nak."
Ay :"Duduk dulu nak,"
A :"Iya ustad."
Ay :"Ibu, tolong panggilkan Yumna?"
I :"Iya pak."
...
A :"Saya ingin berbicara kepada ustad, ibu dan Yumna."
Y :"..."
I :"Ada hal apa ya nak Ali?"
A :"Saya sudah mendengar semuanya dari ustad bu, tentang keguguran Yumna."
I :"..."
A :"Saya sudah memikirkan hal ini secara matang, sebelumnya saya bersedia untuk masuk islam karena kehamilan Yumna. Saya berkehendak untuk bertanggung jawab secara penuh untuk Yumna. Tetapi, sekarang Yumna sudah keguguran. Tak ada lagi alasan untuk saya bertanggung jawab."
I :"Apa maksudmu Ali ?"
A :"Saya akan berhenti untuk bertanggung jawab ! Dengan kata lain, saya tidak akan menikahi Yumna."
I :"...."
Y :"kau..."
Ay :"Iya, bapak mengerti dengan keputusanmu Ali. Tidak ada alasan lagi untukmu bertanggung jawab."
Sungguh, kata-kata Ali sangat kejam sekali. Sekarang, tidak ada alasan lagi untuknya bertanggung jawab atas aku ? Apa maksudnya ? Setelah semua yang telah kami lewati ? Begitu mudahnya ia berkata seperti itu ? Setelah kehilangan yang aku alami? Kenapa ia begitu kejam sekali!
...
....
Bersambung
....
...
***
Belajar lebih dalam tentang menjadi muslim sangat menyenangkan bagiku. Tidak hanya itu, entah kenapa rasanya sangat tentram dan nyaman hati ini. Kegelisahan yang sudah mengikutiku bertahun-tahun silam itupun sudah sedikit demi sedikit terlupakan. Yah, walaupun tidak akan menghilang, tapi setidaknya aku sudah mulai terbiasa dengan kehadirannya.
Disini, seperti biasa, setiap bulannya aku datang untuk menemui 'kegelisahanku' itu.
"Maaf.. permisi..permisi.."suara mengagetkanku. Tampaknya mereka sedang berlari terburu-buru ke ruang UGD.
Tunggu "Itu.. bukannya ? Ustad ?"
A :"Ustad !" Aku spontan meneriakkan pak ustad.
Ay/U:" Ah, nak Ali."
A :"Ada apa ustad ? Kenapa sepertinya terburu-buru ? Siapa yang sakit ?"
Ay :" Yumna nak, Yumna.. maaf nak Ali ustad harus cepat."
Yumna ? Apa yang terjadi padanya ? Bagaimana bisa dia ? Ya Tuhan, aku khawatir sekali, semoga saja Yumna baik-baik saja.
"Reymond" suara perawat memanggilku
A :" Iya,"
P :"Silahkan masuk"
...
D :"Reymond, bagaimana sekarang keadaannya ? Masih sering pusing kepalanya ?"
A :"Iya dok, kadang-kadang."
D :"Hari ini hasilnya sudah keluar ya, ... tunggu coba saya bacakan.. Rey, hmm kami masih muda sekali yah."
A :"Apa hasilnya dok ?"
D :"Dari hasil CT dan MRI kami mendapatkan diagnosa bahwa kamu menderita kanker otak."
A :"Kanker, bagaimana bisa?"
D :"Riwayat keluarga Ayah kamu juga menderita kanker otak bukan ?"
A :"Iya dok."
D :"Keturunan juga bisa mempengaruhi, selain itu efek samping dari radioteraphi juga mempengaruhi. Apa kamu pernah bekerja di perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan radioteraphi sebelumnya ?"
A :"Iya dok, saya sering ikut paman saya bekerja lepas di perusahaan-perusahaan seperti itu."
D :"Mungkin itu juga bisa menjadi pemicunya. Tidak hanya kamu, sekarang sudah banyak anak muda yang menderita penyakit seperti ini."
A :"Apakah masih bisa di obati dok ?"
D :"Kamu masih di stadium 2, masih di kategorikan kanker jinak. Saya sarankan untuk selalu konsumsi obat, kemoteraphy atau kita operasi sekalian."
A :"Berarti masih bisa sembuh kan dok?"
D :"Kita doakan saja ya Rey, saya bukan Tuhan yang bisa menentukan hidup kamu."
A :"Baiklah dokter"
D :"Saran saya, kedepannya kamu harus fokus untuk pengobatan. Jangan terlalu stress, karena disaat tubuh kamu lemah, sel kanker akan semakin menyebar. Ini beberapa list makanan dan minuman yang harus kamu hindari dan konsumsi. Jangan sampai kelelahan, istirahat yang cukup dan juga olah raga yang cukup."
A :"Baiklah dokter, terima kasih ."
Wah ? kanker ? 'Kegelisahan' yang terus memghantui itu seketika seperti berbisik dan tertawa padaku. 'Sekarang giliran kamu Ali'. Yah, sudah giliranku ya?
Benar, dulu Ayahku menderita 'kanker otak', aku tahu persis seperti apa penyakit itu. Hari-hari ayah yang begitu kelam, hingga maut menjemputnya.
Aku masih tak berkutik dibangku depan ini, masih terdiam merenungi nasibku yang menyusul Ayahku. Berita ini tidak terlalu mengejutkanku, karena yah memori ayah sudah terpantri dipikiranku.
Kucoba untuk membuka handphone melihat ulasan-ulasan mereka yang menderita kanker.
"Aku kanker st.1, kata dokter masih jinak. sudah banyak pengobatan yang aku lakukan, tetapi tetap saja akhirnya sekarang kankerku sudah st.4."
"Adikku menderiita kanker otak, dia baru saja meninggalkan keluarga kami. Dari awal dia di diagnosa kanker, kami sekeluarga sudah mengerti dan ikhlas untuk kepergiannya."
"Aku terkena kanker otak st.2 setahun yang lalu, tapi berkat pengobatan yang ketat dan operasi, sekarang aku sudah sembuh."
Dari banyak komentar, sepertinya lebih banyak yang kecewa dan tidak selamat dari penyakitnya. Huh, percuma saja aku membaca ulasan-ulasan ini tetap saja penyakit ini menakutkan.
Dulu ayahku juga begitu, baru stadium 2 dan yah lama-lama semakin parah.
Sebenarnya aku tak mau berputus asa, tapi memandang fakta yang sudah terpampang luas, yah.... takdir ini... 'menakutkan'.
...
"Kanker otak? Siapa yang kanker otak Ali?" Suara ustad mengagetkanku, serontak aku langsung menutup handphoneku.
A :"Ustad, ... mm( oh iya, Yumna tadi), Yumna bagaimana ustad ?"
U :"(dengan pelan duduk di sampingku), kamu harus sabar ya nak."
A :"Yumna kenapa?"
U :"Alhamdulillah, Yumna baik-baik saja, tapi..."
A :"Apa ustad ?"
U :"Dia keguguran, anakmu ... sudah tidak ada lagi Ali."
Berita apa ini ? ? ? ? ? ?
***
KAMU SEDANG MEMBACA
YUMNA [COMPLETE]
Romance(Complete) Romance - Fiksi - Tragedi - Drama - Religion Ketika cinta disalah artikan. Kisah Seorang wanita bernama Yumna yang hidup dilingkup keluarga yang sangat islami. Taat akan ajaran agama, membuat Yumna tumbuh menjadi wanita lemah lembut dan p...
![YUMNA [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/148566558-64-k454889.jpg)