Chapter 28

4.8K 188 5
                                        

Fania sampai ke Dark Night Pack dengan lesuh. Bagaimana tidak lesu? Baru saja ia sampai Fania langsung dihadang oleh dokumen-dokumen yang gak jelas.

Fania tengah duduk diruang kerjanya sambil mendengarkan lagu. Ini adalah kebiasaan dirinya dari dulu.

"Huh"gumam Fania sambil menghempaskan tubuhnya kebelakang.

"Selesai juga"kata Fania pelan.

Fania berjalan keluar,omega dan warrior lainnya memberi hormat kepada Fania. Fania hanya menganggukkan kepalanya pelan.

Baru menginjakkan kaki ditaman belakang Fania dikejutkan dengan kehadiran seorang pria dengan harum Cokelat bercampur perumputan hijau.

Laki-laki yang tak lain adalah Eyden Wildblood. Eyden membalikkan badanya saat mencium bau bunga melati bercampur dengan teh hijau.

"Mate"satu kata yang dikeluarkan Eyden dan Aland secara bersamaan.

"Ini tidak mungkin"kata Fania dan Aria bersamaan.

Fania tak tau iya harus berbuat apa,bagaimana bisa hidupnya  menjadi lebih berat dibandingkan yang lain?

Alfo dan yang lainnya terkejut atas apa yang dikatakan Eyden.

Eyden menghampiri Fania dan memeluknya. Jantung Fania berdebar 2× lebih cepat dibandingkan dirinya bersama Leon.
Fania melepaskan pelukannya dan memundurkan dirinya menjauh dari Eyden sambil menutup mulutnya untuk menahan tangis yang sebentar lagi akan keluar.

"Alpha ini tidak benar bukan?"tanya Dylan memastikan.

"Eyden kau tidak salah mencium bau matemu kan?"tanya Edward.

"Tidak mungkin aku tidak mengenal Mateku sendiri"kata Eyden kesal.

"Tapi,ia telah menikah dengan matenya Leonnardian Dominic. Bahkan namanya saja sudah ganti menjadi Fania Alexander Dominic. Eyden ia adalah mate dari Alphamu sendiri"kata Alfo.

Apa yang diucapkan Alfo mampu membuat Eyden dan Aland terdiam membisu.

Fania bangkit dan melesat pergi. Alfo ingin mengrjarnya namun,Edward menahan tangannya dan menggelengkan kepalanya. Alfo lalu menganggukan kepala mengerti.

Setelah Fania pergi meninggalkan mereka,Eyden langsung terduduk dan menunduk dalam.

'Seharusnya aku lebih cepat menemukanmu,agar aku dapat memilikimu lebih cepat dibandingkan dirinya'batin Eyden.

'Kenapa rasanya sangat sakit,aku tak tau jika ditinggal mate sendiri rasanya sesakit ini'batin Aland.

Dylan menepuk bahu Eyden dan berbisik
"Jika kau mau mencintainya maka,kejar dia sejauh apapun dia melangkah ikuti dia. Sekencang apapun dia berlari tetap kejar dia. Jangan mudah menyerah,Adik"kata Dylan dengan senyuman manisnya.

Eyden menganggukkan kepala. Kata2 Dylan terus saja berputar dikepalanya.

"Bagaimana pun aku harus merebutnya,ia hanya milikku,milik Eyden Wildbmili. Aku takkan menyerah sebelum dia berada digenggamanku,setelah itu aku takkan melepaskan dirinya. Walau nyawaku taruhannya"gumam Eyden dengan tekad yang kuat.

TBC

My Cold LunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang