Tugas resmi tuntas setelah lima jam lamanya. Paper kelompok 25 lembar. Yang ditulis dengan tunjangan pancake, waffle, dan es krim. Ditopang oleh kafein sebanyak dua gelas tiap orang.
Iya, semaruk itu asupan mereka.
Yuju kata berpikir perlu banyak asupan gula. Entah teori siapa. Nyatanya bekerja baik untuk ketiganya.
Yugyeom alih profesi jadi sopir setelahnya. Secara berurutan antar Jungkook kemudian Yuju ke rumah masing-masing.
Tanggung jawab manusia tunggal pengendara mobil.
Yugyeom patuh saja.
Sambangi tugas selaku gentleman sejati. Cegah seorang gadis dan pemuda tipe penerima pulang seorang diri. Di malam yang pekat; potensi kriminalitas tinggi.
Jungkook beri lambaian pada audi yang melaju kian jauh. Dapat menangkap telapak kecil Yuju melambai di celah jendela mobil yang terbuka.
Setelahnya melangkah gontai masuki rumah. Capai. Sangat. Kedua fisik dan mental diperas sarinya.
Memilih mandi sebagai hal pertama yang dilakukan. Tak tahan dengan hawa sumpek yang melingkup. Barang kali guyuran air dingin mampu basuhnya.
Kaos hitam jadi pilihan. Dipadukan dengan celana hitam selutut. Dua item rumahan esensial bagi pemuda Jeon.
Badan sintal direbahkan di ranjang. Polakan bintang dengan kedua tangan dan kaki terlentang. Biarkan busa kasur menariknya ke dalam pelukan hangat.
Jungkook tak pejamkan mata. Sebatas tatap langit-langit ruangan kosong.
Hah, capek sangat.
Ponsel berdiring menyusup dalam ruang kosongnya. Berdecak pelan. Niat biarkan saja.
Namun akhirnya luluh jua. Raih ponsel di nakas suarakan dering tiada henti.
“Halo?” sapa Jungkook malas.
“Malam, Manis.”
Dan semudah itu.
Sepasang mata boneka Jungkook membulat lucu. Kedua sudut bibirnya melengkung naik. Capai? Apalah definisi kata itu sekarang.
Modal sapaan manis saja padahal. Suara dalam nan lembut buai telinga. Taehyung di ujung sambungan.
“Malam juga, Kak Tae.” Balas Jungkook. Tak mau kalah manis.
“Sudah pulang?”
“Sudah.”
“Keluar bisa? Lihat siapa di depan rumah.”
Taehyung terkekeh di ujung sambungan.
Sementara dua kaki jenjang Jungkook sigap beranjak. Setengah lari keluar rumah. Toreh tatapan bingung dari Mama dan Papa Jeon di ruang tengah.
Benar saja.
Rubicon hitam di depan rumah. Pemuda Kim berdiri; setengah bersandar di bumper depan. Sambut Jungkook dengan sebuah senyum kotak.
Bangsat sekali tampannya.
Buat Jungkook refleks menahan nafasnya.
“Kakak kenapa kemari?” tanya Jungkook.
Ponsel masih di telinga omong-omong. Dengan status panggilan masih berjalan.
“Kalau ucap kangen Mama Jeon gimana?” satu lagi manusia dungu dengan ponsel masih di telinga.

KAMU SEDANG MEMBACA
Love, JK [ TaeKook ]
FanficSecuil kisah tentang seorang pemuda tan bernama Kim Taehyung. Juga seorang pemuda manis, Jeon Jungkook tentu saja. Bertemu kembali setelah 2 tahun lamanya. Meninggalkan gombalan Kim yang masih menggantung. Mungkin Taehyung niat lanjutkan PDKT. Me...