Chapter 20: Come Back

5.6K 232 6
                                        

Hari ini Fania keluar dari rumah sakit.

"Hm Fania"panggil Leon dengan suara yang pelan.

"Iya?"kata Fania sembari melihat kekanan dimana Leon sedang duduk disebuah taman diDark Night Pack.

"Aku ingin membawamu kembali ke Shadow Pack apa boleh?"tanya Leon dengan lembut sambil menggemgam tangan Fania dengan lembut.

"Apa aku bisa?"tanyanya dengan suara yang sangat kecil.

"Aku mohon beri aku kesempatan sekali saja"ucap Leon dengan tatapan sendu.

"Baiklah aku akan memberimu kesempatan tapi,hanya sekali saja. Jika kau menlanggarnya maka,aku akan pergi dari hidupmu selamanya"kata Fania dengan senyum yang menurut Leon menyeramkan.

"Baiklah"kata Leon bahagia. Leon lamgsung memeluk Fania erat. Fania juga memeluk Leon tak kalah erat.

'Aku harap kau tak mengulangi kesalahan yang sama 2 kali Leon'ucap Fania sambil tersenyum.

****
"Aflo"teriak Fania melalui Mindlnk.

"Oh astaga Alpha,kau mengejutkanku"kata Aflo.

"Dasar aneh! Aku akan tinggal di Shadow Pack. Kau jaga dulu Dark Night Pack. Nanti,aku akan sering berkunjung untuk mengecek pack kita"ucap Fania melalui mindlink.

"Baik Alpha. Ciyeeee ekhem"goda Alfo dengan diiringi kekehan kecil.

"Harry aku tahu kau mendengar ini. Apa bisa kau menjaga Beta ku yang gilak ini?"tanya Fania yang mampu membuat Harry ketawa terpingkal-pingkal. Sedangkan Aflo sedang mengerutkan bibirnya sebal.

"Aman Alpha,ahahhaha" tawa Harry yang membuat Aflo semakin kesal.

****
Tampa sadar Fania tertawa kecil melihat tingkah Betanya yang satu itu.

"Fania kamu kenapa?"tanya Leon,pasalnya daritadi Fania tertawa kecil padahal tidak ada yang lucu.

"Hah?!"kaget Fania.

"Tak ada apa-apa"ucap Fania. Leon menganggukkan kepala mengerti.

****

"Selamat datang kembali sayang"teriak Luna Alya.

"Hy mom,dad"ucap Fania lirih. Alpha Andrian dan LunanAlya langsung memeluk Fania. Awalnya Fania terkejut namun,dia langsung membalas pelukan mereka. Leon tersenyum bahagia. Begitupula dengan Lucas.

****
Malam ini Fania berada di Shadow Pack tempat matenya.

Tok... tok... tok...

"Masuk"ucap Fania.

Ceklek...

"Hormat hamba Luna,anda telah ditunggu oleh yang lainnya"hormat omega perempuan tersebut.

"Hm"jawab Fania lalu,meninggalkan omega tersebut.

"Bagaimana bisa Moon Goddes memberikan Alpha Leon Mate yang sangat dingin sepertinya?"gerutu omega tersebut.

****
Makan malam berjalan dengan lancar tampa ada hambatan apapun.

Fania dan Leon sedang duduk dibalkon kamar Leon sekarang. Suasana sangat canggung saat ini namun,tak dapat membuat Fania merasa bosan. Malah dia semakin nyaman dengan suasana ini.

"Fania"ucap Leon.

"Iya,ada apa?"tanya Fania seraya mentap Leon dengan tatapan bertanya.

"Hm apa boleh aku menandaimu? aku tak tahu sampai kapan aku akan bertahan agar Lucas tak mengambil alih tubuhku untuk menandaimu secara paksa"ujar Leon sendu.

'Bagaimana ini Aria? Aku tak yakin'ragu Fania.

"Bilang iya saja Fania. Kita harus memberinya kesempatan"ujar Aria.

"Hmm baiklah kalau begitu"ucap Fania dan memutuskan mindlink.

Leon tahu bahwa Fania kini tengah berbicara dengan wolfnya. Fania menghela nafas kasar.

"Baiklah aku mau"ucap Fania tulus.

Leon terkejut bahkan Lucas sudah mengaung kesenangan. Fania terkekeh melihat wajah kaget Leon.

"Kamu serius?"tanya Leon memastikan Fania dan menatap Fania untuk mencari kebohongan dalam dirinya. Namun,nihil hanya ada tatapan ketulusan dimata tersebut.

"Iya aku serius"ucap Fania. Leon langsung memeluk Fania dan mencium seluruh wajah Fania dari kening,mata,hidung,kedua pipi dan berakhir di bibir. Leon mencium bibir Fania,awalnya hanya ciuman namun berubah menjadi lumatan-lumatan bergairah. Leon semakin menekan tengkuk Fania untuk memperdalam ciumannya. Fania langsung mengeratkan pegangannya kepiyama yang dipakai Leon.

Leon menggendong Fania,Fania yang merasa tubuhnya melayang dengan sigap melingkarkan kakinya dipinggang Leon dengan kedua tangan mengalung dileher Leon. Leon membaringkan tubuh Fania diatas ranjang king size miliknya. Ciuman Leon semakin turun kearah leher.

"Tahan sedikit kemungkinan ini akan sakit"ujar Leon kepada Fania yang terbuwai akan sentuhan dari Leon.

Fania mrnganggukkan kepala sebagai jawaban atas perkataan Leon.

"Arghhhhhhh"jerit Fania saat kedua taring Leon menembus kulit leher Fania dan menghisap sedikit darah Fania. Leon mencabut taringnyadan menjilat darah yang keluar dari leher Fania.

Leon mencium bibir Fania sekilas lalu menyatukan dahi mereka.

"Terima kasih karena sudah mempercayaiku amour"ucap Leon bahagia.

Fania hanya menganggukkan kepala.

"Bisa kamu pinggir Leon,aku ongin tidur"kata Fania yang sedari tadi sudah lelah menahan kantuknya.

"Selamat tidur amour"ucap Leon lalu mencium kening Fania dan mulai tidur disebelah Fania dengan memeluk Fania dari belakang.

Wah gimana ya cerita selanjutnya? Pasti pengen tahu ya wkwk

Cus Vote and coment cerita ini oke 😉
Sampai jumpa di Chapter selanjutnya hehehe 😅

My Cold LunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang