Secuil kisah tentang seorang pemuda tan bernama Kim Taehyung.
Juga seorang pemuda manis, Jeon Jungkook tentu saja.
Bertemu kembali setelah 2 tahun lamanya. Meninggalkan gombalan Kim yang masih menggantung.
Mungkin Taehyung niat lanjutkan PDKT. Me...
Perpustakaan ramai. Seperti halnya hari-hari kuliah biasa. Mahasiswa singgah untuk cari litelatur pendukung materi perkuliahan. Atau coba temukan atmosfer kondusif guna pacu otak berpikir. Mungkin juga temani kawan semata.
Atau dalam kasus Kim Taehyung, recoki kawan lebih tepatnya.
Pemuda Park pilih tak acuhkan. Tiba-tiba buku tebal di hadapan lebih menarik dari Kim Taehyung yang tampan.
"Jim~"
"Bacot, Tae. Geli bangsat." Desis Jimin tajam. Gedek juga akhirnya.
Taehyung pasang cengiran paling memuakkan.
"Jungkook bilang sayang ke gue."
Jimin putar mata jengah. Hafal betul mulut sang sepupu tak semanis parasnya.
"Ngelindur."
"Serius lho. Kemarin. Setelah dia mabuk sama lo."
Jimin lirik Taehyung sekilas. Cengiran khas orang kasmaran jelas terpantri di bibir Taehyung.
Tak dusta rupanya.
"Hubungan sudah sejauh mana?" tanya Jimin mulai tertarik dengan topik.
Taehyung terdiam. Bayangan suasana apartemen Jimin pada Sabtu pagi entah kenapa melintas tanpa ucap permisi.
"Belum sejauh lo dan Yoongi. Nggak sangka. Gue kira posisi kita sama."
Jimin mencebik. Jelas ingat bagaimana Jungkook beri panggilan tempo hari. Ucap tak mau ganggu aktivitas panas dan akan migrasi ke apartemen Taehyung.
"Asal cinta. Posisi tak jadi masalah buat gue." Balas Jimin kelewat enteng. Tipikal bucin sangat.
Taehyung mendecih. "Cih. Berlagak bicara cinta."
Lalu keduanya sama diam. Relakan sayup-sayup percakapan di luar mengambil alih. Jimin kembali beri atensi pada buku di hadapan. Sedangkan Taehyung entah apa gerangan berkecamuk di dalam benak.
Helaan nafas panjang pemuda Kim terdengar berat. Tak luput dari radar Park Jimin tentu saja.
"Kenapa lagi lo?"
Taehyung usak poni ke belakang. Sebelah tangannya menumpu dagu. Manik matanya menyendu.
"Tau, Jim? Jungkook total lupa tapi. Lanturan orang mabuk semata. Tapi telak buat gue baper nggak ketulungan."