Bagian 2

878 64 21
                                    

"Beam ..."

Forth terua mengejar pemuda yang di kenalinya itu dan berhasil mengapai tangannya untuk menghentikannya. Beam berbalik tetapi wajahnya begitu malas sekali menghadapi Forth.

"Apa??" Balas Beam.

"Mengapa kau lari dariku?" Tanyanya Forth.

Beam tidak menjawabnya karena Beam malas meladeninya, Forth langsung menanyakan pertanyaan lain kepada Beam.

"Bagaimana kabarmu?" Tanyanya Forth.

"Baik." Jawab Beam.

Tangan yang sedari tadi digenggam oleh Forth langsung dilepaskan oleh Beam begitu seorang pria menghampiri mereka dan langsung berdiri disisi Beam, mengaitkan tangannya dan sedikit mengecup mesra pipi Beam dihadapan Forth sembari berkata ...

"Ada apa Beam?" Tanyanya pemuda itu dengan disusul suara kecupan di pipi Beam *Chup*.

Forth spechless sejenak melihatnya dan menelan ludah melihat kejadian itu, Beam juga bingung sendiri dalam situasi tersebut.

"Tidak apa, Noh." Jawab Beam.

Noh, pria yang datang tiba-tiba langsung mencium pipi Beam dan mengaitkan tangannya ke lengan Beam dan memberi skakmat pada Forth yang hanya berdiri tertegun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Noh, pria yang datang tiba-tiba langsung mencium pipi Beam dan mengaitkan tangannya ke lengan Beam dan memberi skakmat pada Forth yang hanya berdiri tertegun.

"Kau sudah selesai? Ayo kita pergi. Aku lapar." Ajaknya pria yang bernama Noh itu.

"Um, ayo pergi." Jawab Beam yang tidak bisa berkata apapun lagi.

Digandenglah tangan Beam oleh Noh didepan mata Forth untuk segera pergi makan malam, sedangkan Forth sendiri menatap kecewa kepergian Beam kala itu.

Tak lama, sedang perasaan kesal dan sebal ditinggalkan sendiriam didalam gedung pendaftaran pacuan kuda itu.

"Sialan kau Forth." temannya itu mengeluh keras.
"Kau memang kurang ajar, kau meninggalkanku didalam sendirian dan kau disini hanya melamun saja. Kau sedang melamuni apa?" Sambungnya bertanya.

"Oh, tidak." Forth menjawabnya.
"Ayo, kita kedalam untuk mengambil berkas-berkasku." Ajaknya Forth.

"Tidak perlu. Berkasmu sudah ada didalam tasku." Balas Ohm.

"Oh. Maaf ya?" Ucap Forth.

"Um ... tidak masalah." Balasnya.

"Ayo kita pergi saja, aku sudah lelah. Ingin tidur." Ajak Forth untuk pulang.

"Kau antarkan aku dulu kerumah ya. Kau sudah mengajakku keliling seharian." Pintanya Ohm.

"Iyaaa ... Baiklah!!" Jawab Forth yang langsung pergi sembari merangkul temannya itu.

***********

[

Beam]
Pertemuan itu, sungguh tidak pernah bisa ku sangka hal itu akan terjadi malam ini.

More Than WordsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang