Festival Olahraga (4)

974 114 20
                                    

3 chapter terakhirrr!!!

Wah gak nyangka akhirnya aku bisa menyelesaikan ceritaku yang udah mangkrak selama bertahun-tahun ini!!

Terima kasih buat semua yang sudah membaca, vote, dan kasih komentar kesini ^^

Tetap nantikan sampai chapter terakhir yaa!!

Selamat membaca!! ^^

.
.
.
.
.
.

'Apa yang dilihat oleh Sasuke-kun?' Sakura merasa penasaran sekaligus curiga dengan tingkah aneh Sasuke akhir-akhir ini, terutama setelah dia menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS.

Sakura menatap nanar ke arah Sasuke yang semakin menghilang dari pandangannya, ia merasa seperti akan kehilangan Sasuke untuk selamanya saat melihat gerak-geriknya yang mulai menjauh darinya.

Greb!

Sakura merasakan tangan seseorang yang menarik tangannya, dan saat ia sadar ternyata tangan besar Naruto telah menggenggamnya dan menariknya menuju ke suatu tempat.

"Ayo kita makan, Sakura!" Naruto tersenyum dan membuat perasaan Sakura menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Flashback

Naruto harus tabah melihat Sakura yang sedang berpelukan dengan Sasuke.

Lagi-lagi ada perasaan iri dan cemburu yang menyelimuti hati Naruto.

'Bahkan, saat aku sudah mengubah penampilanku, kau masih belum menyukaiku?' batinnya sedih.

'Mungkin saja perjuanganku belum maksimal.' batin Naruto lagi dan ia berusaha untuk menyemangati dirinya agar tetap berusaha mendekati Sakura.

Naruto kemudian melihat Sasuke yang meninggalkan Sakura, ia dapat melihat raut wajah Sakura yang sedih saat ditinggal pria berkulit putih tersebut.

'Sepertinya ini kesempatanku!'

Naruto segera mendekati Sakura dan ia menarik tangan wanita berambut pink itu menuju ke kantin.

Flashback End

"Kau mau pesan apa, Sakura?" tanya Naruto saat mereka telah sampai di kantin.

"Ahh.. aku mau pesan es jeruk saja." jawab Sakura yang masih kaget karena dipanggil oleh Naruto.

"Kau tidak pesan yang lain lagi? Kali ini akan ku traktir." Naruto memberikan cengiran khasnya pada gadis yang ia sukai.

"Benarkah?!" mata Sakura berbinar mendengar ucapan Naruto. Pria berambut kuning itu mampu membuat mood Sakura membaik.

Sakura memesan kue anko berlapis sirup, sedangkan Naruto tentu saja memesan makanan favoritnya, ramen dengan ukuran jumbo.

Merek berdua makan dengan lahap dan saling bercerita mengenai euforia pertandingan voli hari ini.

"Saat kalian berdua menghadang bola dari Shikamaru, ah rasanya jantung ini hampir copot!" ucap Sakura menggebu-gebu menceritakan pengalamannya menonton pertandingan voli.

"Aku sendiri juga tak menyangka. Baru pertama kali seumur hidupku, aku ikut di pertandingan bersama dengan teman-teman." hidup Naruto saat SMA benar-benar berubah 180°.

Ia yang sebelumnya kuper dan culun, kini mulai dikenal oleh banyak orang. Selain itu Naruto dikelilingi oleh banyak teman yang tidak hanya populer namun juga baik hati dan menerimanya apa adanya.

Naruto benar-benar merasa beruntung berada di SMA Konoha dan dipertemukan oleh mereka semua, terutama disinilah ia bisa bertemu dengan cinta pertamanya, gadis yang kini ada di hadapannya, Haruno Sakura.

Confession Rival Declaration [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang