[5] HH : Attracting Forced

6.4K 644 10
                                        

Keluar dari sekolah, Naruto mendapati ibunya sudah berdiri di depan mobil

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Keluar dari sekolah, Naruto mendapati ibunya sudah berdiri di depan mobil. Dari balik kacamata itu, dia sudah menduga kalau wanita itu memberikan tatapan peringatan padanya. Ketahuilah, dia lebih peka akan suasana hati ibunya.

Tentu ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat. Suasana hati Naruto sedang buruk sekarang, sebab masih menyimpan rasa kesal teramat dalam pada kejadian yang tidak cukup mengenakkan baginya. Lalu, hari ini ibunya datang untuk menjemput dirinya dan mungkin akan mulai mencari masalah.

Bukanlah suatu kebetulan yang terjadi. Jika wanita itu sudah meluangkan waktu hanya sekadar bertemu dengannya di sekolah, itu berarti ada sesuatu yang teramat penting. Ah, tentu ini benar-benar menyebalkan kalau diingat.

"Kau membuang waktu untuk bertemu denganku di sekolah hari ini," Kushina menurunkan kacamatanya. Dari cara bicara putranya itu, terdengar jelas kalau ada rasa tidak senang di sana. "Mari kita selesaikan ini semua. Aku menjamin, kejadian sama akan terulang."

Naruto lebih dulu masuk ke dalam mobil melalui pintu samping. Kushina sendiri menghela napas, sama halnya dengan dirinya ̶ ̶ tidak ingin berdebat. Seakan tidak memiliki tenaga hari ini untuk melawan putranya. Mungkin mengalah akan lebih baik.

Sopir melirik dari kaca spion depan. Hawa di dalam mobil terasa begitu suram. Kedua orang di belakang itu mengeluarkan aura yang tidak bersahabat.

Suara ponsel mengalihkan perhatian Naruto. Di sepanjang jalan, ibunya tidak pernah melepas alat itu dari telinganya. Ia tidak mengerti apa yang dibicarakan di sana, tetapi dia tahu kalau itu menyangkut hal bisnis.

Rasanya benar-benar jenuh karena terus berada di dalam mobil. Hanya memandang sekitar jalanan dari balik kaca. Naruto melotot, tanpa sengaja melihat Hinata di pinggir jalan. Gadis itu sedang bersama anak kecil yang memakai seragam sekolah dengan topi kuning bundar.

Kushina menjauhkan ponsel dari telinganya, wanita itu terlihat bingung dengan sikap Naruto yang tiba-tiba merasa tidak nyaman. Tetapi dia tidak memiliki waktu untuk peduli, meskipun itu sekadar bertanya. Mengingat panggilan di posel masih terhubung.

Mobil berhenti tepat di depan lembaga keuangan. Suara pintu terbuka mengalihkan perhatiannya, Naruto mengedar pandangan sekitar. Mencoba membaca situasi, dia yakin kalau ibunya akan cukup lama berada di dalam sana.

"Maafkan aku Iruka,tiba-tiba aku memiliki urusan." dia keluar segera dari mobil, berlari dengan tergesa-gesa. Tentu agar pria itu tidak memiliki kesempatan untuk mengejar. Naruto bahkan sempat mengucapkan maaf karena melibatkan Iruka dalam masalahnya kali ini.

Iruka tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. Terlihat jelas kalau pria itu benar-benar panik. Matanya bahkan tidak pernah lepas ke arah lembaga dan juga Naruto yang sudah lari menjauh. Ini membuatnya frustrasi, bagaimana mungkin dia bisa menjelaskan semua ini pada wanita itu.

Sialnya lagi, Kushina keluar dari lembaga di waktu bersamaan. Wanita itu tidak kalah terkejut dengannya. Ponsel di tangan menjadi pelampiasan kemarahan saat ini. "Kenapa kau diam saja!" di sana ia berkacak pinggang dan mulai menjadi perhatian sekitar.

Hidden HeartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang