"Sakura, Ino, darimana kalian tahu alamat rumahku?" Naruto mulai membuka percakapan.
"Naruto, hanya mencari alamat rumah bukan perkara yang sulit bagi kami." jawab Ino dengan tatapan penuh percaya diri dan cengiran khasnya.
"Ini milikmu." Sakura menyerahkan novel yang sedari tadi dicari oleh si empunya.
Naruto sangat bersyukur novel tersebut ditemukan. Apalagi yang menemukannya adalah Sakura.
Rasanya ia ingin tersenyum sepanjang pembicaraan namun coba ditahannya agar Sakura dan Ino tidak berpikir aneh-aneh.
"Terima kasih Sakura. Dimana kau menemukan novelku?"
"Tadi aku melihatnya terjatuh saat kau berjalan menuju rumah. Baru saja aku hendak memanggilmu, tiba-tiba aku berpapasan dengan Ino. Lalu.. ya kau tahu kan jika dua orang gadis sudah mengobrol.. hehehe..." Sakura meringis, memperlihatkan gigi-giginya yang rapi. Membuat Naruto terpesona dengan wajah imut yang sekarang terpampang di depan matanya.
"Kemudian kami berdua mencari alamat rumahmu dan akhirnya ketemu." sambungnya.
Kushina menuju ruang tamu sambil membawa tiga gelas sirup rasa melon dan meletakkannya di meja.
"Silakan, Sakura, Ino." ucap Kushina sambil menyodorkan gelas ke hadapan kedua teman putranya.
"Tidak perlu repot-repot, tante." jawab Sakura sungkan.
"Tidak apa-apa. Jarang-jarang lho ada teman yang berkunjung kerumah Naruto. Apalagi dua gadis cantik seperti kalian. Beruntungnya Naruto bisa kenal dengan kalian." puji Kushina.
"Ah, tante ini bisa saja." Ino tersipu mendengar pujian dari Kushina dan langsung disikut oleh Sakura. Kushina kembali masuk ke dalam dan mereka bertiga melanjutkan obrolan.
"Naruto, kau tahu kan? Sabtu besok akan ada festival di sekolah." kata Ino.
"Hm? Festival?" Naruto memasang tampang bingung. Merasa menjadi orang paling kudet di sekolah.
"Masa kau tidak tahu? Padahal satu sekolah sudah tahu lho. Sudah ada broadcast juga di grup angkatan." Ino dan Sakura ber-facepalm ria.
'Temanku yang satu ini kudet sekali' batin mereka.
"Maaf, aku baru dibelikan hp oleh ayahku minggu kemarin, jadi aku belum masuk grup angkatan." Memang, Naruto tidak seperti anak lain yang sudah memiliki hp sejak SMP.
Ia baru dibelikan hp oleh ayahnya minggu lalu, karena ia merasa tidak terlalu membutuhkan hp. Jika ada informasi mengenai tugas biasanya langsung dikirimkan melalui email masing-masing murid sehingga dirinya tidak perlu ambil pusing akan ketinggalan info.
Selain itu, Naruto malas jika waktunya hanya digunakan untuk chat dengan teman-teman karena ia tidak memiliki bahan pembicaraan yang menarik.
"Oh, iya. Aku juga belum memiliki nomormu." Sakura dan Ino meminta nomor Naruto.
Selanjutnya Sakura selaku admin memasukkan Naruto di grup angkatan yang sudah terbentuk sejak setahun lalu serta ke grup pribadi mereka berlima.
Sekarang di hp Naruto sudah ada dua grup, grup pertama yaitu grup angkatan yang diberi nama "Keluarga Biri-Biri" (?) dan grup "Power Rangers" (?) yang beranggotakan 5 orang, siapa lagi kalau bukan Naruto, Sakura, Sasuke, Ino, dan Shikamaru.
'Oh Tuhan, pasti setelah ini hpku akan lebih sering berbunyi daripada sebelumnya', batin Naruto.
"Ayo datang, Naruto. Festival itu dirayakan setiap tahun menjelang kenaikan kakak kelas kita. Kau juga harus tahu, guest star-nya adalah grup band Brave Heart!!"
"Kyaaaa~!" teriak Sakura dan Ino kompak.
Di SMA Konoha, siapa yang tidak kenal grup band tersebut? Hampir satu sekolah mengetahui betapa kerennya para personil band Brave Heart.
Walaupun seluruh personilnya merupakan anak kelas 10, namun skill dan penampilan mereka tak perlu diragukan lagi. Wajah-wajah mereka juga sangat tampan dan kharismatik.
Sabaku Gaara dengan rambut merah bata dan di dahi kirinya terdapat tato bertuliskan 'Ai' (Cinta), berasal dari kelas 10-5 dan didapuk sebagai vokalis.
Sai yang bersurai hitam dan selalu menyebarkan senyum manis, dengan kulitnya yang begitu putih dari kelas 10-7 berposisi sebagai pianis.
Inuzuka Kiba dari kelas 10-8, dikenal sebagai berandalan kelas, berambut coklat dan ciri khasnya yaitu tato segitiga terbalik di wajahnya sebagai drummer.
Lalu yang terakhir tentu saja pangeran kelas 10-2 yaitu Uchiha Sasuke sebagai gitaris.
Kumpulan dari para Flower Boys yang tergabung dalam satu panggung. Sungguh sebuah surga bagi para gadis yang melihatnya.
"Ano.. tapi sepertinya besok sabtu-"
"Besok sabtu kita tidak ada acara kan, Boruto, Hima?! Ayah juga sepertinya ingin beristirahat saja di rumah!" teriak Kushina dari ruang tengah. Boruto dan Himawari cekikikan. Penasaran ingin melihat ekspresi apa yang tercetak di wajah kakak kesayangannya sekarang.
Sial. Rutuk Naruto dalam hati. Bahkan ibunya sendiri ikut andil dalam menggagalkan rencana Naruto untuk menghindar dari ajakan si pink dan si pirang yang ada di hadapannya ini.
"Jadi, kau akan ikut kan?" Sakura dan Ino ber-puppy eyes, membuat Naruto yang awalnya bersikeras untuk menolak ajakan mereka menjadi luluh. Tidak tega melihat dua gadis ini begitu memohon agar dirinya ikut dalam event sekolah sampai sebegininya.
"Ah... iya. Baiklah." jawab Naruto disusul oleh sorakan gembira dari Sakura dan Ino. Tak lama berselang, mereka berdua pamit.
Naruto masuk ke dalam rumah dan menghela nafas panjang. Sepertinya rencana untuk berdiam diri di rumah kali ini tidak akan berjalan dengan mulus.
Sang ibu yang melihat anaknya lesu kemudian menghampiri Naruto.
"Ibu... kenapa ibu berkata seperti itu 'sih?" gerutunya sambil mengerucutkan bibir.
Wanita bersurai merah ini mengelus kepala putranya dengan lembut, "Apa salahnya kau ikut ke festival itu? Kau pasti akan menyukainya." ujarnya.
"Kalau tidak?" sanggah Naruto.
"Kalaupun tidak, setidaknya kau memiliki pengalaman sekali seumur hidup menghadiri acara seperti itu."
"Terserah ibu saja. Aku mau bersantai di kamar dulu." ia pun melengos pergi menuju kamar, berniat hendak membaca novel Confession Rehearsal yang belum sempat dibacanya.
Kushina hanya menggeleng pelan dan tersenyum tipis melihat anaknya berjalan menaiki tangga.
Bersambung
Wah ada grup band keren ternyata di SMA Konoha! (≧▽≦)
Apakah Naruto akan datang ke festival sekolah?
Mari kita tunggu kelanjutannya!
Tinggalkan like dan komennya ya ^^

KAMU SEDANG MEMBACA
Confession Rival Declaration [End]
RomanceUzumaki Naruto, dari sosok pria culun yang dijuluki 'invisible guy' saat di SMP, bertekad untuk memulai kisah barunya di SMA. Mengubah penampilan demi sosok yang dicintainya. Mau tahu perjuangan si Uzumaki dalam mengejar cintanya? Karakter : Naruto...