...
Aku mengingat semuanya, setiap kepingan ingatanku kembali satu persatu. Kenangan kepahitan perjalanan hidupku, kenangan kebahagiaanku ketika bersama Yumna dan kenangan tuntunan kehidupanku mengenai islam.
Sekarang, aku adalah seorang lelaki muslim. Sudah lama setelah proses belajarku aku ingin masuk memeluk islam, tapi karena penyakitku dan jadwal operasi, aku menunda keinginanku itu. Siapa yang akan mengira bahwa aku akan melupakan keinginan terbesarku itu ?
Tidak ! Aku tidak mau melupakan ingatan ini. Yah, aku akui dahulunya aku selalu mengidam-idamkan untuk mendapatkan amnesia agar aku dapat melupakan kenangan pahitku. Tapi sekarang tidak lagi, 'ingatan tentang islam' aku sungguh tak ingin melupakannya.
Aku ingin melakukan segalanya! Aku ingin melaksanakan sholat, aku ingin membaca Al-QurAn, aku ingin menahan nafsuku dengan berpuasa, aku ingin menunaikan zakat dan aku ingin sekali kembali mengumandangkan Adzan.
Kali ini aku tidak akan melupakan ingatan ini ! Aku tidak akan tidur ! Tidak akan ! Aku akan tetap selalu terjaga !
...
A :"Mau kah kau menikah denganku Yumna?"
Y :"Tentu saja"
Hal terbaik didalam hidupku adalah aku kembali kepada Allah dengan memeluk islam. Dan hal yang paling bahagia dihidupku adalah aku dapat bersama Yumna. Aku memang tidak menginginkan Yumna untuk bersedih karena kondisiku, tapi egoku selalu mengatakan bahwa aku harus melewati sisa hidupku ini dengan bersama Yumna, wanita yang aku cintai.
"Terima kasih Ya Allah.. Terima kasih.. Terima kasih karena sudah menghadirkan Yumna dikehidupanku, karena dengan kehadirannya aku dapat kembali pada-Mu"
Aku sangat bersyukur Allah menghadirkan Yumna dikehidupanku. Karena hadirnya Yumnalah yang membuka jalan bagiku untuk kembali pada Islam.
Bukan berarti aku masuk islam karena Yumna, Tidak ! Tapi rencana Allah begitu sungguh sangat menakjubkan. Aku selalu mengira bahwa Allah dan dunia tidak berpihak kepadaku karena kehidupanku yang kelam. Dan siapa yang tau ? 'Rencana-Nyalah yang menuntun aku kembali pada-Nya, dan aku sangat bersyukur'
...
...
Kami meminta izin kepada pihak rumah sakit untuk menggelar pernikahan disini. Yah, aku masih berada di tempat tidurku. Dengan keadaan dan pakaian yang seadanya kami akan melakukan ijab kabul.
Semua orang sudah berkumpul disini, Lyla, ustad, ibu dan Yumna. Sebenarnya aku ingin sekali anggota keluargaku juga ikut menyaksikan pernikahanku. Tapi, karena mereka sangat jauh, kami akan terhubung hanya dengan videocall. Awalnya mereka terkejut dengan keputusanku, tapi mereka mengerti dan mengizinkan.
U/A :"Ali, ustad akan menikahkanmu dengan Yumna."
A :"Ustad ..."
U :"Kau adalah seorang pria yang baik Ali, kau pantas mendapatkan Yumna."
A :"Izinkan Ali ustad, izinkan Ali untuk bersama Yumna. Ali berjanji disisa kehidupan Ali, Ali akan selalu mencintai dan memperlakukan Yumna dengan baik"
U :"Tentu saja, ustad mengijinkan. Berbahagialah Ali bersama Yumna."
...
...
"M.Ali bin Husein SAYA NIKAHKAN DAN SAYA KAWINKAN ENGKAU DENGAN PUTRI KANDUNG SAYA Yumna binti Abdul DENGAN MAS KAWIN BERUPA ALAT SHOLAT, TUNAI"
"SATA TERIMA NIKAHNYA DAN KAWINNYA PUTRI BAPAK Yumna binti Abdul DENGAN MAS KAWINNYA YANG TERSEBUT DIBAYAR TUNAI"
"SAH ?"
"Sah ... Sah ... Sah ..."
"Alhamdulillah ... Alhamdulillah ..."
Momen ini begitu sangat mengharukan, sungguh aku menangis menerima kenyataan yang begitu bahagia ini. Tak hentinya aku bersyukur kepada Allah dengan kebahagiaan yang telah ia berikan. Terimakasih ... Terimakasih ... Allahuakbar !!
...
....
....
...
***
Y :"Ali, aku tidak pernah menyangka bahwa semua akan berakhir seperti ini"
A :"Iya, sekarang kita benar-benar telah bersatu Yumna"
Y :"Setelah semua yang telah kita lewati."
A :"Aku sangat bersyukur dapat bertemu denganmu Yumna dan semua kejadian-kejadian itu menuntunku untuk kembali kepada Allah."
Y :"Aku juga bersyukur bertemu denganmu Ali dan semua kejadian-kejadian itu membuat aku untuk menjadi lebih sabar dan kembali dekat dengan Allah."
A :"Rencana Allah begitu sangat indah Yumna."
Y :"Iya Ali,"
A :" Aghh ( kesakitan )"
Y :"Apa masih sakit ? Bagian mana Ali?"
A :"Sedikit, tidak terlalu. Rasa bahagiaku ini lebih besar dari rasa sakit ini."
Y :" (memeluk Ali) ... Aku bahagia berada disisimu Ali.. sungguh"
A :"( membalas pelukan Yumna) Aku mencintaimu Yumna"
Y :"(melepaskan pelukan), Bukankah kau sudah tidak tidur selama berhari-hari ? Tidurlah Ali."
A :"Tapi aku takut .."
Y :"Tenang saja, ada aku disisimu. Aku akan selalu mengingatkanmu semua yang telah terjadi. Aku adalah istrimu sekarang Ali"
A :"Baiklah Yumna., (melihat jam), tapi sebelum tidur ayo kita sholat bersama. Aku ingin satu kali saja mencoba untuk adzan dan sholat berjamaah denganmu."
Y :"Kau pasti sangat merindukan untuk mengumandangkan adzan, baiklah Ali"
...
Aku menguatkan diriku untuk bangun dan berwudhu. Aku sangat merindukan momen dimana aku bisa sekali lagi mengumandangkan adzan. Aku rindu panggilan ini, panggilan indah untuk seseorang menghadap ke Tuhannya.
Berdiri disini membuat hatiku begitu nyaman, seluruh tubuhku terasa dingin, hatiku terasa damai ...
Aku merindukan ini
"Allahuakbar Allahuakbar"
"Allahuakbar Allahuakbar"
"Ashaduanlailaahaillallah"
"Ashaduanlailaahaillallah"
"Ashaduanlamuhammadarrasulullah"
"Ashaduanlamuhammadarrasulullah"
"Hayya'alasshalaah..."
"Hayya'alasshalaah..."
"Hayya'alalfallah...."
"Hayya'alalfallah..."
"Allahuakbar Allahuakbar"
"Laailaahaillallah...."
Dan aku menangis dengan itu
...
....
Kemudian kami berdua sholat berjamaah. Setelah sholat, Yumna mencium tanganku dan aku mencium keningnya.
A :"Istriku Yumna, kau adalah wanita yang sangat aku cintai"
Y :"Suamiku Ali, Aku sangat mencintaimu"
Kemudian, kami berdua berbaring untuk tidur.
A :"Besok, jika aku bangun tanpa mengingat semua momen bahagia ini. Maafkanlah aku, dan ingatkanlah aku Istriku."
Y :" Pasti akan selalu aku ingatkan suamiku. Aku akan selalu berada disisimu."
A :"Besok, jika aku tidak terbangun. Maafkanlah aku istriku, janganlah bersedih. Karena aku akan kembali kepada Allah"
Y :"Kesedihanku adalah kebahagiaanku suamiku, jika kau kembali kepada-Nya, tolong sampaikan, bahwa aku bahagia dengan takdir ini."
A :" Aku mencintaimu Yumna"
Y :" Aku lebih mencintaimu Ali"
A :"Bukan Yumna, bukan ... (memandangiku dengan pelan)
"Aku mencintaimu karena Allah, Istriku"
Y :" (tersenyum) ...
"Aku Mencintaimu Karena Allah, suamiku"
***
Lalu Ali mencium keningku dan terlelap.
Ini adalah perpisahan yang begitu indah.
Aku bersamanya dan aku ada disisinya.
.... END
KAMU SEDANG MEMBACA
YUMNA [COMPLETE]
Romance(Complete) Romance - Fiksi - Tragedi - Drama - Religion Ketika cinta disalah artikan. Kisah Seorang wanita bernama Yumna yang hidup dilingkup keluarga yang sangat islami. Taat akan ajaran agama, membuat Yumna tumbuh menjadi wanita lemah lembut dan p...
![YUMNA [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/148566558-64-k454889.jpg)